Kemenhaj ke PPIU: Jemaah Umrah yang Terdampak Penundaan Tidak Boleh Dibiarkan Tanpa Kepastian

Dwi Bowo Raharjo

Senin, 07 September 2026 | 11:09 WIB
Kemenhaj ke PPIU: Jemaah Umrah yang Terdampak Penundaan Tidak Boleh Dibiarkan Tanpa Kepastian
Jajaran Kementerian Haji dan Umrah mendampingi jamaah umrah yang mengalami penundaan keberangkatan ke Tanah Suci akibat debu vulkanik Gunung Anak Krakatau. (Kemenhaj). (Antara)
baca 10 detik
  • Kementerian Haji dan Umrah menginstruksikan mitigasi ekstra kepada PPIU akibat gangguan penerbangan umrah karena erupsi Gunung Anak Krakatau.
  • Operasional penerbangan di Bandara Soetta lumpuh total sejak 6 September 2026 akibat sebaran debu vulkanik yang membahayakan mesin pesawat.
  • PPIU wajib menjamin kebutuhan dasar jemaah terdampak dan menyediakan layanan komunikasi aktif selama masa penundaan perjalanan.

Suara.com - Erupsi Gunung Anak Krakatau juga memicu situasi darurat bagi perjalanan ibadah ke Tanah Suci.

Menanggapi sebaran abu vulkanik yang mengganggu jadwal penerbangan, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) bergerak cepat menginstruksikan seluruh Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) untuk melakukan langkah mitigasi ekstra.

Kemenhaj menegaskan bahwa keselamatan dan kenyamanan jemaah yang terdampak tidak boleh dikompromikan. Fokus utama saat ini adalah memastikan pendampingan maksimal bagi mereka yang tertahan.

"Jemaah kami minta tetap tenang dan terus berkomunikasi dengan travel masing-masing. PPIU harus memastikan setiap jemaah memperoleh informasi yang cepat, jelas, dan akurat, mengenai status penerbangan serta penanganan yang sedang dilakukan," ujar Direktur Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenhaj Puji Raharjo di Jakarta, Senin (7/9/2026).

Kelumpuhan di Bandara Soekarno-Hatta

Krisis ini bermula ketika operasional penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Banten, terhenti total sejak 6 September 2026.

Debu vulkanik Anak Krakatau yang membahayakan mesin pesawat memaksa otoritas menghentikan aktivitas penerbangan demi keselamatan penumpang.

Imbasnya, ribuan jemaah umrah kini terjebak dalam ketidakpastian. Ada yang gagal berangkat tepat waktu, dan ada pula yang tertahan saat hendak kembali ke Indonesia.

Puji Raharjo menegaskan bahwa pihaknya memantau ketat setiap perubahan situasi. Ia menyatakan keselamatan jemaah menjadi prioritas utama dalam setiap keputusan terkait keberangkatan, kepulangan, transit, perubahan jadwal, maupun perubahan rute penerbangan.

baca juga

PPIU Wajib Jamin Kebutuhan Dasar

Tak sekadar memberi informasi, travel umrah atau PPIU berkewajiban menjaga kesejahteraan jemaah selama masa penundaan. Puji mewanti-wanti agar tidak ada satu pun jemaah yang telantar.

"Jemaah yang terdampak penundaan tidak boleh dibiarkan tanpa kepastian. PPIU harus memastikan kebutuhan jamaah tetap terlayani, termasuk akomodasi, konsumsi, transportasi, pendampingan, dan kebutuhan dasar lainnya, sampai perjalanan dapat dilanjutkan," tegas Puji.

Selain itu, Kemenhaj telah menginstruksikan PPIU untuk memperkuat sinergi dengan berbagai pihak, mulai dari maskapai, pengelola bandara, hingga penyedia layanan di Arab Saudi guna mencari solusi rute alternatif.

Nasib Jemaah di Negara Transit

Perhatian khusus juga diarahkan kepada jemaah yang saat ini masih berada di Arab Saudi atau tertahan di negara transit akibat pembatalan mendadak. Kemenhaj tidak ingin ada jamaah yang merasa "terisolasi" di luar negeri.

"Kami terus melakukan koordinasi untuk memastikan jemaah yang masih berada di Arab Saudi maupun di negara transit terpantau dengan baik. Prinsipnya, tidak boleh ada jamaah yang kehilangan pendampingan atau tidak memperoleh kepastian pelayanan," lanjut Puji Raharjo.

