Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Mengarah ke Banten, Ketinggian Capai 2,1 KM

Chyntia Sami Bhayangkara, Shevinna Putti Anggraeni

Selasa, 08 September 2026 | 13:37 WIB
Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Mengarah ke Banten, Ketinggian Capai 2,1 KM
Sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau (Thread BMKG)
baca 10 detik
  • Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau terdeteksi mengarah ke wilayah Banten.

  • Ketinggian kolom abu vulkanik mencapai 7.000 kaki bergerak ke Barat Daya.

  • Warga diimbau memakai masker dan melindungi mata dari abu vulkanik.

Suara.com - Aktivitas Gunung Anak Krakatau masih menjadi pantauan masyarakat, setelah abu vulkanik akibat erupsinya menyebar di sejumlah wilayah.

Berdasarkan pantauan terbaru pada Selasa (8/9/2026) dilansir dari unggahan Thread BMKG, sebaran abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda tersebut terdeteksi mengarah ke wilayah Banten dan sekitarnya.

Data dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) serta VAAC Darwin, yang diperkuat dengan analisis citra satelit RGB Himawari-9 pada pukul 10.00 WIB, menunjukkan kolom abu vulkanik teridentifikasi cukup signifikan.

Sebaran Abu Hingga 7.000 Kaki

Laporan teknis menyebutkan bahwa debu vulkanik teramati mulai dari permukaan hingga mencapai ketinggian 7.000 kaki atau sekitar 2,1 kilometer di atas permukaan laut.

Angin membawa material vulkanik ini bergerak menuju arah Selatan hingga Barat Daya.

Dampaknya, sebagian wilayah Banten bagian Barat Daya dan area Samudera Hindia di sisi Barat Daya Banten kini berada dalam zona sebaran abu.

"Teridentifikasi sebaran debu vulkanik dari permukaan hingga ketinggian 2,1 km yang bergerak ke arah Selatan-Barat Daya," tulis laporan analisis tersebut.

Bahaya Abu Vulkanik

baca juga

Masyarakat diimbau untuk tidak meremehkan paparan abu vulkanik ini. Meski terlihat seperti debu biasa, partikel abu vulkanik memiliki tekstur yang tajam dan mengandung senyawa asam yang dapat memicu gangguan kesehatan, baik jangka pendek maupun jangka panjang.

Beberapa gejala yang mulai dikeluhkan warga di wilayah terdampak meliputi:

  1. Sesak napas dan batuk-batuk.
  2. Iritasi pada tenggorokan.
  3. Mata terasa perih, merah, hingga gatal.

Panduan Keselamatan

Guna meminimalisir dampak kesehatan akibat erupsi Gunung Anak Krakatau, masyarakat yang berada di zona sebaran abu diminta mengikuti langkah pencegahan berikut:

  1. Wajib Pakai Masker: Jika harus beraktivitas di luar ruangan, gunakan masker medis atau sangat disarankan menggunakan masker N95 untuk menyaring partikel debu halus yang berbahaya bagi paru-paru.
  2. Lindungi Mata: Gunakan kacamata pelindung atau goggles. Bagi pengguna lensa kontak, sebaiknya dilepas sementara waktu karena debu vulkanik dapat menyebabkan goresan serius pada kornea mata.
  3. Amankan Rumah: Tutup rapat seluruh jendela, pintu, dan lubang ventilasi di rumah. Pastikan sumber air bersih dan bahan makanan tertutup rapat agar tidak terkontaminasi material abu.

