Deforestasi dan Karhutla Disebut Jadi Lingkaran Setan: Mengapa?

Bimo Aria Fundrika

Rabu, 09 September 2026 | 18:49 WIB
Deforestasi dan Karhutla Disebut Jadi Lingkaran Setan: Mengapa?
Ilustrasi karhutla di Kalimantan Barat. (Dok. Ist)

Suara.com - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terus berulang setiap tahun di Indonesia ternyata punya pola yang lebih rumit dari sekadar musim kemarau panjang.

Interfaith Rainforest Initiative (IRI) Indonesia menyebut deforestasi dan karhutla kini saling mengunci dalam sebuah lingkaran setan: deforestasi membuat kebakaran makin intens, dan kebakaran yang terjadi kembali mempercepat hilangnya tutupan hutan.

Semakin sempit hutan yang tersisa, semakin rentan pula kawasan itu terbakar di musim berikutnya.

Peringatan itu muncul di tengah luasnya kawasan yang sudah terdampak tahun ini. Berdasarkan data Sistem Informasi Pemantauan Kebakaran Hutan (Sipongi) Kementerian Kehutanan, hingga Selasa (8/9/2026) pukul 10.17 WIB, indikasi luas lahan terbakar di enam provinsi prioritas penanganan karhutla sudah mencapai 76.922,3 hektare.

Petugas pemadam tengah berjibaku memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Riau. [Ist]
Petugas pemadam tengah berjibaku memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Riau. [Ist]

Bagi IRI, angka ini menegaskan bahwa karhutla bukan sekadar persoalan api dan asap musiman, melainkan kerusakan ekologis yang menggerus tutupan hutan, habitat satwa, kualitas udara, hingga sumber air dalam jangka panjang, dampak yang sering kali baru terlihat setelah berbulan-bulan.

Pola yang digambarkan IRI ini konsisten dengan temuan ilmiah dari lapangan. Studi yang dipublikasikan di jurnal Remote Sensing pada 2020 oleh peneliti University of Leeds bersama IPB University menelusuri sejarah tutupan lahan di Provinsi Riau, Sumatra, sejak 1990. Hasilnya, kebakaran paling sering muncul justru di kawasan yang sedang berubah fungsi, terutama saat hutan sekunder beralih menjadi semak belukar sebelum akhirnya dibuka jadi perkebunan.

Riset lanjutan dari tim peneliti yang sama bahkan mencatat, kawasan yang kehilangan tutupan hutan di Riau memiliki frekuensi kebakaran enam kali lipat dibanding kawasan yang tutupan hutannya tetap utuh. Dengan kata lain, deforestasi bukan cuma dampak dari karhutla, tapi juga salah satu pemicu awalnya.

Dampak lingkaran setan ini juga mulai terasa pada satwa liar di dalam negeri. Awal September 2026, Guru Besar Genetika Ekologi IPB University, Prof. Ronny Rachman Noor, menyoroti dampak sistemik karhutla di Kalimantan dan Sumatra terhadap orangutan, satwa yang populasinya sudah berstatus kritis.

Ia mencatat kerusakan habitat akibat deforestasi dan kebakaran turut menekan populasi orangutan Tapanuli yang kini tersisa sekitar 716–800 ekor, sementara populasi orangutan Kalimantan tinggal sekitar 104.700 ekor. Orangutan, kata Prof. Ronny, kehilangan sumber pangan sekaligus terpapar polusi asap di tengah hutan yang terus menyusut.

baca juga

Melihat kaitan yang berlapis ini, IRI mengapresiasi langkah pemerintah dalam pengawasan, penindakan, dan penyelidikan dugaan unsur kesengajaan pembakaran. Namun karena karhutla adalah persoalan yang berulang setiap tahun, IRI menilai keberhasilan penanganan tidak bisa lagi diukur hanya dari seberapa cepat api dipadamkan.