Sebagai langkah antisipasi menyeluruh, Kemenhaj juga menggandeng asosiasi PIHK (Penyelenggara Ibadah Haji Khusus) dan PPIU untuk merangkul seluruh penyelenggara travel, termasuk yang di luar keanggotaan asosiasi.

Terakhir, setiap PPIU diwajibkan menyediakan kanal komunikasi atau hotline yang aktif 24 jam. Langkah ini krusial agar keluarga di tanah air bisa memantau kondisi dan keberadaan jamaah secara real-time di tengah situasi darurat ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

70 Mitra Driver Gojek Berangkat Tunaikan Ibadah Umrah

70 Mitra Driver Gojek Berangkat Tunaikan Ibadah Umrah

News | Kamis, 03 September 2026 | 15:41 WIB

Cinta yang Tumbuh di Tanah Suci: Menyusuri Sabar dalam Asmara di Atas Haram

Cinta yang Tumbuh di Tanah Suci: Menyusuri Sabar dalam Asmara di Atas Haram

Your Say | Rabu, 02 September 2026 | 10:00 WIB

Pengabdian Menjadi Nilai Ibadah, PNM Berangkatkan Ratusan Karyawan ke Tanah Suci

Pengabdian Menjadi Nilai Ibadah, PNM Berangkatkan Ratusan Karyawan ke Tanah Suci

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 11:29 WIB

Sebuah Apresiasi oleh PNM Untuk Ribuan Karyawan Terbaiknya Berupa Panggilan Menuju Baitullah

Sebuah Apresiasi oleh PNM Untuk Ribuan Karyawan Terbaiknya Berupa Panggilan Menuju Baitullah

Bisnis | Sabtu, 11 Juli 2026 | 10:00 WIB

Menyambangi Gua Hira, Ruang Sunyi di Puncak Jabal Nur

Menyambangi Gua Hira, Ruang Sunyi di Puncak Jabal Nur

Foto | Senin, 22 Juni 2026 | 11:00 WIB

Terkini

Rupiah Babak Belur! Tembus Level Rp17.624 per Dolar AS Pagi Ini

Rupiah Babak Belur! Tembus Level Rp17.624 per Dolar AS Pagi Ini

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 10:39 WIB

Serba Salah Jadi Multifandom: Niat Cari Hiburan, Malah Terjebak Perang Antar-Fandom

Serba Salah Jadi Multifandom: Niat Cari Hiburan, Malah Terjebak Perang Antar-Fandom

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 10:38 WIB

Pasar Valas Dibayangi Gejolak, September Jadi Bulan Penuh Risiko

Pasar Valas Dibayangi Gejolak, September Jadi Bulan Penuh Risiko

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 10:35 WIB

Pertumbuhan Ekonomi RI Diproyeksi Capai 5,2% pada 2026

Pertumbuhan Ekonomi RI Diproyeksi Capai 5,2% pada 2026

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 10:33 WIB

6 Serum Tranexamic Acid untuk Melasma dan PIH, Mulai Rp34 Ribuan

6 Serum Tranexamic Acid untuk Melasma dan PIH, Mulai Rp34 Ribuan

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 10:30 WIB

Polisi Sebut Wanita di Video Viral Biksu Thailand Mendadak Kaya Sejak Bolak Balik Masuk Kuil

Polisi Sebut Wanita di Video Viral Biksu Thailand Mendadak Kaya Sejak Bolak Balik Masuk Kuil

News | Senin, 14 September 2026 | 10:30 WIB

3 Orang Ditembak Mati Jelang Pemilu Perdana di Bangsamoro Filipina

3 Orang Ditembak Mati Jelang Pemilu Perdana di Bangsamoro Filipina

News | Senin, 14 September 2026 | 10:28 WIB

8 Lip Balm Berwarna untuk Bibir Hitam, Murah Bikin Tampak Segar Natural

8 Lip Balm Berwarna untuk Bibir Hitam, Murah Bikin Tampak Segar Natural

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 10:25 WIB

18 Kapal dan 1 Helikopter Dikerahkan Cari Jurnalis Hilang di Selat Sunda

18 Kapal dan 1 Helikopter Dikerahkan Cari Jurnalis Hilang di Selat Sunda

News | Senin, 14 September 2026 | 10:24 WIB

Wacana Wajib Rekening Bank untuk Warga, Ekonom Ingatkan Ancaman dan Beban APBN

Wacana Wajib Rekening Bank untuk Warga, Ekonom Ingatkan Ancaman dan Beban APBN

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 10:17 WIB

×