Bandara Radin Inten II Dibuka Lagi Usai Lumpuh Akibat Abu Anak Krakatau

Muhamad Yasir

Selasa, 08 September 2026 | 13:14 WIB
Bandara Radin Inten II Dibuka Lagi Usai Lumpuh Akibat Abu Anak Krakatau
Pesawat dari maskapai Garuda Indonesia mulai beroperasi di Bandara Radin Inten II setelah bandar udara mengalami penutupan akibat terdampak abu vulkanik Krakatau. ANTARA/HO-Bandara Radin Inten.
baca 10 detik
  • Bandara Radin Inten II di Lampung kembali beroperasi setelah sebelumnya sempat ditutup akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
  • Pengelola bandara melakukan pemantauan berkala dan pemeriksaan menyeluruh sejak Senin malam hingga Selasa, 8 September 2026, untuk memastikan keamanan penerbangan.
  • Penerbangan perdana ditandai dengan keberangkatan pesawat Garuda Indonesia rute TKG-CGK pukul 10.15 WIB setelah hasil uji udara dinyatakan negatif.

Suara.com - Bandara Radin Inten II Lampung kembali melayani penerbangan setelah sempat terdampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK).

Operasional bandara kembali dibuka setelah otoritas melakukan pemantauan dan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi ruang udara maupun fasilitas bandara untuk memastikan penerbangan aman.

"Kami terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait untuk memastikan operasional penerbangan dapat berjalan dengan aman, lancar dan tetap mengutamakan keselamatan," ujar General Manager Bandara Radin Inten II Kiki Eprina Arieanti dikutip dari ANTARA, Selasa (8/9/2026).

Kiki mengatakan keputusan membuka kembali bandara diambil setelah pemantauan sebaran abu vulkanik dilakukan secara berkala, termasuk pemeriksaan setiap jam terhadap kondisi ruang udara di sekitar bandara.

"Sejak Senin (7/9) malam hingga hari ini, hasil pemantauan melalui paper test telah menunjukkan hasil negatif atau tidak didapati partikel abu vulkanik di ruang udara Bandara Radin Inten II," katanya.

Selama bandara terdampak abu vulkanik, pengelola melakukan sejumlah langkah mitigasi, mulai dari pemantauan kondisi ruang udara hingga pembersihan fasilitas sisi udara dan sisi darat.

Koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan juga terus dilakukan untuk memastikan kondisi lingkungan penerbangan tetap aman.

Selain itu, pengelola bandara memberikan penanganan kepada calon penumpang yang terdampak pembatalan penerbangan melalui prosedur Service Recovery Activation (SRA).

Kiki mengatakan penanganan calon penumpang terdampak menjadi salah satu prioritas selama operasional bandara terganggu.

baca juga

"Sekaligus sebagai bentuk empati manajemen terhadap calon penumpang yang mengalami pembatalan penerbangan," katanya.

Kembalinya operasional Bandara Radin Inten II ditandai dengan keberangkatan pesawat Garuda Indonesia GA 077 dengan rute TKG-CGK pada pukul 10.15 WIB.

Meski telah kembali dibuka, operasional penerbangan tetap dapat berubah mengikuti perkembangan aktivitas vulkanik dan kondisi keselamatan penerbangan.

Penampakan Gunung Anak Krakatau erupsi. (Dok. esdm.go.id)
Penampakan Gunung Anak Krakatau erupsi. (Dok. esdm.go.id)

Sempat Terdampak Abu Vulkanik

Sebelumnya, sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau mengganggu ruang udara dan operasional sejumlah bandara sejak Sabtu (5/9/2026).

Delapan bandara sempat terdampak dan mengalami penutupan operasional, yakni Bandara Soekarno-Hatta Banten, Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta, Bandara Radin Inten II Lampung, Bandara Husein Sastranegara Bandung, Bandara Budiarto Curug Banten, Bandara Pondok Cabe Banten, Bandara Muhammad Taufiq Kiemas di Pesisir Barat, Lampung, serta Bandara Atung Bungsu di Pagar Alam, Sumatera Selatan.

Bandara Atung Bungsu kemudian kembali beroperasi normal sejak Senin (7/9) pukul 09.00 WIB.

Sejumlah bandara lain juga mulai dibuka kembali secara bertahap sejak Selasa (8/9) dini hari setelah dilakukan evaluasi keselamatan penerbangan.

Bandara Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusuma, dan Husein Sastranegara dinyatakan kembali aktif mulai pukul 00.01 WIB, disusul Bandara Budiarto Curug dan Pondok Cabe pada pukul 02.25 WIB.

