Dampak Terbaru Perang AS-Iran Bikin Analis Kaget Kondisi Harga Minyak Dunia Jadi Begini

Pebriansyah Ariefana

Selasa, 08 September 2026 | 13:15 WIB
Dampak Terbaru Perang AS-Iran Bikin Analis Kaget Kondisi Harga Minyak Dunia Jadi Begini
Iustrasi Kilang Minyak [Pexels].
baca 10 detik
  • Harga minyak dunia menembus level tertinggi akibat serangan militer antara AS dan Iran.

  • Baku tembak di perairan strategis merusak kapal tanker dan mendongkrak harga gas.

  • Analis memperkirakan gangguan rantai pasok energi global akan berlangsung hingga tahun 2027.

Suara.com - Lonjakan harga minyak dunia terus berlanjut hingga menembus level tertinggi dalam 6 minggu terakhir. Perang antara Amerika Serikat dan Iran menjadi pemicu utama kegelisahan pasar global saat ini.

Kontrak berjangka Brent untuk pengiriman November mengalami kenaikan sebesar 1,1 persen hingga menyentuh angka 97,00 dolar AS per barel. Di sisi lain, jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Oktober melonjak 2,1 persen menjadi 93,43 dolar AS per barel.

Ketegangan baru ini meletus setelah militer Amerika Serikat menggempur tiga kapal tanker minyak milik Iran pada Sabtu lalu. Langkah ekstrem tersebut diambil setelah pihak Iran melepaskan rudal balistik ke arah dua kapal perang milik Angkatan Laut AS.

Pakistan dan Iran meraih kemajuan signifikan dalam negosiasi perdamaian dan pembukaan kembali Selat Hormuz. (Iran Gov)
Pakistan dan Iran meraih kemajuan signifikan dalam negosiasi perdamaian dan pembukaan kembali Selat Hormuz. (Iran Gov)

Pemerintah Iran langsung merespons keras tindakan penyerangan terhadap armada niaga mereka di perairan internasional. Kementerian Luar Negeri Iran dalam pernyataan resminya pada Sabtu mengecam serangan ke kapal komersial tersebut sebagai kejahatan perang dan aksi perang ekonomi.

Eskalasi militer yang mendadak ini mengejutkan para pengamat pasar komoditas energi di tingkat global.

“Ini tampaknya menjadi eskalasi besar dan ketegangan sekali lagi meningkat,” ujar David Morrison, analis pasar senior di Trade Nation, seraya menyoroti pernyataan Menteri Energi AS Chris Wright yang menyebutkan mungkin terbukti mustahil untuk mencapai kesepakatan dengan Iran guna mencegahnya memperoleh senjata nuklir.

Dampak buruk dari konfrontasi militer ini tidak hanya memukul sektor minyak bumi semata. Aksi saling balas pada akhir pekan tersebut turut mendorong lonjakan harga gas alam hingga mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah.

Ancaman balasan terus mengalir deras dari pejabat tinggi kedua negara melalui media sosial.

"Serang aset kami dan Anda akan diserang," tulis Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf pada hari Senin dalam sebuah unggahan di platform X.

baca juga

Pernyataan bersiap perang tersebut dilontarkan guna membalas gertakan terbuka dari pihak Pentagon sebelumnya. Hal itu merupakan respons terhadap unggahan Menteri Pertahanan Pete Hegseth yang menulis bahwa AS "akan menghancurkan (dan menenggelamkan)" tanker minyak Iran jika Iran menembaki kapal-kapal AS.

Lembaga keuangan internasional Goldman Sachs bergerak cepat merespons situasi darurat ini dengan menaikkan proyeksi harga. Pada hari Senin, bank investasi ini menaikkan perkiraan harga Brent dan WTI masing-masing sebesar 5 dolar AS menjadi 85 dolar AS dan 80 dolar AS per barel untuk Desember 2026, serta menjadi 80 dolar AS dan 75 dolar AS per barel untuk tahun 2027.

Analisis Goldman Sachs mengindikasikan bahwa hambatan distribusi pasokan di Timur Tengah berpotensi membentang hingga kurun waktu 2027.

“Pasar semakin memperhitungkan konflik Timur Tengah yang berkepanjangan,” kata Goldman, sembari menambahkan bahwa tarif tanker minyak mentah Teluk Persia ke China pada kuartal kedua tahun 2027 kini memperhitungkan gangguan pengiriman yang berlangsung hingga periode tersebut.

