Raih Hibah PPK Ormawa 2026, HMPS Teknologi Pangan UPH Ubah Tulang-Kulit Lele Jadi Cookies & Keripik

Fabiola Febrinastri, RR Ukirsari Manggalani

Senin, 07 September 2026 | 10:37 WIB
Raih Hibah PPK Ormawa 2026, HMPS Teknologi Pangan UPH Ubah Tulang-Kulit Lele Jadi Cookies & Keripik
LESTARI (Lele Sehat Tigaraksa Mandiri), program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang dikembangkan HMPS Teknologi Pangan UPH di Kelurahan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Banten.(Dok: UPH)

Sementara itu, kulit lele diolah menjadi keripik dengan mempertimbangkan karakteristik bahan dan potensi pasar. Kulit lele mengandung lemak dan kolagen, yang menjadi salah satu pertimbangan dalam pemanfaatannya sebagai bahan pangan bernilai tambah. Karakter keripik yang renyah juga dinilai sesuai dengan preferensi masyarakat terhadap makanan ringan.

Untuk mengolahnya, kulit lele dimarinasi menggunakan jeruk nipis dan garam untuk mengurangi bau amis, kemudian dicuci dan dikeringkan menggunakan food dehydrator. Masyarakat juga dapat menggunakan sinar matahari sebagai alternatif. Setelah kering, kulit dapat langsung digoreng hingga mengembang dan menghasilkan tekstur yang renyah.

Konsep zero waste LESTARI juga tidak berhenti pada pengolahan tulang dan kulit ikan lele. Bagian lain seperti organ dalam lele serta air bekas pencucian selama proses pengolahan turut dimanfaatkan sebagai bahan pupuk organik. Joanna mengatakan, organ dalam lele merupakan bahan organik yang mengandung protein dan asam amino yang dapat menjadi sumber nutrisi bagi tanaman. 

Pemanfaatan tersebut disesuaikan dengan potensi masyarakat Tigaraksa. Sejumlah UMKM di wilayah tersebut bergerak di bidang media tanam dan pupuk, sehingga sisa dari proses pengolahan lele dapat dimanfaatkan kembali dan berpotensi menghasilkan nilai ekonomi baru. 

“Sebagai mahasiswa Teknologi Pangan, kami melihat bahwa pangan tidak hanya dapat dinilai dari produk utamanya saja, tetapi juga dari bagaimana kita dapat memanfaatkan keseluruhan bahan secara optimal. Langkah ini sekaligus menambah nilai ekonomi dari komoditas yang ada,” kata Joanna.

Siapkan Masyarakat Bangun Usaha Secara Mandiri

LESTARI tidak hanya berfokus pada pengembangan produk, tetapi juga mempersiapkan masyarakat agar mampu mengembangkan produk tersebut menjadi usaha yang berkelanjutan. Melalui hibah tersebut, tim melaksanakan sejumlah kegiatan, dimulai dengan Sosialisasi Program PPK Ormawa LESTARI pada 22 Juni 2026, dilanjutkan Pelatihan Pembuatan Produk pada 8 Agustus 2026.

Selanjutnya, pada 22 Agustus 2026, masyarakat mengikuti Pelatihan Legalitas, Branding, dan Digital Marketing yang dilaksanakan berkolaborasi dengan PT Mikrobisnis Digital Sejahtera (INAmikro).

Seluruh kegiatan berlangsung di Gucang Farm, Tigaraksa dengan melibatkan 40 masyarakat yang terdiri dari kelompok budidaya dan pengolahan lele, Ibu-Ibu PKK, Karang Taruna, serta pelaku UMKM. Program ini juga melibatkan 16 mahasiswa UPH dari tujuh program studi, yakni Teknologi Pangan, Manajemen, Teknik Industri, Teknik Elektro, Desain Komunikasi Visual (DKV), Teknik Sipil, dan Hukum. 

baca juga

“Kami melibatkan mahasiswa dari berbagai bidang karena permasalahan yang dihadapi masyarakat cukup beragam. Tidak hanya terkait pengolahan produk, tetapi juga mencakup bisnis, legalitas, pemasaran, desain, hingga penerapan teknologi,” ucap Joanna.

