Abu Vulkanik Anak Krakatau Ancam Kesehatan, Legislator PDIP Desak Pemerintah Perkuat Mitigasi

Bangun Santoso

Selasa, 08 September 2026 | 14:23 WIB
Abu Vulkanik Anak Krakatau Ancam Kesehatan, Legislator PDIP Desak Pemerintah Perkuat Mitigasi
Warga mengenakan masker di Tempat Pelelangan Ikan Pasauran, Kabupaten Serang, Banten, Minggu (6/9/2026). Pembagian masker secara swadaya tersebut bertujuan untuk melindungi pernapasan warga dan nelayan setempat dari paparan abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau sekaligus mengantisipasi risiko Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas/wsj.
baca 10 detik
  • Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda mengalami peningkatan erupsi sejak Jumat (4/9/2026), yang menyebarkan abu vulkanik ke berbagai wilayah.
  • Abu vulkanik tersebut mengancam kesehatan masyarakat, khususnya berisiko tinggi menimbulkan gangguan pada saluran pernapasan, mata, dan kulit.
  • DPR RI mendesak pemerintah memperkuat koordinasi, memastikan fasilitas kesehatan siap, serta menyediakan informasi resmi secara akurat.

Suara.com - Erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda yang meningkat sejak Jumat (4/9/2026) malam menyebabkan sebaran abu vulkanik.

Aktivitas gunung api di Selat Sunda ini telah menyebabkan abu vulkanik tersebar ke sejumlah wilayah, termasuk Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Lampung, dan Bengkulu.

Kondisi ini tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat dan penerbangan, tetapi juga secara serius mengancam kesehatan masyarakat.

Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Obet Rumbruren menyatakan bahwa, paparan abu vulkanik ini berisiko tinggi menimbulkan gangguan kesehatan pada tiga organ utama, yaitu saluran pernapasan, mata, dan kulit.

Gejala yang diakibatkan seperti iritasi hidung dan tenggorokan, batuk, sesak napas, memperburuk asma atau PPOK, mata perih dan berair, hingga iritasi kulit.

Bagi kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, penderita penyakit paru kronis, dan ibu hamil, risikonya jauh lebih tinggi.

"Saya mengapresiasi langkah-langkah yang telah diambil Pemerintah, termasuk pemantauan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) yang mempertahankan status Level III (Siaga) dengan radius bahaya 3 kilometer, serta himbauan Kementerian Kesehatan terkait penggunaan masker dan kesiapsiagaan fasilitas kesehatan. Namun saya menilai upaya mitigasi dan perlindungan kesehatan masyarakat masih perlu diperkuat secara cepat dan terkoordinasi," ujarnya dalam keterangannya, Selasa (8/9/2026).

Selain itu, anggota DPR RI dari Dapil Papua Barat juga mendesak Pemerintah untuk segera melakukan langkah-langkah berikut:

1. Memperkuat koordinasi lintas kementerian/lembaga (Kemenkes, BNPB, PVMBG/Badan Geologi, Kemendagri, dan pemerintah daerah) dalam pemantauan kualitas udara, distribusi alat pelindung diri seperti masker dan kesiapsiagaan fasilitas kesehatan di wilayah terdampak.

baca juga

2. Memastikan ketersediaan obat-obatan, tabung oksigen, dan tenaga medis di puskesmas serta rumah sakit untuk mengantisipasi lonjakan kasus gangguan pernapasan dan iritasi.

3. Menyediakan informasi resmi, akurat, dan mudah diakses oleh masyarakat guna mencegah kepanikan dan penyebaran informasi yang tidak tepat. Serta memberikan perhatian khusus kepada kelompok rentan, termasuk lansia, anakanak, dan masyarakat di wilayah terdekat dan terdampak.

Obet Rumbruren juga mengimbau masyarakat di wilayah terdampak, untuk tetap tenang namun waspada.

Membatasi aktivitas di luar ruangan apabila kualitas udara buruk, mengunakan masker yang memadai, tutup jendela dan ventilasi rumah, bersihkan tubuh dan permukaan yang terkena abu dengan air serta segera periksa ke fasilitas kesehatan jika muncul gejala sesak napas, batuk terus-menerus, atau iritasi mata yang parah.

Fraksi PDI Perjuangan DPR RI akan terus melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan mitigasi bencana dan perlindungan kesehatan masyarakat.

"Kesehatan dan keselamatan rakyat adalah prioritas utama. Saya berharap Pemerintah dapat merespons situasi ini dengan cepat, terukur, dan memastikan keselamatan masyarakat," ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gunung Anak Krakatau Erupsi 4 Kali Hari Ini, PVMBG Larang Aktivitas dalam Radius 3 KM

Gunung Anak Krakatau Erupsi 4 Kali Hari Ini, PVMBG Larang Aktivitas dalam Radius 3 KM

News | Selasa, 08 September 2026 | 13:32 WIB

Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Mengarah ke Banten, Ketinggian Capai 2,1 KM

Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Mengarah ke Banten, Ketinggian Capai 2,1 KM

Lifestyle | Selasa, 08 September 2026 | 13:37 WIB

Waspada Sisa Abu Krakatau di Jakarta! Warga Tetap Diimbau Pakai Masker

Waspada Sisa Abu Krakatau di Jakarta! Warga Tetap Diimbau Pakai Masker

News | Selasa, 08 September 2026 | 13:25 WIB

Bandara Radin Inten II Dibuka Lagi Usai Lumpuh Akibat Abu Anak Krakatau

Bandara Radin Inten II Dibuka Lagi Usai Lumpuh Akibat Abu Anak Krakatau

News | Selasa, 08 September 2026 | 13:14 WIB

Bisnis Maskapai Lumpuh, Erupsi Anak Krakatau Bikin Rugi Rp19 Miliar

Bisnis Maskapai Lumpuh, Erupsi Anak Krakatau Bikin Rugi Rp19 Miliar

Bisnis | Selasa, 08 September 2026 | 12:24 WIB

Cerita Komika Malaysia Terjebak di Jakarta karena Erupsi Anak Krakatau, Terpaksa ke KL dari Yogya

Cerita Komika Malaysia Terjebak di Jakarta karena Erupsi Anak Krakatau, Terpaksa ke KL dari Yogya

News | Selasa, 08 September 2026 | 11:41 WIB

Waspada Bahaya Abu Vulkanik, Dokter Ini Bagikan 4 Tips untuk Lindungi Diri

Waspada Bahaya Abu Vulkanik, Dokter Ini Bagikan 4 Tips untuk Lindungi Diri

Your Say | Selasa, 08 September 2026 | 12:40 WIB

Terkini

Dihadiri Para Menteri dan Ketua MPR, EIGER Nature Resmi Diluncurkan di Kabupaten Bogor

Dihadiri Para Menteri dan Ketua MPR, EIGER Nature Resmi Diluncurkan di Kabupaten Bogor

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:10 WIB

Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang

Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:10 WIB

Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY

Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:18 WIB

20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor

20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:05 WIB

Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu

Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu

Banten | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:00 WIB

Persib Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Igor Tolic: Grup Belum Usai

Persib Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Igor Tolic: Grup Belum Usai

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:35 WIB

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:21 WIB

Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata

Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:14 WIB

Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla

Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla

Sumsel | Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:44 WIB

Pengamat Tanggapi Harga Saham BYAN Haji Isam

Pengamat Tanggapi Harga Saham BYAN Haji Isam

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:17 WIB

×