6 Komponen Mobil yang Wajib Diperiksa Usai Terpapar Abu Vulkanik Anak Krakatau

Cesar Uji Tawakal

Selasa, 08 September 2026 | 14:28 WIB
6 Komponen Mobil yang Wajib Diperiksa Usai Terpapar Abu Vulkanik Anak Krakatau
Ilustrasi kendaraan mobil dan motor terkena abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau. [Dibuat dengan AI]
baca 10 detik
  • Gunung Anak Krakatau berstatus Siaga sejak September 2026, menyebarkan abu vulkanik abrasif ke Banten, Lampung, dan Jakarta.
  • Abu vulkanik mengandung pecahan batuan tajam dan kaca vulkanik yang mampu merusak permukaan benda yang bergesekan.
  • Pemilik mobil wajib memeriksa enam komponen kendaraan, termasuk kaca, filter udara, bodi, AC, rem, dan radiator.

Suara.com - Aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda yang saat ini bertahan pada status Level III atau Siaga memicu sebaran abu vulkanik yang cukup luas.

Erupsi menerus sejak awal September 2026 ini membuat abu tipis hingga tebal menyelimuti wilayah Banten, Lampung, hingga sebagian Jakarta.

Bagi pemilik mobil, paparan abu vulkanik ini tidak boleh dianggap remeh karena dapat menyebabkan kerusakan fatal jika tidak segera ditangani dengan benar.

Banyak orang mengira abu vulkanik sama seperti debu jalanan biasa yang cukup dibersihkan dengan kemoceng.

Faktanya, abu vulkanik adalah tephra—sebutan ilmiah untuk seluruh material padat yang disemburkan gunung berapi ke udara saat erupsi.

Abu ini terdiri dari pecahan batuan kecil, mineral keras, dan kaca vulkanik bergerigi tajam yang tidak bisa larut di dalam air.

Sifatnya sangat abrasif, artinya memiliki tekstur sangat kasar, tajam, dan mampu mengikis atau merusak permukaan benda lain yang bergesekan langsung dengannya.

Lembaga Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) memperingatkan bahwa partikel berbahaya ini bisa menyelinap ke mana saja.

Dalam panduan resminya, USGS menyebutkan bahwa: "Abu vulkanik dapat menyusup ke hampir setiap celah dan mengikis atau menggores sebagian besar permukaan, terutama di antara bagian-bagian kendaraan yang bergerak."

baca juga

Komponen Mobil yang Wajib Dicek

Ferrox menghadirkan filter udara sepeda motor terbaru untuk Yamaha Fazzio dan Honda ADV 160 di  GIIAS 2022 [Suara.com/Manuel Jeghesta Nainggolan].
Ferrox menghadirkan filter udara sepeda motor terbaru untuk Yamaha Fazzio dan Honda ADV 160 di GIIAS 2022 [Suara.com/Manuel Jeghesta Nainggolan].

Guna menghindari kerusakan mekanis yang parah, berikut adalah enam komponen mobil yang wajib Anda periksa setelah kendaraan terpapar abu vulkanik, menurut situs resmi Daihatsu.

1. Kaca dan Wiper

Komponen pertama adalah kaca mobil dan wiper. Kaca depan merupakan area yang paling rentan mengalami goresan permanen.

Sangat dilarang keras langsung menyalakan wiper untuk menyeka abu kering yang menempel di kaca.

Gesekan antara bilah karet wiper, kaca, dan abu tajam akan langsung merobek lapisan kaca secara fisik.

Solusinya, siram kaca dengan air mengalir secara melimpah hingga abu luruh sepenuhnya sebelum mengeringkannya dengan kain halus.

2. Filter Udara

Komponen kedua adalah filter udara mesin. Sesuai namanya, bagian ini berfungsi menyaring udara bersih sebelum masuk ke ruang pembakaran mesin.

Abu vulkanik yang bertekstur sangat halus dapat dengan mudah menyumbat pori-pori filter udara.

Jika filter udara tersumbat, aliran oksigen ke mesin akan terhambat, memicu penurunan performa, pemborosan bahan bakar, hingga mesin panas berlebih atau overheating dan berisiko mengalami kegagalan fungsi mesin.

Segera periksa kondisi filter dan bersihkan dengan metode tiup (menyemprotkan udara bertekanan) dari arah dalam (sisi bersih) ke luar (sisi kotor) jika belum bisa diganti dengan yang baru. Jangan sesekali menjalankan mobil tanpa memasang filter udara ini.

3. Bodi dan Kolong

Komponen ketiga adalah bodi dan kolong mobil. Selain menyebabkan baret, abu vulkanik mengandung zat asam seperti sulfur atau belerang yang bersifat korosif—artinya dapat menyebabkan karat atau pengikisan pada logam.

Zat asam ini perlahan dapat memakan lapisan pelindung cat bodi mobil Anda jika dibiarkan menempel terlalu lama.

Area kolong mobil juga wajib diperiksa dan dibilas bersih karena bagian ini sering kali luput dari perhatian namun paling mudah berkarat akibat penumpukan abu basah.

4. Sistem AC

Komponen keempat adalah sistem AC mobil. Saat berkendara menembus wilayah terdampak abu, Anda sangat disarankan menutup rapat jendela dan menyalakan AC dengan mode resirkulasi atau sirkulasi internal.

Jika tidak, abu vulkanik akan terhisap masuk ke dalam kabin, menyumbat sirkulasi AC, dan berisiko merusak komponen elektrikal di dalam sistem pendingin kabin tersebut.