Pihak Gedung Putih juga memberikan sinyal mengenai optimisme penyelesaian konflik jangka panjang dalam pandangan politik mereka.

Aksi saling serang yang terjadi pada akhir pekan lalu menjadi puncak baru dari ketegangan politik dan militer yang telah berlangsung lama antara Washington dan Tehran. Perairan vital di Timur Tengah, khususnya jalur perkapalan Teluk Persia, kembali menjadi titik panas pertikaian yang mengancam stabilitas pasokan energi dunia.

Ketidakpastian diplomasi nuklir serta meningkatnya intensitas kehadiran militer kedua belah pihak membuat pasar global bersiap menghadapi dampak ekonomi berkepanjangan. Kondisi geopolitik yang belum mereda ini terus membayangi pergerakan harga komoditas dan memperlambat pemulihan ekonomi internasional.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Konflik AS - Iran Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak Dekati Rekor Tertinggi

Konflik AS - Iran Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak Dekati Rekor Tertinggi

Bisnis | Selasa, 08 September 2026 | 09:46 WIB

Donald Trump Sebut AS Mungkin Segera Serang Fasilitas Pickaxe Iran

Donald Trump Sebut AS Mungkin Segera Serang Fasilitas Pickaxe Iran

Video | Senin, 07 September 2026 | 21:20 WIB

Iran Blokir Kawasan Teluk Baru Setelah Militer AS Hantam Tanker Minyak Kharg

Iran Blokir Kawasan Teluk Baru Setelah Militer AS Hantam Tanker Minyak Kharg

News | Senin, 07 September 2026 | 15:07 WIB

Terkini

3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian

3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian

Otomotif | Sabtu, 12 September 2026 | 10:25 WIB

Audiensi Berujung Ricuh: Anggota DPRD Malang Masuk RS Usai Diseruduk Warga

Audiensi Berujung Ricuh: Anggota DPRD Malang Masuk RS Usai Diseruduk Warga

Malang | Sabtu, 12 September 2026 | 10:24 WIB

IU Bahas Menua Bersama Yoo In Na di Lagu Comeback, Dear my crazy soulmate

IU Bahas Menua Bersama Yoo In Na di Lagu Comeback, Dear my crazy soulmate

Your Say | Sabtu, 12 September 2026 | 10:23 WIB

BCA Syariah Hadirkan Program Jemput Berkah di BCA Expo 2026, Dorong Inklusi Keuangan Syariah

BCA Syariah Hadirkan Program Jemput Berkah di BCA Expo 2026, Dorong Inklusi Keuangan Syariah

Bisnis | Sabtu, 12 September 2026 | 10:21 WIB

Gempa Guncang Laut Jakarta, Kenapa Tidak Terasa di Wilayah Ibu Kota?

Gempa Guncang Laut Jakarta, Kenapa Tidak Terasa di Wilayah Ibu Kota?

News | Sabtu, 12 September 2026 | 10:20 WIB

Masa Depan Industri Kecantikan: Saat AI dan Analisis Kulit 3D Ubah Cara Klinik Gaet Pasien

Masa Depan Industri Kecantikan: Saat AI dan Analisis Kulit 3D Ubah Cara Klinik Gaet Pasien

Lifestyle | Sabtu, 12 September 2026 | 10:15 WIB

Mark Lee Ungkap Arti Cinta Sejati di Lagu Comeback Solo Terbaru, My Friend

Mark Lee Ungkap Arti Cinta Sejati di Lagu Comeback Solo Terbaru, My Friend

Your Say | Sabtu, 12 September 2026 | 10:15 WIB

Hari ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang: Tim SAR Sisir 4.600 Mil Persegi Lewat Laut dan Udara

Hari ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang: Tim SAR Sisir 4.600 Mil Persegi Lewat Laut dan Udara

News | Sabtu, 12 September 2026 | 10:09 WIB

Sentil Isu Sensitif, Mahfud MD Ingatkan Pesan Prabowo Soal Masa Depan Bangsa

Sentil Isu Sensitif, Mahfud MD Ingatkan Pesan Prabowo Soal Masa Depan Bangsa

Video | Sabtu, 12 September 2026 | 10:08 WIB

Gubernur Khofifah Raih PRIWOLA 2026, Tegaskan Komitmen Perkuat Komunikasi Publik di Jatim

Gubernur Khofifah Raih PRIWOLA 2026, Tegaskan Komitmen Perkuat Komunikasi Publik di Jatim

Jatim | Sabtu, 12 September 2026 | 10:06 WIB

×