Bantah Teori Konspirasi Asing di Balik Erupsi Gunung, Pakar UGM: Proses Alami

Bella, Hiskia Andika Weadcaksana

Selasa, 08 September 2026 | 15:19 WIB
Bantah Teori Konspirasi Asing di Balik Erupsi Gunung, Pakar UGM: Proses Alami
Ilustrasi gunung berapi saat mengalami aktivitas erupsi. (Foto: Pexels/Carlos)
baca 10 detik
  • Pakar UGM Agung Harijoko menegaskan erupsi enam gunung api di Indonesia murni proses alami bumi pada Selasa, 8 September 2026.
  • Spekulasi publik yang mengaitkan letusan gunung dengan proyek asing HAARP dipastikan tidak memiliki bukti ilmiah dan dasar saintifik.
  • Kesamaan waktu erupsi terjadi akibat akumulasi tekanan magma masing-masing gunung yang melampaui batas secara bersamaan secara kebetulan.

Suara.com - Munculnya spekulasi publik yang mengaitkan erupsi beberapa gunung api di Indonesia dalam waktu berdekatan dengan teknologi rekayasa asing seperti proyek High-frequency Active Auroral Research Program (HAARP) dinilai tak beralasan. Fenomena alam tersebut dipastikan berdiri sendiri akibat dinamika vulkanik internal bumi.

Pakar Vulkanologi Universitas Gadjah Mada (UGM), Agung Harijoko, menegaskan bahwa letusan beberapa gunung yang terjadi dalam waktu berdekatan tidak berkaitan dengan campur tangan manusia maupun teknologi dari luar negeri.

Aktivitas erupsi yang berlangsung secara bersamaan merupakan hal wajar apabila masing-masing gunung api telah mencapai akumulasi tekanan magma tertentu pada dapur magmanya.

"Jadi kalau di dalam magma chamber-nya itu memang terjadi pengayaan tekanan, pressure dari magmanya ya dia bisa erupsi," kata Agung kepada Suara.com, Selasa (8/9/2026).

Agung menyampaikan bahwa pemicu utama letusan gunung api murni berasal dari proses geologi alami yang terus berlangsung di dalam perut bumi, bukan hasil rekayasa eksternal.

Ia menegaskan bahwa pernyataan yang mengaitkan aktivitas gunung api dengan proyek penelitian luar negeri sama sekali tidak memiliki pijakan ilmiah maupun pembuktian saintifik.

"Pemicunya ya alami saja, proses-proses alam, ada di alam kita ini. Apakah kemudian dari proyek apa tadi itu? Kok ya itu dikait-kaitkan seperti itu. Nah, tapi kan itu kemudian juga enggak ada bukti kan... Itu saya belum pernah membaca, terus terang," ungkapnya.

Ia mengatakan kajian literatur sains dan riset akademik yang ada hingga kini juga belum ada yang membuktikan bahwa teknologi manusia dapat memicu erupsi magmatis gunung api dari jauh.

Agung menyarankan agar publik memandang fenomena kebumian ini secara objektif berbasis keilmuan geologi, ketimbang mengesahkan asumsi yang belum teruji.

baca juga

"Saya lebih tertariknya juga bahwa itu adalah proses alamiah aja, gitu loh. Proses alam memang magma proses geologi yang ada di gunung api," tandasnya.

Erupsi Gunung Anak Krakatau (Dok PVMBG)
Erupsi Gunung Anak Krakatau (Dok PVMBG)

Letusan dapat terjadi sewaktu-waktu tanpa harus menunggu instruksi atau dorongan dari luar, selama ambang batas tekanan di dalam kantong magma gunung aktif tersebut telah terpenuhi.

Apalagi, sebagai negara yang berada di jalur Cincin Api, Indonesia memiliki puluhan gunung api aktif dengan karakteristik dan sistem saluran magma yang saling bebas satu sama lain.

Agung menegaskan, kesamaan waktu erupsi antargunung api murni merupakan kebetulan geometris dan geologis saat batas akumulasi tekanan pada masing-masing sistem gunung api terlampaui secara bersamaan.

Publik diimbau untuk bersikap kritis dan memprioritaskan edukasi kebencanaan ketimbang termakan narasi konspiratif yang menyesatkan.

"Sehingga ya mereka masing-masing punya sistemnya sendiri, kemudian di sana sudah tekanannya terlampaui, di tempat lain tekanan terlampaui, ya semua erupsi," ujarnya.

Baru-baru ini, muncul teori konspirasi yang mengaitkan fenomena erupsi enam gunung api di Indonesia dengan High-frequency Active Auroral Research Program (HAARP).