5. Rem

Komponen kelima adalah rem mobil. Sistem pengereman, baik rem cakram maupun tromol, adalah area terbuka yang sangat mudah kemasukan abu vulkanik.

Partikel abu tajam yang menempel pada piringan rem atau menyusup ke dalam rumah tromol akan menimbulkan baret saat kampas rem menjepit piringan.

Hal ini menurunkan performa pengereman dan mempercepat keausan komponen rem secara drastis.

Mintalah bantuan bengkel untuk membersihkan rakitan rem ini menggunakan udara bertekanan tinggi.

6. Kisi-Kisi Radiator

Komponen keenam adalah kisi-kisi radiator, alternator, dan bagian mesin lainnya. Radiator berfungsi menjaga suhu mesin tetap dingin melalui aliran udara pada kisi-kisinya.

Tumpukan abu vulkanik yang tebal pada kisi-kisi radiator akan menghalangi sirkulasi udara pendingin tersebut.

Selain itu, periksa juga alternator—pembangkit listrik mobil—serta tali kipas (drive belt).

Bersihkan komponen-komponen mesin ini menggunakan semprotan air dari selang taman secara hati-hati, dengan memastikan area kelistrikan dan lubang masuk udara mesin (intake) sudah ditutup rapat terlebih dahulu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Abu Vulkanik Anak Krakatau Ancam Kesehatan, Legislator PDIP Desak Pemerintah Perkuat Mitigasi

Abu Vulkanik Anak Krakatau Ancam Kesehatan, Legislator PDIP Desak Pemerintah Perkuat Mitigasi

News | Selasa, 08 September 2026 | 14:23 WIB

Aktivitas Vulkanik Anak Krakatau, Kedutaan AS Ingatkan Warganya untuk Waspada

Aktivitas Vulkanik Anak Krakatau, Kedutaan AS Ingatkan Warganya untuk Waspada

Video | Selasa, 08 September 2026 | 14:22 WIB

Sapu Bersih Abu Krakatau, Modifikasi Cuaca hingga Pesawat Penyemprot Dikerahkan di Langit Jakarta

Sapu Bersih Abu Krakatau, Modifikasi Cuaca hingga Pesawat Penyemprot Dikerahkan di Langit Jakarta

News | Selasa, 08 September 2026 | 14:09 WIB

Gunung Anak Krakatau Erupsi 4 Kali Hari Ini, PVMBG Larang Aktivitas dalam Radius 3 KM

Gunung Anak Krakatau Erupsi 4 Kali Hari Ini, PVMBG Larang Aktivitas dalam Radius 3 KM

News | Selasa, 08 September 2026 | 13:32 WIB

Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Mengarah ke Banten, Ketinggian Capai 2,1 KM

Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Mengarah ke Banten, Ketinggian Capai 2,1 KM

Lifestyle | Selasa, 08 September 2026 | 13:37 WIB

Terkini

Bukan Lagi Jogya, Pramono Klaim Jakarta Jadi Kota Pelajar Terbaik di Indonesia

Bukan Lagi Jogya, Pramono Klaim Jakarta Jadi Kota Pelajar Terbaik di Indonesia

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 13:31 WIB

Dimash Qudaibergen Siap Gelar Konser Perdana di Indonesia, Ini Harga Tiketnya

Dimash Qudaibergen Siap Gelar Konser Perdana di Indonesia, Ini Harga Tiketnya

Entertainment | Kamis, 15 Oktober 2026 | 13:31 WIB

Tren Slow Living dan Digital Detox: Bisakah Gen Z Benar-benar Melakukannya?

Tren Slow Living dan Digital Detox: Bisakah Gen Z Benar-benar Melakukannya?

Your Say | Kamis, 15 Oktober 2026 | 13:30 WIB

Gandeng BRI, Menko Pangan Luncurkan KDKMP di Lampung: Didukung Ribuan Agen BRILink

Gandeng BRI, Menko Pangan Luncurkan KDKMP di Lampung: Didukung Ribuan Agen BRILink

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 13:29 WIB

Empat Kali Ganti Kepala Dalam Dua Tahun, Bakom Dinilai Telah Kehilangan Arah

Empat Kali Ganti Kepala Dalam Dua Tahun, Bakom Dinilai Telah Kehilangan Arah

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 13:29 WIB

Dirut PLN Dicopot di Tengah Blackout Kepri

Dirut PLN Dicopot di Tengah Blackout Kepri

Batam | Kamis, 15 Oktober 2026 | 13:29 WIB

Arti Mimpi Ditinggal Teman Resign dari Kantor, Pertanda Apa?

Arti Mimpi Ditinggal Teman Resign dari Kantor, Pertanda Apa?

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 13:27 WIB

Semantik Terasi dalam Masakan Jawa sebagai Penyedap dan Gema Mistika Pekat!

Semantik Terasi dalam Masakan Jawa sebagai Penyedap dan Gema Mistika Pekat!

Your Say | Kamis, 15 Oktober 2026 | 13:25 WIB

Apakah Peeling Serum Bisa Mengecilkan Pori-Pori Wajah?

Apakah Peeling Serum Bisa Mengecilkan Pori-Pori Wajah?

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 13:25 WIB

Atasi Krisis Air Bersih di Sumenep, Khofifah Salurkan Bantuan dan Rencanakan Sumur Bor 2027

Atasi Krisis Air Bersih di Sumenep, Khofifah Salurkan Bantuan dan Rencanakan Sumur Bor 2027

Jatim | Kamis, 15 Oktober 2026 | 13:24 WIB

×