Pasar Valas Dibayangi Gejolak, September Jadi Bulan Penuh Risiko

Mohammad Fadil Djailani

Senin, 14 September 2026 | 10:35 WIB
Pasar Valas Dibayangi Gejolak, September Jadi Bulan Penuh Risiko
Suasana gerai penukaran valuta asing di kawasan Kwitang, Jakarta Pusat, Jumat (5/12). [Suara.com/Oke Atmaja]
baca 10 detik
  • Pasar valas dibayangi gejolak akibat suku bunga, utang global, minyak, dan geopolitik.
  • Yen Jepang tertekan, dengan USD/JPY kembali menembus level 160 pada akhir Agustus.
  • 15-18 September jadi periode krusial, saat The Fed, ECB, dan BOJ mengambil keputusan kebijakan dalam waktu berdekatan.

Suara.com - Pasar valuta asing (valas) menghadapi tekanan besar memasuki September 2026. Sejumlah risiko mulai dari perbedaan suku bunga, membengkaknya utang global, kenaikan harga minyak hingga ketegangan perdagangan berpotensi memicu volatilitas tinggi.

Broker global Elev8 mencatat kinerja mata uang sepanjang Agustus menunjukkan perbedaan yang cukup tajam. Rand Afrika Selatan (ZAR) menjadi mata uang dengan kinerja terbaik dari 22 mata uang yang dipantau, sementara real Brasil (BRL) menjadi yang terlemah.

Di antara mata uang utama, yen Jepang (JPY) mengalami pelemahan paling besar. Nilai tukar USD/JPY bahkan kembali menembus level 160 pada sesi terakhir Agustus. Pelemahan yen terjadi meski Jepang telah menaikkan suku bunga, lantaran selisih suku bunga dengan Amerika Serikat masih lebar.

Tekanan terhadap yen juga diperburuk oleh risiko fiskal Jepang. Rencana belanja pemerintah mendorong imbal hasil obligasi pemerintah Jepang bertenor 10 tahun mendekati 3%, sementara investor juga mencermati potensi perubahan komposisi dewan Bank of Japan (BOJ) yang dinilai dapat membuat kebijakan moneter lebih longgar.

Risiko juga datang dari Australia. Dolar Australia (AUD) memang menjadi mata uang berkinerja terbaik di antara mata uang utama pada Agustus dengan kenaikan hampir 2%. Namun, penguatan tersebut justru dibayangi ancaman kenaikan suku bunga setelah inflasi Australia berada di atas ekspektasi pasar.

Memasuki September, tekanan pasar diperkirakan semakin besar karena The Federal Reserve, European Central Bank (ECB), dan BOJ akan menggelar pertemuan kebijakan dalam rentang hanya delapan hari, yakni 10-18 September.

Selain kebijakan bank sentral, kenaikan harga minyak juga menjadi ancaman. Harga Brent mendekati US$100 per barel setelah ketegangan Amerika Serikat dan Iran meningkat. Lonjakan harga energi berpotensi mendorong inflasi, memperketat kebijakan bank sentral, sekaligus menekan mata uang negara pengimpor minyak.

Elev8 juga menyoroti utang global yang telah mencapai rekor US$353 triliun. Utang Amerika Serikat bahkan telah menembus US$40 triliun. Kondisi tersebut meningkatkan kekhawatiran terhadap risiko fiskal dan stabilitas pasar obligasi global.

Ketidakpastian perdagangan turut memperburuk prospek. Kebuntuan tarif antara Amerika Serikat dan Kanada berpotensi memicu gejolak pada dolar Kanada (CAD) jika konflik dagang kembali meningkat.

baca juga

Elev8 menilai periode 15-18 September akan menjadi salah satu periode paling berisiko bagi pasar valas tahun ini. Kombinasi keputusan bank sentral, kejutan data ekonomi, tekanan obligasi, kenaikan harga minyak dan risiko geopolitik berpotensi memicu volatilitas ekstrem.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pertumbuhan Ekonomi RI Diproyeksi Capai 5,2% pada 2026

Pertumbuhan Ekonomi RI Diproyeksi Capai 5,2% pada 2026

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 10:33 WIB

Wacana Wajib Rekening Bank untuk Warga, Ekonom Ingatkan Ancaman dan Beban APBN

Wacana Wajib Rekening Bank untuk Warga, Ekonom Ingatkan Ancaman dan Beban APBN

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 10:17 WIB

Tumbuh 7,28 Persen, Ekonomi Batam Melesat Lampaui Angka Nasional

Tumbuh 7,28 Persen, Ekonomi Batam Melesat Lampaui Angka Nasional

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 18:30 WIB

Terkini

Gojek Gandeng Universitas Indonesia, Bedah Strategi Jadi Juara dengan Teknologi

Gojek Gandeng Universitas Indonesia, Bedah Strategi Jadi Juara dengan Teknologi

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 13:49 WIB

IPOSC 2026 Digelar Saat Karhutla Parah, Muncul Desakan agar Acara Sawit Dibatalkan

IPOSC 2026 Digelar Saat Karhutla Parah, Muncul Desakan agar Acara Sawit Dibatalkan

Kalbar | Senin, 14 September 2026 | 13:49 WIB

Kades Ramai-ramai Minta Pilkades Ditunda dan Jabatan Diperpanjang, Mendagri Beri Jawaban Ini

Kades Ramai-ramai Minta Pilkades Ditunda dan Jabatan Diperpanjang, Mendagri Beri Jawaban Ini

News | Senin, 14 September 2026 | 13:45 WIB

3 Poin Konten YouTube Maudy Ayunda Soal Bad News yang Dianggap Tone Deaf

3 Poin Konten YouTube Maudy Ayunda Soal Bad News yang Dianggap Tone Deaf

Entertainment | Senin, 14 September 2026 | 13:44 WIB

Tito Soroti Wacana Pemakzulan Bupati Tapteng: Jangan Korbankan Rakyat karena Konflik Politik

Tito Soroti Wacana Pemakzulan Bupati Tapteng: Jangan Korbankan Rakyat karena Konflik Politik

News | Senin, 14 September 2026 | 13:43 WIB

3 Rekomendasi Parfum Woody Citrus Lokal untuk Tampil Segar dan Elegan

3 Rekomendasi Parfum Woody Citrus Lokal untuk Tampil Segar dan Elegan

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 13:43 WIB

Nada Kasih Gelar Konser Amal Harapan dalam Harmoni,  Bantu Anak Butuh Layanan Kesehatan

Nada Kasih Gelar Konser Amal Harapan dalam Harmoni, Bantu Anak Butuh Layanan Kesehatan

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 13:42 WIB

Defisit APBN Tembus Rp235,6 Triliun hingga Juli 2026, Purbaya: Masih Terkendali

Defisit APBN Tembus Rp235,6 Triliun hingga Juli 2026, Purbaya: Masih Terkendali

Video | Senin, 14 September 2026 | 13:36 WIB

Mobil Bekas 7 Seater dengan AC Double Blower, Harga 100 Jutaan

Mobil Bekas 7 Seater dengan AC Double Blower, Harga 100 Jutaan

Otomotif | Senin, 14 September 2026 | 13:31 WIB

Erick Thohir Pasang Target Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Vietnam Ancaman Nyata

Erick Thohir Pasang Target Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Vietnam Ancaman Nyata

Bola | Senin, 14 September 2026 | 13:31 WIB

×