Aktivitas Anak Krakatau Menurun, PVMBG Ingatkan Erupsi Susulan Masih Bisa Terjadi

Bella

Minggu, 06 September 2026 | 21:57 WIB
Aktivitas Anak Krakatau Menurun, PVMBG Ingatkan Erupsi Susulan Masih Bisa Terjadi
erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK). [ANTARA]
baca 10 detik
  • PVMBG melaporkan aktivitas Gunung Anak Krakatau menurun, namun potensi erupsi susulan di Selat Sunda tetap ada.
  • Pihak berwenang memantau sebaran abu vulkanik yang bergerak ke arah barat demi menjaga keselamatan jalur penerbangan.
  • Gunung Anak Krakatau berstatus Siaga, dan warga dilarang beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawah.

Suara.com - Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda terpantau mulai menurun. Namun, kondisi tersebut belum menjadi tanda bahwa gunung api tersebut telah berhenti beraktivitas. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memastikan potensi erupsi susulan masih tetap ada.

Kepala PVMBG Rita Susilawati mengatakan penurunan aktivitas terpantau melalui sejumlah alat pemantauan yang bekerja secara terus-menerus. Meski demikian, perubahan tersebut belum dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan bahwa aktivitas vulkanik Anak Krakatau telah berakhir.

"Memang saat ini alat pemantauan kami memonitor aktivitas Gunung Anak Krakatau menurun, tetapi menurunnya itu bukan berarti akan berhenti aktivitas nya. Kemungkinan masih akan terjadi erupsi," katanya usai meninjau Pos Pemantau Gunung Api (PGA) Anak Krakatau di Kabupaten Serang, Minggu.

Karena itu, PVMBG masih melakukan pemantauan Gunung Anak Krakatau selama 24 jam. Setiap perubahan hasil pengamatan akan dikomunikasikan kepada pemerintah daerah, terutama jika terdapat perubahan rekomendasi terkait penanganan kebencanaan.

Selain aktivitas erupsi, arah sebaran abu vulkanik juga menjadi perhatian. Pergerakan abu sangat dipengaruhi embusan angin sehingga arah sebarannya dapat berubah dari hari ke hari.

Pada 6 September, abu vulkanik Gunung Anak Krakatau terpantau bergerak ke arah barat, bagian selatan Selat Sunda, hingga Samudra Hindia.

"Kami memonitor di sini ada beberapa stasiun pengamatan, bekerja sama dengan BMKG dan juga ada stasiun di Australia yang kita bisa bersama-sama memantau perubahan arah angin untuk abu ini, karena abu ini juga akan memengaruhi penerbangan," ujarnya.

Pemantauan arah abu tersebut menjadi bagian penting dalam memberikan peringatan dini, khususnya untuk menjaga keselamatan penerbangan yang melintasi wilayah terdampak.

Gunung Anak Krakatau hingga kini masih berstatus Level III atau Siaga. Rita menjelaskan, penetapan status tersebut tidak hanya didasarkan pada besar kecilnya letusan, tetapi juga mempertimbangkan potensi bahaya yang dapat ditimbulkan terhadap masyarakat di sekitar kawasan gunung api.

baca juga

Dengan aktivitas erupsi yang masih berpotensi terjadi, PVMBG mengingatkan warga maupun nelayan untuk tidak mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau. Masyarakat dilarang melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari pusat kawah.

PVMBG juga menegaskan bahwa waktu terjadinya erupsi tidak dapat dipastikan secara tepat. Pemantauan dilakukan untuk membaca perubahan aktivitas dan tanda-tanda yang muncul sebelum erupsi.

"Kapan erupsi nya secara persis itu tidak bisa kita ketahui. Yang bisa kita lakukan adalah melakukan pemantauan dan membaca tanda-tandanya," tutup Rita.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gunung Ile Lewotolok Erupsi 1.873 Kali dalam 5 Hari, Letusan Masih Terjadi hingga Minggu Malam

Gunung Ile Lewotolok Erupsi 1.873 Kali dalam 5 Hari, Letusan Masih Terjadi hingga Minggu Malam

News | Minggu, 06 September 2026 | 21:13 WIB

Rumah hingga Mobil Wulan Guritno Dipenuhi Abu Vulkanik Anak Krakatau: Lumayan Tebel

Rumah hingga Mobil Wulan Guritno Dipenuhi Abu Vulkanik Anak Krakatau: Lumayan Tebel

Entertainment | Minggu, 06 September 2026 | 19:56 WIB

Menilik Sejarah Gunung Anak Krakatau: Lahir dari Letusan Dahsyat 1883 hingga Tragedi Tsunami 2018

Menilik Sejarah Gunung Anak Krakatau: Lahir dari Letusan Dahsyat 1883 hingga Tragedi Tsunami 2018