Setiap program studi memiliki peran sesuai bidang keilmuannya. Mahasiswa Teknologi Pangan menangani pengembangan produk, keamanan, kualitas, dan umur simpan. Manajemen mendampingi pengelolaan bisnis, termasuk perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP), strategi bisnis, dan pemasaran digital. Hukum mendampingi aspek legalitas usaha dan produk, sementara DKV mengembangkan desain kemasan dan identitas visual produk. 

Teknik Industri berperan dalam meningkatkan efisiensi proses produksi, Teknik Elektro menangani kebutuhan teknologi dan kelistrikan, sedangkan Teknik Sipil mendukung penyediaan sarana dan prasarana.

Inovasi Lele, Hadirkan Dampak Nyata

Pemanfaatan berbagai bagian ikan lele tersebut diarahkan untuk menghasilkan diversifikasi produk sekaligus meningkatkan nilai ekonomi bagi masyarakat. Melalui LESTARI, tim menargetkan masyarakat dapat memanfaatkan hingga 90% bagian ikan lele dan menghasilkan dua hingga tiga produk olahan baru. Program ini juga menargetkan peningkatan produksi hingga 60% serta kenaikan omzet hingga 50%. 

“Sebelum program ini berjalan, omzet mereka hanya berkisar Rp700 ribu hingga Rp900 ribu per minggu dan masih mengandalkan penjualan daging lele. 

Setelah LESTARI diterapkan, omzetnya meningkat signifikan hingga mencapai sekitar Rp3,4 juta per minggu. Artinya, melalui pemanfaatan bagian ikan lele yang sebelumnya belum optimal, masyarakat tidak hanya menghasilkan produk baru, tetapi juga berhasil meningkatkan nilai ekonomi dari hasil budidayanya,” jelas Joanna.

Peningkatan tersebut memperlihatkan potensi pendekatan zero waste dalam membuka diversifikasi produk dan sumber pendapatan baru. Dengan mengolah bagian lele yang tidak dimanfaatkan secara optimal, komoditas yang telah menjadi bagian dari aktivitas masyarakat dapat menghasilkan nilai tambah yang lebih besar. 

Menghubungkan Ilmu di Kampus Dengan Kebutuhan Masyarakat

Bagi tim LESTARI, keberhasilan program tidak hanya diukur dari terlaksananya pelatihan atau peningkatan omzet selama pendampingan. Keberlanjutan usaha setelah program berakhir menjadi salah satu indikator penting, termasuk kemampuan masyarakat menjalankan usaha secara mandiri dan memenuhi aspek legalitas.

Bagi Joanna dan tim, PPK Ormawa menjadi kesempatan untuk menerapkan ilmu yang diperolehnya di Teknologi Pangan UPH. 

“Melalui PPK Ormawa, kami mendapat kesempatan untuk menerapkan ilmu yang diperoleh selama kuliah, khususnya dalam mata kuliah Teknologi Pengolahan Pangan, mulai dari pengolahan bahan pangan, formulasi, pemanfaatan hasil samping, keamanan pangan, hingga pengendalian kualitas produk. Ilmu tersebut kami gunakan untuk menjawab persoalan di masyarakat dengan mengolah lele secara lebih optimal, termasuk memanfaatkan bagian seperti kulit dan tulang yang sebelumnya menjadi limbah menjadi produk yang bernilai,” tutur Joanna.

Menurut Prof. Adolf, pengalaman ini juga menunjukkan bagaimana pembelajaran di perguruan tinggi dapat diterapkan untuk menjawab kebutuhan nyata di masyarakat. 

“Di Teknologi Pangan UPH, mahasiswa tidak hanya belajar mengolah pangan, tetapi juga didorong untuk melihat bagaimana bahan dan hasil samping dapat dimanfaatkan menjadi sesuatu yang bernilai. Melalui praktikum, penelitian, dan pengembangan produk, mahasiswa belajar menghasilkan inovasi yang tidak hanya memiliki nilai tambah, tetapi juga dapat menjawab persoalan di masyarakat. 

