Dampak Abu Krakatau: Ribuan Penerbangan Batal, Delay, dan Dialihkan

Muhamad Yasir

Selasa, 08 September 2026 | 08:35 WIB
Dampak Abu Krakatau: Ribuan Penerbangan Batal, Delay, dan Dialihkan
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi (kiri) memantau secara langsung perkembangan dampak erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) terhadap operasional penerbangan dari pusat pemantauan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (6/9/2026). ANTARA/HO-Kemenhub
baca 10 detik
  • Sebanyak 341 ribu penumpang dan 2.961 penerbangan terdampak akibat penutupan tujuh bandara karena erupsi Gunung Anak Krakatau.
  • Menteri Perhubungan menyatakan penutupan tujuh bandara sempat diperpanjang demi keselamatan penerbangan akibat sebaran abu vulkanik yang dinamis.
  • Tiga bandara, yaitu Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusuma, dan Husein Sastranegara, kembali beroperasi secara bertahap pada Selasa.

Suara.com - Sebanyak 341 ribu penumpang pesawat terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) hingga Senin (7/9/2026) sore. Dampak tersebut terjadi setelah sejumlah bandara ditutup sementara akibat sebaran abu vulkanik.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan terdapat 2.961 penerbangan domestik dan internasional yang terdampak perubahan operasional bandara.

"Hingga Senin (7/9) sore, sebanyak 2.961 penerbangan terdampak perubahan operasional bandara akibat sebaran abu vulkanik, di antaranya 2.339 penerbangan domestik dan 622 internasional," kata Dudi dikutip dari ANTARA, Selasa (8/9/2026).

Dudy mengatakan penerbangan yang terdampak mencakup pembatalan, penundaan, hingga pengalihan penerbangan.

Sebanyak tujuh bandara sempat ditutup akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Ketujuhnya yakni Bandara Soekarno-Hatta, Banten; Radin Inten II, Lampung; Budiarto, Banten; Halim Perdanakusuma, Jakarta; Pondok Cabe, Banten; Muhammad Taufiq Kiemas, Lampung; dan Husein Sastranegara, Jawa Barat.

Penutupan operasional tujuh bandara tersebut diperpanjang hingga Senin (7/9) pukul 23.59 WIB. Keputusan itu diambil untuk memastikan keselamatan penerbangan karena arah angin yang membawa abu vulkanik masih dinamis.

"Kenapa kami bersikap konservatif, karena arah angin sangat dinamis. Kita ingin memastikan betul bahwa debu vulkanik ini menjauh dari lokasi bandara yang ada di sekitar Gunung Anak Krakatau," katanya.

Meski hasil paper test di sejumlah bandara menunjukkan hasil negatif, pembukaan operasional tetap menunggu hasil Volcanic Ash Advisory Centre (VAAC) Darwin sebagai pusat rujukan resmi.

Pengelola bandara juga melakukan pemeriksaan dan pembersihan fasilitas sisi udara, termasuk runway, taxiway, dan apron. Maskapai melakukan pemeriksaan serta pembersihan pesawat dari kemungkinan paparan abu vulkanik sebelum kembali beroperasi.

baca juga

Tiga Bandara Kembali Beroperasi

Tiga bandara kemudian mulai kembali melayani penerbangan secara bertahap pada Selasa (8/9/2026).

Ketiganya yakni Bandara Internasional Soekarno-Hatta Tangerang, Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta, dan Bandara Husein Sastranegara Bandung.

Berdasarkan Notice to Air Missions (Notam) AirNav Indonesia, Soekarno-Hatta kembali beroperasi pukul 00.30 WIB, Halim Perdanakusuma pukul 00.40 WIB, dan Husein Sastranegara pukul 00.42 WIB.

Pemulihan penerbangan dilakukan bertahap dengan mempertimbangkan kondisi operasional masing-masing bandara. Di Soekarno-Hatta, pengaturan arus keberangkatan dan kedatangan dilakukan melalui Air Traffic Flow Management (ATFM).