Narasi itu dibagikan oleh Tenaga Ahli Utama di Kantor Staf Presiden (KSP), Ulta Levenia Nababan. Ia menuduh fasilitas riset asal Alaska, Amerika Serikat, tersebut sebagai biang kerok di balik bencana alam seperti gempa bumi dan gunung meletus.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gunung Anak Krakatau Mulai Tenang: Tak Ada Ancaman Tsunami, Penerbangan Kembali Normal

Gunung Anak Krakatau Mulai Tenang: Tak Ada Ancaman Tsunami, Penerbangan Kembali Normal

News | Selasa, 08 September 2026 | 15:03 WIB

6 Komponen Mobil yang Wajib Diperiksa Usai Terpapar Abu Vulkanik Anak Krakatau

6 Komponen Mobil yang Wajib Diperiksa Usai Terpapar Abu Vulkanik Anak Krakatau

Otomotif | Selasa, 08 September 2026 | 14:28 WIB

Abu Vulkanik Anak Krakatau Ancam Kesehatan, Legislator PDIP Desak Pemerintah Perkuat Mitigasi

Abu Vulkanik Anak Krakatau Ancam Kesehatan, Legislator PDIP Desak Pemerintah Perkuat Mitigasi

News | Selasa, 08 September 2026 | 14:23 WIB

Aktivitas Vulkanik Anak Krakatau, Kedutaan AS Ingatkan Warganya untuk Waspada

Aktivitas Vulkanik Anak Krakatau, Kedutaan AS Ingatkan Warganya untuk Waspada

Video | Selasa, 08 September 2026 | 14:22 WIB

Sapu Bersih Abu Krakatau, Modifikasi Cuaca hingga Pesawat Penyemprot Dikerahkan di Langit Jakarta

Sapu Bersih Abu Krakatau, Modifikasi Cuaca hingga Pesawat Penyemprot Dikerahkan di Langit Jakarta

News | Selasa, 08 September 2026 | 14:09 WIB

Gunung Anak Krakatau Erupsi 4 Kali Hari Ini, PVMBG Larang Aktivitas dalam Radius 3 KM

Gunung Anak Krakatau Erupsi 4 Kali Hari Ini, PVMBG Larang Aktivitas dalam Radius 3 KM

News | Selasa, 08 September 2026 | 13:32 WIB

Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Mengarah ke Banten, Ketinggian Capai 2,1 KM

Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Mengarah ke Banten, Ketinggian Capai 2,1 KM

Lifestyle | Selasa, 08 September 2026 | 13:37 WIB

Waspada Sisa Abu Krakatau di Jakarta! Warga Tetap Diimbau Pakai Masker

Waspada Sisa Abu Krakatau di Jakarta! Warga Tetap Diimbau Pakai Masker

News | Selasa, 08 September 2026 | 13:25 WIB

Bandara Radin Inten II Dibuka Lagi Usai Lumpuh Akibat Abu Anak Krakatau

Bandara Radin Inten II Dibuka Lagi Usai Lumpuh Akibat Abu Anak Krakatau

News | Selasa, 08 September 2026 | 13:14 WIB

Waspada Bahaya Abu Vulkanik, Dokter Ini Bagikan 4 Tips untuk Lindungi Diri

Waspada Bahaya Abu Vulkanik, Dokter Ini Bagikan 4 Tips untuk Lindungi Diri

Your Say | Selasa, 08 September 2026 | 12:40 WIB

Terkini

Redmi Note 17 Series Siap Hadir di Indonesia, Apa yang Membuatnya Istimewa?

Redmi Note 17 Series Siap Hadir di Indonesia, Apa yang Membuatnya Istimewa?

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 10:25 WIB

Modus Pejabat Desa Jual Kawasan Hutan Rp2 M di Bengkalis, Terungkap dari Karhutla

Modus Pejabat Desa Jual Kawasan Hutan Rp2 M di Bengkalis, Terungkap dari Karhutla

Riau | Minggu, 13 September 2026 | 10:25 WIB

Anak Krakatau Sudah Siaga Sejak Juli, Lalu Mitigasi Pemerintah ke Mana?

Anak Krakatau Sudah Siaga Sejak Juli, Lalu Mitigasi Pemerintah ke Mana?

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 10:23 WIB

Bahas Chemistry Instan, Le Sserafim Comeback dengan Lagu 'Made My Night'

Bahas Chemistry Instan, Le Sserafim Comeback dengan Lagu 'Made My Night'

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 10:15 WIB

7 Cara Menghilangkan Noda Bekas Setrika yang Nempel di Baju dengan Mudah

7 Cara Menghilangkan Noda Bekas Setrika yang Nempel di Baju dengan Mudah

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 10:15 WIB

Harga Diri Dipertaruhkan! Wali Kota Bakar Semangat PSM Jelang Lawan Arema FC

Harga Diri Dipertaruhkan! Wali Kota Bakar Semangat PSM Jelang Lawan Arema FC

Sulsel | Minggu, 13 September 2026 | 10:13 WIB

Kualitas Udara Jakarta Tak Sehat Minggu Pagi, Masuk Tiga Besar Terburuk di Dunia

Kualitas Udara Jakarta Tak Sehat Minggu Pagi, Masuk Tiga Besar Terburuk di Dunia

News | Minggu, 13 September 2026 | 10:10 WIB

10 Manfaat Rutin Membersihkan Pori-pori Wajah, Mencegah Penuaan Dini

10 Manfaat Rutin Membersihkan Pori-pori Wajah, Mencegah Penuaan Dini

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 10:10 WIB

Jepang Cetak Sejarah Dunia Bantu Padamkan Kebakaran Hutan Kalimantan

Jepang Cetak Sejarah Dunia Bantu Padamkan Kebakaran Hutan Kalimantan

News | Minggu, 13 September 2026 | 10:05 WIB

Karhutla 400 Hektare di Kaltim Didominasi Lahan Mineral, BNPB: Sawit Belum Masif

Karhutla 400 Hektare di Kaltim Didominasi Lahan Mineral, BNPB: Sawit Belum Masif

Kaltim | Minggu, 13 September 2026 | 10:05 WIB

×