Inilah yang menjadi salah satu kekuatan LESTARI karena program ini tidak sekadar memberikan pendampingan, tetapi juga membangun kemampuan masyarakat agar dapat mengembangkan usahanya secara mandiri,” ujar Prof. Adolf.

Respons Positif dari Masyarakat

Program LESTARI mendapat respons positif dari masyarakat Tigaraksa. Salah satunya dari Selamet Riyadi, Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Tigaraksa, mengapresiasi pengetahuan baru yang diperoleh warga dalam mengembangkan berbagai produk berbahan dasar lele. 

“Kami jadi tahu bahwa lele bisa dikembangkan menjadi berbagai produk olahan. Rasanya juga enak, renyah, dan mantap. Sebagai perwakilan warga Tigaraksa, kami berterima kasih kepada UPH yang telah membantu masyarakat untuk terus berinovasi dan berkembang,” katanya.

Hal senada disampaikan Agus Setiawan, pengelola Gucang Farm. Menurutnya, pendampingan mahasiswa membantu masyarakat memahami pentingnya legalitas sebagai bagian dari pengembangan usaha. 

PPK Ormawa merupakan program nasional yang mendorong organisasi kemahasiswaan untuk menerapkan pengetahuan, kreativitas, dan kepemimpinan dalam menjawab kebutuhan masyarakat.(Dok: UPH)
PPK Ormawa merupakan program nasional yang mendorong organisasi kemahasiswaan untuk menerapkan pengetahuan, kreativitas, dan kepemimpinan dalam menjawab kebutuhan masyarakat.(Dok: UPH)

“Teman-teman PPK Ormawa membantu masyarakat, terutama dalam hal legalitas usaha. Selama ini kami sudah bisa menjalankan usaha, tetapi belum memiliki legalitas sebagai identitas usaha,” ungkap Agus.

HMPS Teknologi Pangan UPH menunjukkan bahwa dari satu komoditas sederhana dapat lahir inovasi yang memberi dampak nyata. Melalui LESTARI, mahasiswa bersama masyarakat mengolah lele secara lebih optimal untuk mengurangi limbah, menghasilkan nilai tambah, dan membuka peluang usaha. 

Program ini juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu, berkolaborasi lintas disiplin, dan memahami kebutuhan masyarakat. Hal ini sejalan dengan komitmen UPH dalam menghadirkan pendidikan holistis dan berbagai program pengembangan diri untuk mempersiapkan mahasiswa menjadi pemimpin masa depan berkualitas unggul yang takut akan Tuhan dan berdampak bagi masyarakat.

Selamat kepada HMPS Teknologi Pangan UPH yang berhasil meraih pendanaan PPK Ormawa!

Dosen Pembimbing: Prof. Dr. Ir. Adolf J. N. Parhusip, M.Si.

Anggota:

  • Joanna Faleshia (Teknologi Pangan-2023)
  • Meili Christine (Teknologi Pangan-2023)
  • Cindy Aulia (Teknologi Pangan-2023)
  • Mahendra (Teknologi Pangan-2023)
  • Kariani Tafonao (Teknologi Pangan-2024)
  • Tiffany Tan (Teknologi Pangan-2024)
  • Cindy Christina (Manajemen-2023)
  • Michella Chelsy (Manajemen-2023)
  • Matthew Albert (Manajemen-2024)
  • Jordy Andrian (Teknik Elektro-2023)
  • Asriel Waraney (Teknik Elektro-2023)
  • Ethan Sean (Teknik Elektro-2025)
  • Valerian Aidan (Teknik Industri-2024)
  • Viktoria Darlene (Teknik Sipil-2024)
  • Monique Cea (Desain Komunikasi Visual-2024)
  • Patrisia Tanwijaya (Hukum-2023) ***

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sambut Kampanye Belanja Akhir Tahun, Shopee dan Anteraja Bekali Puluhan Pelaku UMKM Strategi Promosi

Sambut Kampanye Belanja Akhir Tahun, Shopee dan Anteraja Bekali Puluhan Pelaku UMKM Strategi Promosi

