- Sebanyak 20 penerbangan Malaysia Airlines dan Batik Air rute Malaysia-Jakarta dibatalkan pada 6 September 2026.
- Pembatalan tersebut terjadi akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang mengganggu operasional Bandara Soekarno-Hatta.
- Kedua maskapai memprioritaskan keselamatan dengan memberikan opsi penjadwalan ulang atau pengembalian dana kepada penumpang terdampak.
Suara.com - Erupsi Gunung Anak Krakatau mengganggu penerbangan internasional.
Sebanyak 20 penerbangan Malaysia Airlines dan Batik Air rute Malaysia-Jakarta dibatalkan pada Minggu, 6 September 2026, akibat sebaran abu vulkanik yang memengaruhi operasional Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang.
Pembatalan tersebut dilakukan sebagai langkah keselamatan setelah abu vulkanik Gunung Anak Krakatau terdeteksi di wilayah udara yang berdampak terhadap penerbangan menuju dan dari Jakarta.
Malaysia Airlines menjadi maskapai dengan jumlah pembatalan terbanyak.
Maskapai nasional Malaysia itu membatalkan 12 penerbangan antara Bandara Internasional Kuala Lumpur (KUL) dan Bandara Soekarno-Hatta (CGK).
![Bandara Soekarno-Hatta dipenuhi penumpang arus balik Lebaran, 2026. [Antara/Muhammad Iqbal/foc]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/03/28/91508-bandara-soekarno-hatta.jpg)
Malaysia Airlines menyebut pihaknya terus memantau perkembangan situasi.
Maskapai juga berjanji menyampaikan informasi terbaru secara langsung kepada penumpang yang terdampak.
“Keselamatan penumpang dan awak kami tetap menjadi prioritas utama,” kata Malaysia Airlines dikutip dari Malay Mail.
Ke-12 penerbangan Malaysia Airlines yang dibatalkan meliputi MH713, MH712, MH711, MH710, MH717, MH716, MH721, MH720, MH723, MH722, MH725, dan MH724.
Sementara itu, Batik Air membatalkan delapan penerbangan yang menghubungkan Malaysia dengan Jakarta pada hari yang sama.
Penerbangan yang terdampak yakni OD398, OD399, OD346, OD347, OD388, OD389, OD390, dan OD391.
Enam penerbangan yang dibatalkan melayani rute Bandara Internasional Kuala Lumpur-Jakarta.
Sementara dua penerbangan lainnya menghubungkan Bandara Subang dengan Jakarta.
Batik Air mengatakan keputusan tersebut diambil setelah berkoordinasi dengan otoritas penerbangan dan operator bandara.
Faktor keselamatan penumpang dan awak pesawat menjadi pertimbangan utama dalam penghentian sementara penerbangan.