Sementara itu, Bandara Muhammad Taufiq Kiemas di Lampung masih menunggu perkembangan kondisi sebaran abu vulkanik.

Setiap pembukaan kembali bandara dilakukan dengan sejumlah pemeriksaan keselamatan.

Otoritas bandara bersama maskapai harus memastikan kondisi pesawat layak terbang, sementara pilot dan kru operasional wajib mengetahui restricted polygon, yakni wilayah udara yang dibatasi atau dilarang dilintasi karena terdeteksi memiliki sebaran abu vulkanik.

Kementerian Perhubungan juga meminta maskapai terus berkoordinasi dengan pengelola bandara, otoritas penerbangan, dan instansi terkait agar operasional penerbangan tetap mengutamakan aspek keamanan dan keselamatan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Abu Vulkanik Anak Krakatau Tak Cuma Ganggu Pernapasan, Jantung Juga Bisa Terdampak

Abu Vulkanik Anak Krakatau Tak Cuma Ganggu Pernapasan, Jantung Juga Bisa Terdampak

News | Selasa, 08 September 2026 | 11:26 WIB

Gunung Anak Krakatau Masih Siaga, 6 Kali Erupsi Strombolian Terekam

Gunung Anak Krakatau Masih Siaga, 6 Kali Erupsi Strombolian Terekam

News | Selasa, 08 September 2026 | 11:06 WIB

Dampak Abu Krakatau: Ribuan Penerbangan Batal, Delay, dan Dialihkan

Dampak Abu Krakatau: Ribuan Penerbangan Batal, Delay, dan Dialihkan

News | Selasa, 08 September 2026 | 08:35 WIB

Terkini

Kemarau Panjang Bikin Warga Pondok Labu Kelimpungan Cari Air Bersih

Kemarau Panjang Bikin Warga Pondok Labu Kelimpungan Cari Air Bersih

News | Selasa, 15 September 2026 | 18:18 WIB

Terkuak Skenario Berdarah Pembunuhan di Sekampung: Korban Ditikam 29 Kali Demi Menguasai Xpander

Terkuak Skenario Berdarah Pembunuhan di Sekampung: Korban Ditikam 29 Kali Demi Menguasai Xpander

Lampung | Selasa, 15 September 2026 | 18:17 WIB

Tampang Fahd A Rafiq Resmi Pakai Rompi Oranye Usai Kena OTT KPK

Tampang Fahd A Rafiq Resmi Pakai Rompi Oranye Usai Kena OTT KPK

News | Selasa, 15 September 2026 | 18:10 WIB

Ingin Pensiun Nyaman? Siapkan Dana Sejak Dini lewat BRI DPLK di BRImo

Ingin Pensiun Nyaman? Siapkan Dana Sejak Dini lewat BRI DPLK di BRImo

Sumbar | Selasa, 15 September 2026 | 18:05 WIB

20 Ribu Prompt Belum Tentu Jadi Hak Cipta, Pakar Soroti Batas Karya AI

20 Ribu Prompt Belum Tentu Jadi Hak Cipta, Pakar Soroti Batas Karya AI

Jawa Tengah | Selasa, 15 September 2026 | 18:04 WIB

Patroli Titik Rawan Karhutla, Pesawat Khusus Disiagakan Amankan Habitat Gajah Sumatra di Jambi

Patroli Titik Rawan Karhutla, Pesawat Khusus Disiagakan Amankan Habitat Gajah Sumatra di Jambi

News | Selasa, 15 September 2026 | 18:04 WIB

Breakingnews! Arab Saudi Umumkan Waspada Serangan Udara ke Makkah dan Jeddah

Breakingnews! Arab Saudi Umumkan Waspada Serangan Udara ke Makkah dan Jeddah

News | Selasa, 15 September 2026 | 18:04 WIB

DBH Kurang Bayar Sumsel Hampir Rp1 Triliun, Fiskal Daerah Masih Tertekan

DBH Kurang Bayar Sumsel Hampir Rp1 Triliun, Fiskal Daerah Masih Tertekan

Sumsel | Selasa, 15 September 2026 | 18:00 WIB

Jangan Campur Dompet Pribadi dan Bisnis! Ini Cara Atur Keuangan ala BRI

Jangan Campur Dompet Pribadi dan Bisnis! Ini Cara Atur Keuangan ala BRI

Bri | Selasa, 15 September 2026 | 18:00 WIB

Ada OTT KPK di Kantah Bogor, Wamen ATR/BPN Jamin Pelayanan Masyarakat Tak Terganggu

Ada OTT KPK di Kantah Bogor, Wamen ATR/BPN Jamin Pelayanan Masyarakat Tak Terganggu

News | Selasa, 15 September 2026 | 17:59 WIB

×