Bagi Linggar, pengalaman tersebut menunjukkan bahwa Sekolah Rakyat tidak hanya menjadi tempat untuk mendapatkan pendidikan formal, tetapi juga ruang untuk mengembangkan kemampuan dan menemukan potensi diri.
Selain Linggar, sejumlah siswa juga membagikan pengalaman mereka sebelum dan setelah bergabung dengan Sekolah Rakyat. Cerita tersebut menjadi penyemangat bagi siswa yang baru bergabung pada tahun ajaran 2026/2027.
Dalam suasana yang berlangsung hangat dan akrab, Gus Ipul menyempatkan diri duduk bersama para siswa dan berbincang mengenai keseharian mereka. Ia mendengarkan pengalaman siswa, termasuk perubahan yang mereka rasakan setelah mendapatkan kesempatan belajar di Sekolah Rakyat.
Suasana makan malam semakin meriah dengan penampilan band siswa yang membawakan sejumlah lagu, di antaranya “Aku Milikmu” dari Dewa 19, “Saat Kau Telah Mengerti” dari Virgoun, “Gema Adzan” dari Tegar serta "Laskar Pelangi" dari Nidji.
Pada kesempatan yang sama di hadapan para siswa, Gus Ipul juga berpesan agar mereka tetap menghormati dan menyayangi orang tua, apa pun kondisi ekonomi keluarga. Ia mengingatkan bahwa sebagian orang tua siswa mungkin bekerja sebagai buruh, pekerja bangunan, pekerja rumah tangga, atau bahkan sedang tidak memiliki pekerjaan. Kondisi tersebut, kata Gus Ipul, tidak boleh menjadi alasan bagi anak untuk kehilangan rasa bangga dan hormat kepada orang tua.
Para siswa justru diharapkan menjadikan kesempatan belajar di Sekolah Rakyat sebagai momentum untuk membangun masa depan yang lebih baik dan kelak membahagiakan orang tua.
Dengan penguatan pendidikan dan keterampilan tersebut, Sekolah Rakyat diharapkan mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dan pilihan masa depan masing-masing. ***