- Pemerintah Malaysia menetapkan status darurat di Distrik Serian akibat kabut asap karhutla Kalimantan.
- Distrik Serian tidak menerapkan lockdown sehingga aktivitas warga, perkantoran, dan sektor industri tetap beroperasi normal.
- Indeks Pencemaran Udara di Serian mencapai 304 kategori berbahaya, sementara kualitas udara Singapura mulai membaik.
Suara.com - Pemerintah Malaysia memutuskan untuk status darurat di Distrik Serian, Sarawak, setelah kabut asap tebal dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) gambut di wilayah Kalimantan, Indonesia.
Namun, status darurat akibat kabut asap di Serian, Sarawak, Malaysia, tidak berarti aktivitas masyarakat di sana dihentikan atau wilayah tersebut menerapkan lockdown.
Mengutip dari laporan Harian Metro, warga masih diperbolehkan menjalankan kegiatan sehari-hari, meski pemerintah mengingatkan agar masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menjaga kesehatan.
Sejumlah warga tetap keluar rumah menuju pusat kota untuk menjalankan berbagai keperluan.
Aktivitas perdagangan juga masih berlangsung, sementara sebagian warga terlihat tidak mengenakan masker.
![Pengendara sepeda motor melintas di Jalan Gubernur Syarkawi yang tertutup kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Rabu (2/9/2026). [ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/nym]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/09/03/57068-kabut-asap-kalsel-kabut-asap-di-kalimantan-selatan.jpg)
Kantor pemerintahan, perusahaan swasta hingga sejumlah tempat kerja di kawasan terdampak juga masih diperbolehkan beroperasi.
Sektor industri, perkebunan, konstruksi, dan pertambangan juga dapat menjalankan kegiatan dengan catatan menerapkan langkah pencegahan untuk melindungi kesehatan pekerja.
Seorang pedagang mengatakan masyarakat memahami adanya status darurat akibat kabut asap.
Namun, menurut dia, status tersebut tidak berarti seluruh kegiatan harus dihentikan.
“Darurat ini bukan berarti lockdown. Kalau lockdown, semua aktivitas dihentikan dan jalan pun ditutup,” kata Ju.
Menurutnya, kondisi darurat kabut asap hanya membuat masyarakat harus lebih berhati-hati dalam menjalankan aktivitas.
Warga juga diminta mengurangi kegiatan di luar ruangan, menjaga kondisi tubuh, dan memperbanyak minum air.
Sementara itu ata Sistem Pengelolaan Indeks Pencemaran Udara (APIMS) menunjukkan kondisi udara Serian masih mengkhawatirkan.
Hingga pukul 12.00 waktu setempat, Indeks Pencemaran Udara (IPU) Serian tercatat 304. Angka tersebut masih berada dalam kategori berbahaya.
Kondisi berbeda terjadi di Singapura, ualitas udara di Singapura mulai membaik pada Sabtu (5/9/2026) pagi, meski wilayah tengah masih berada dalam kategori tidak sehat. Indeks Standar Polutan atau Pollutant Standards Index (PSI) di kawasan barat dan timur turun ke level sedang setelah sebelumnya sempat menembus kategori tidak sehat.