News | Kamis, 03 September 2026 | 11:31 WIB

Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II-2026 dan Upaya Formalisasi Usaha Bagi UMKM

Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II-2026 dan Upaya Formalisasi Usaha Bagi UMKM

Bisnis | Senin, 31 Agustus 2026 | 19:25 WIB

Penerima Banpres UMKM Bencana Sumatera Diprioritaskan Bagi Non-Nasabah Perbankan dan KUR

Penerima Banpres UMKM Bencana Sumatera Diprioritaskan Bagi Non-Nasabah Perbankan dan KUR

Bisnis | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 11:54 WIB

Semarak Merah Putih BRI Hadir di Sofifi Maluku Utara, UMKM Dapat Berkah

Semarak Merah Putih BRI Hadir di Sofifi Maluku Utara, UMKM Dapat Berkah

Bisnis | Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:03 WIB

Legalitas Jadi Kunci UMKM Naik Kelas, Pemerintah Siapkan Layanan Usaha dalam Satu Lokasi

Legalitas Jadi Kunci UMKM Naik Kelas, Pemerintah Siapkan Layanan Usaha dalam Satu Lokasi

Bisnis | Rabu, 26 Agustus 2026 | 06:53 WIB

BI Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Transformasi Digital, Andalkan e-Farming hingga QRIS

BI Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Transformasi Digital, Andalkan e-Farming hingga QRIS

Bisnis | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 16:35 WIB

Terkini

Pemkab Siak Ngaret Serahkan Dokumen, Pembahasan APBD-P Terancam Deadlock

Pemkab Siak Ngaret Serahkan Dokumen, Pembahasan APBD-P Terancam Deadlock

Riau | Rabu, 16 September 2026 | 09:03 WIB

Shio Macan dan Naga Apakah Cocok? Intip Peruntungan Asmara, Karier hingga Keuangannya

Shio Macan dan Naga Apakah Cocok? Intip Peruntungan Asmara, Karier hingga Keuangannya

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 09:02 WIB

UlasanA Bona Fide Killer: Ketika Ibu Rumah Tangga Menyimpan Identitas sebagai Pembunuh

UlasanA Bona Fide Killer: Ketika Ibu Rumah Tangga Menyimpan Identitas sebagai Pembunuh

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 09:00 WIB

Cakupan Konservasi Halmahera Diperluas, Pemantauan Biodiversitas Kini Sentuh 40 Titik

Cakupan Konservasi Halmahera Diperluas, Pemantauan Biodiversitas Kini Sentuh 40 Titik

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 08:57 WIB

Harga Cabai Keriting Meledak, Tembus Rp120 Ribu/Kg

Harga Cabai Keriting Meledak, Tembus Rp120 Ribu/Kg

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 08:56 WIB

Harga Saham Naik-Turun Signifikan, BEI Gembok UDNG, SEMA, dan ALKA

Harga Saham Naik-Turun Signifikan, BEI Gembok UDNG, SEMA, dan ALKA

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 08:52 WIB

Kasus ISPA di Rokan Hulu Meningkat saat Kabut Asap, Anak-anak Paling Banyak

Kasus ISPA di Rokan Hulu Meningkat saat Kabut Asap, Anak-anak Paling Banyak

Riau | Rabu, 16 September 2026 | 08:52 WIB

Eks Ajax Rendahkan Kualitas Maarten Paes: Levelnya Jauh di Bawah Marc-Andre ter Stegen

Eks Ajax Rendahkan Kualitas Maarten Paes: Levelnya Jauh di Bawah Marc-Andre ter Stegen

Bola | Rabu, 16 September 2026 | 08:50 WIB

Ditekan Kenaikan Cadangan Minyak AS, Harga Minyak Dunia Berbalik Turun

Ditekan Kenaikan Cadangan Minyak AS, Harga Minyak Dunia Berbalik Turun

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 08:43 WIB

Beras Shirataki Berapa Harganya? Cek 4 Merek Populer untuk Diet dan Gaya Hidup Sehat

Beras Shirataki Berapa Harganya? Cek 4 Merek Populer untuk Diet dan Gaya Hidup Sehat

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 08:38 WIB

×