Tekno | Minggu, 06 September 2026 | 19:50 WIB

6 Bandara Ditutup, Menhub Minta Warga Beralih ke Kereta, Bus dan Kapal

6 Bandara Ditutup, Menhub Minta Warga Beralih ke Kereta, Bus dan Kapal

News | Minggu, 06 September 2026 | 19:40 WIB

Abu Vulkanik Anak Krakatau Bisa Rusak Mobil Permanen, Jangan Langsung Dilap

Abu Vulkanik Anak Krakatau Bisa Rusak Mobil Permanen, Jangan Langsung Dilap

Lifestyle | Minggu, 06 September 2026 | 19:26 WIB

Erupsi Anak Krakatau Batalkan 4 Penerbangan di Tanjungpinang, 469 Penumpang Terdampak

Erupsi Anak Krakatau Batalkan 4 Penerbangan di Tanjungpinang, 469 Penumpang Terdampak

News | Minggu, 06 September 2026 | 19:22 WIB

Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus? Ini 4 Dampak yang Wajib Diwaspadai

Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus? Ini 4 Dampak yang Wajib Diwaspadai

Tekno | Minggu, 06 September 2026 | 19:30 WIB

Efek Erupsi Anak Krakatau: Persebaya Terpaksa Pulang ke Surabaya dari Lampung via Darat

Efek Erupsi Anak Krakatau: Persebaya Terpaksa Pulang ke Surabaya dari Lampung via Darat

Bola | Minggu, 06 September 2026 | 18:45 WIB

Jangan Asal Sapu! Ini 6 Cara Bersihkan Rumah dari Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Jangan Asal Sapu! Ini 6 Cara Bersihkan Rumah dari Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Lifestyle | Minggu, 06 September 2026 | 19:07 WIB

Imbas Erupsi Anak Krakatau, Kemdiktisaintek Izinkan Kampus Gelar Kuliah Hybrid

Imbas Erupsi Anak Krakatau, Kemdiktisaintek Izinkan Kampus Gelar Kuliah Hybrid

News | Minggu, 06 September 2026 | 18:09 WIB

Terkini

Belajar Mengelola Uang dari Seekor Anjing dalam A Dog Called Money

Belajar Mengelola Uang dari Seekor Anjing dalam A Dog Called Money

Your Say | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 17:00 WIB

Bukan Sekadar Ritual, Nyadran Jadi Cara Masyarakat Nyantru Jaga Lingkungan

Bukan Sekadar Ritual, Nyadran Jadi Cara Masyarakat Nyantru Jaga Lingkungan

Lifestyle | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 16:58 WIB

Daya Beli Warga Jogja Turun, Pedagang Terpaksa Pangkas Dagangan

Daya Beli Warga Jogja Turun, Pedagang Terpaksa Pangkas Dagangan

Jogja | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 16:57 WIB

DPR Minta Kemenhut Jadi Penggerak Utama Penanganan Karhutla: Warga Tidak Bisa Terus Menunggu!

DPR Minta Kemenhut Jadi Penggerak Utama Penanganan Karhutla: Warga Tidak Bisa Terus Menunggu!

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 16:52 WIB

Ratusan Siswa SMAN 2 Makassar Demo Buntut Dugaan Pelecehan Seksual

Ratusan Siswa SMAN 2 Makassar Demo Buntut Dugaan Pelecehan Seksual

Sulsel | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 16:51 WIB

IHSG Kebakaran Hari Ini, Anjlok 11,57% ke Level 5.185

IHSG Kebakaran Hari Ini, Anjlok 11,57% ke Level 5.185

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 16:47 WIB

BRImo Hadirkan Promo Tiket ARTSUBS 2026, Cukup Bayar Rp5.000!

BRImo Hadirkan Promo Tiket ARTSUBS 2026, Cukup Bayar Rp5.000!

Jatim | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 16:46 WIB

BRImo Hadirkan Promo Tiket ARTSUBS 2026 Rp5.000, Saatnya Jelajahi Seni Kontemporer

BRImo Hadirkan Promo Tiket ARTSUBS 2026 Rp5.000, Saatnya Jelajahi Seni Kontemporer

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 16:45 WIB

Lawan Dehidrasi! 4 Barrier Sunscreen Lokal Buat Kulit Kering Tetap Lembap

Lawan Dehidrasi! 4 Barrier Sunscreen Lokal Buat Kulit Kering Tetap Lembap

Your Say | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 16:45 WIB

Penantian Panjang Warga Jakarta Berakhir, Masjid Apung Ancol Resmi Berdiri

Penantian Panjang Warga Jakarta Berakhir, Masjid Apung Ancol Resmi Berdiri

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 16:36 WIB

×