Calon penumpang diminta memeriksa status dan jadwal penerbangan melalui kanal resmi maskapai sebelum menuju bandara karena masih terdapat penyesuaian jadwal penerbangan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Akhirnya Dibuka! Bandara Soetta Beroperasi Bertahap, Disusul Halim dan Husein Sastranegara

Akhirnya Dibuka! Bandara Soetta Beroperasi Bertahap, Disusul Halim dan Husein Sastranegara

News | Selasa, 08 September 2026 | 07:48 WIB

Kenapa Abu Vulkanik Bisa Bikin Pesawat Dilarang Terbang?

Kenapa Abu Vulkanik Bisa Bikin Pesawat Dilarang Terbang?

News | Senin, 07 September 2026 | 22:19 WIB

Partikel Abu Vulkanik Lebih Halus dari Bedak Bayi, Stella Christie Imbau Mahasiswa 'Stay Indoor'

Partikel Abu Vulkanik Lebih Halus dari Bedak Bayi, Stella Christie Imbau Mahasiswa 'Stay Indoor'

News | Senin, 07 September 2026 | 20:34 WIB

Terkini

Pemerintah Siapkan 150.000 Ton Jagung SPHP, Peternak Kecil Dapat Harga Rp5.000/Kg

Pemerintah Siapkan 150.000 Ton Jagung SPHP, Peternak Kecil Dapat Harga Rp5.000/Kg

Bisnis | Selasa, 08 September 2026 | 08:31 WIB

Antrean Truk Mengular dan Harga Gas Melonjak, Pertamina Harus Beri Penjelasan!

Antrean Truk Mengular dan Harga Gas Melonjak, Pertamina Harus Beri Penjelasan!

Sulsel | Selasa, 08 September 2026 | 08:29 WIB

Titik Api 500 Meter dari Akses Utama, Helikopter TNI AU Dikerahkan Padamkan TPA Galuga

Titik Api 500 Meter dari Akses Utama, Helikopter TNI AU Dikerahkan Padamkan TPA Galuga

Bogor | Selasa, 08 September 2026 | 08:27 WIB

Dari MPP hingga Zona Integritas, Menteri PANRB Dorong Transformasi Pelayanan Publik

Dari MPP hingga Zona Integritas, Menteri PANRB Dorong Transformasi Pelayanan Publik

News | Selasa, 08 September 2026 | 08:27 WIB

21 Perusahaan Terlibat Karhutla Didesak Diproses Hukum, Satu di Riau

21 Perusahaan Terlibat Karhutla Didesak Diproses Hukum, Satu di Riau

Riau | Selasa, 08 September 2026 | 08:26 WIB

Beras Premium Mulai Langka, Bulog Distribusi 75.000 Ton ke Ritel Modern

Beras Premium Mulai Langka, Bulog Distribusi 75.000 Ton ke Ritel Modern

Bisnis | Selasa, 08 September 2026 | 08:24 WIB

Riset Ungkap Dampak Produk Tembakau Dipanaskan ke Kualitas Udara

Riset Ungkap Dampak Produk Tembakau Dipanaskan ke Kualitas Udara

Bisnis | Selasa, 08 September 2026 | 08:21 WIB

Cara Menghitung Diskon dan Harga Akhir Setelah Diskon, Lengkap dengan Contohnya

Cara Menghitung Diskon dan Harga Akhir Setelah Diskon, Lengkap dengan Contohnya

Tekno | Selasa, 08 September 2026 | 08:20 WIB

Penerbangan Pekanbaru-Jakarta Kembali Normal Pasca Erupsi Anak Krakatau

Penerbangan Pekanbaru-Jakarta Kembali Normal Pasca Erupsi Anak Krakatau

Riau | Selasa, 08 September 2026 | 08:16 WIB

Kenapa Toko Apple Masih Diperbanyak Saat Belanja Gadget Makin Online?

Kenapa Toko Apple Masih Diperbanyak Saat Belanja Gadget Makin Online?

Tekno | Selasa, 08 September 2026 | 08:10 WIB

×