Mereka menegaskan bahwa yang dibutuhkan adalah perbaikan tata kelola penggunaan lahan, perlindungan tegas atas kawasan hutan yang tersisa, serta restorasi ekosistem yang paling rentan terbakar—agar lingkaran setan deforestasi dan karhutla ini benar-benar bisa diputus, bukan sekadar dipadamkan sesaat.

Penulis: Inesia Dian

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kematian Orangutan Sempurna Ungkap Ancaman Karhutla bagi Satwa Liar

Kematian Orangutan Sempurna Ungkap Ancaman Karhutla bagi Satwa Liar

News | Rabu, 09 September 2026 | 14:51 WIB

Upin Ipin Sindir Kebakaran Hutan, Netizen: Titik Terendah Kita Diroasting Upin Ipin

Upin Ipin Sindir Kebakaran Hutan, Netizen: Titik Terendah Kita Diroasting Upin Ipin

Entertainment | Rabu, 09 September 2026 | 13:02 WIB

Karhutla: Ketika Negara Sibuk Mencari Kambing Hitam, Api Terus Menjalar

Karhutla: Ketika Negara Sibuk Mencari Kambing Hitam, Api Terus Menjalar

Your Say | Rabu, 09 September 2026 | 13:50 WIB

Terkini

Menjinakkan Akal Sehat: Mengapa Rocky Gerung Lembek di Era Prabowo?

Menjinakkan Akal Sehat: Mengapa Rocky Gerung Lembek di Era Prabowo?

Your Say | Kamis, 10 September 2026 | 18:50 WIB

PSIS Diuji Mental di Laga Perdana Championship, PSPS Datang dengan Modal Dua Pekan di Semarang

PSIS Diuji Mental di Laga Perdana Championship, PSPS Datang dengan Modal Dua Pekan di Semarang

Jawa Tengah | Kamis, 10 September 2026 | 18:48 WIB

ISPA Meningkat Dampak Karhutla, Fasilitas Kesehatan di Kaltim Diminta Siaga

ISPA Meningkat Dampak Karhutla, Fasilitas Kesehatan di Kaltim Diminta Siaga

Kaltim | Kamis, 10 September 2026 | 18:43 WIB

Cari 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda, Tim SAR Temukan Pelampung Warna Oranye

Cari 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda, Tim SAR Temukan Pelampung Warna Oranye

News | Kamis, 10 September 2026 | 18:43 WIB

Tiga Hari Mencari Masih Misteri, Menanti Kabar 5 Jurnalis yang Hilang di Anak Krakatau

Tiga Hari Mencari Masih Misteri, Menanti Kabar 5 Jurnalis yang Hilang di Anak Krakatau

News | Kamis, 10 September 2026 | 18:42 WIB

Primbon Beli Mobil: Begini Cara Mengetahui Hari Baik Agar Beruntung dan Selamat

Primbon Beli Mobil: Begini Cara Mengetahui Hari Baik Agar Beruntung dan Selamat

Otomotif | Kamis, 10 September 2026 | 18:40 WIB

Apakah Fungsi Timer AC Bisa Menghemat Listrik Bulanan?

Apakah Fungsi Timer AC Bisa Menghemat Listrik Bulanan?

Lifestyle | Kamis, 10 September 2026 | 18:40 WIB

5 Sabun Mandi Vitamin C Terbaik untuk Mencerahkan Kulit Belang, Lengkap dengan Review Pengguna

5 Sabun Mandi Vitamin C Terbaik untuk Mencerahkan Kulit Belang, Lengkap dengan Review Pengguna

Lifestyle | Kamis, 10 September 2026 | 18:39 WIB

6 Sunscreen Brand Korea Tanpa Whitecast untuk Hasil Akhir yang Natural

6 Sunscreen Brand Korea Tanpa Whitecast untuk Hasil Akhir yang Natural

Lifestyle | Kamis, 10 September 2026 | 18:35 WIB

Perjuangan Ratusan Petugas Taklukkan Bara Sampah di TPAS Galuga

Perjuangan Ratusan Petugas Taklukkan Bara Sampah di TPAS Galuga

Bogor | Kamis, 10 September 2026 | 18:33 WIB

×