Warga diminta tetap tenang namun selalu waspada terhadap perkembangan informasi resmi dari PVMBG dan pihak terkait lainnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Waspada Sisa Abu Krakatau di Jakarta! Warga Tetap Diimbau Pakai Masker

Waspada Sisa Abu Krakatau di Jakarta! Warga Tetap Diimbau Pakai Masker

News | Selasa, 08 September 2026 | 13:25 WIB

Bandara Radin Inten II Dibuka Lagi Usai Lumpuh Akibat Abu Anak Krakatau

Bandara Radin Inten II Dibuka Lagi Usai Lumpuh Akibat Abu Anak Krakatau

News | Selasa, 08 September 2026 | 13:14 WIB

Bisnis Maskapai Lumpuh, Erupsi Anak Krakatau Bikin Rugi Rp19 Miliar

Bisnis Maskapai Lumpuh, Erupsi Anak Krakatau Bikin Rugi Rp19 Miliar

Bisnis | Selasa, 08 September 2026 | 12:24 WIB

Cerita Komika Malaysia Terjebak di Jakarta karena Erupsi Anak Krakatau, Terpaksa ke KL dari Yogya

Cerita Komika Malaysia Terjebak di Jakarta karena Erupsi Anak Krakatau, Terpaksa ke KL dari Yogya

News | Selasa, 08 September 2026 | 11:41 WIB

Abu Vulkanik Anak Krakatau Tak Cuma Ganggu Pernapasan, Jantung Juga Bisa Terdampak

Abu Vulkanik Anak Krakatau Tak Cuma Ganggu Pernapasan, Jantung Juga Bisa Terdampak

News | Selasa, 08 September 2026 | 11:26 WIB

Waspada Bahaya Abu Vulkanik, Dokter Ini Bagikan 4 Tips untuk Lindungi Diri

Waspada Bahaya Abu Vulkanik, Dokter Ini Bagikan 4 Tips untuk Lindungi Diri

Your Say | Selasa, 08 September 2026 | 12:40 WIB

Terkini

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Bekaci | Sabtu, 12 September 2026 | 20:29 WIB

Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI

Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI

Jakarta | Sabtu, 12 September 2026 | 20:27 WIB

Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei

Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei

Jawa Tengah | Sabtu, 12 September 2026 | 20:25 WIB

Jejak Kontak Terakhir 8 Warga Hilang Terdeteksi di Pulau Sebesi, Kemkomdigi Telusuri Sinyal

Jejak Kontak Terakhir 8 Warga Hilang Terdeteksi di Pulau Sebesi, Kemkomdigi Telusuri Sinyal

Tekno | Sabtu, 12 September 2026 | 20:24 WIB

Komdigi Klaim 98,9% Wilayah Berpopulasi Sudah Tercover Seluler, Blank Spot Jadi Pekerjaan Berikutnya

Komdigi Klaim 98,9% Wilayah Berpopulasi Sudah Tercover Seluler, Blank Spot Jadi Pekerjaan Berikutnya

Tekno | Sabtu, 12 September 2026 | 20:23 WIB

Jejak Sukses Mantan PMI Tati Purwanti, Bawa Bubur Cirebon hingga Taipei

Jejak Sukses Mantan PMI Tati Purwanti, Bawa Bubur Cirebon hingga Taipei

Jatim | Sabtu, 12 September 2026 | 20:22 WIB

Ada Risiko Fiskal Meski Pemerintah Ambil Alih Utang Kereta Cepat

Ada Risiko Fiskal Meski Pemerintah Ambil Alih Utang Kereta Cepat

Bisnis | Sabtu, 12 September 2026 | 20:22 WIB

Tati Purwanti Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei, Tumbuh Bersama Dukungan BRI

Tati Purwanti Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei, Tumbuh Bersama Dukungan BRI

Jabar | Sabtu, 12 September 2026 | 20:18 WIB

Bubur Cirebon Jadi Jalan Sukses Tati Purwanti, Mantan PMI yang Kini Berbisnis di Taipei

Bubur Cirebon Jadi Jalan Sukses Tati Purwanti, Mantan PMI yang Kini Berbisnis di Taipei

Riau | Sabtu, 12 September 2026 | 20:17 WIB

Tati Purwanti Buktikan Mantan PMI Bisa Sukses, Bubur Cirebon Kini Hadir di Taipei

Tati Purwanti Buktikan Mantan PMI Bisa Sukses, Bubur Cirebon Kini Hadir di Taipei

Bogor | Sabtu, 12 September 2026 | 20:14 WIB

×