Tiga Hari Mencari Masih Misteri, Menanti Kabar 5 Jurnalis yang Hilang di Anak Krakatau

Dwi Bowo Raharjo, Adiyoga Priyambodo

Kamis, 10 September 2026 | 18:42 WIB
Tiga Hari Mencari Masih Misteri, Menanti Kabar 5 Jurnalis yang Hilang di Anak Krakatau
Lima jurnalis dan tiga awak kapal hilang kontak di perairan dekat Gunung Anak Krakatau. (Suara.com/Syahda)
baca 10 detik
  • Tim SAR gabungan mencari lima jurnalis dan tiga kru kapal yang hilang kontak di Selat Sunda sejak Senin.
  • Presiden Prabowo menginstruksikan TNI Angkatan Laut mengerahkan belasan kapal untuk mempercepat operasi pencarian korban.
  • Operasi pencarian terkendala cuaca buruk, gelombang tinggi, serta status Siaga aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Suara.com - Misteri hilang kontak lima jurnalis dan tiga awak kapal di perairan Selat Sunda mulai memasuki fase krusial. Memasuki hari ketiga pencarian pada Kamis (10/9/2026), tim gabungan masih terus menyisir wilayah laut untuk menemukan keberadaan rombongan tersebut.

Rombongan dilaporkan hilang kontak sejak Senin (7/9/2026). Mereka bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, menggunakan speedboat bernomor lambung Arupadhatu 1.

Pelayaran tersebut dilakukan dalam rangka tugas peliputan lapangan untuk merekam aktivitas Gunung Anak Krakatau yang dilaporkan tengah mengalami erupsi.

Hingga saat ini, belum ada tanda-tanda keberadaan maupun puing speedboat yang ditemukan, menjadikan fokus pencarian dan keselamatan jurnalis di area berisiko tinggi sebagai sorotan utama.

Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) gabungan yang melibatkan Basarnas Banten, Basarnas Lampung, TNI Angkatan Laut, Polairud Polda Banten, serta Baharkam Polri terus diperluas ke sejumlah sektor di sekitar Selat Sunda.

Kepala Kantor SAR Banten, Al Amrad, menyampaikan bahwa penyisiran kini mencakup enam sektor dengan total area sekitar 2.483 mil laut persegi.

Siapa Saja Korban yang Dilaporkan Hilang?

Berdasarkan manifes yang dihimpun dari keterangan resmi Basarnas, delapan orang berada di dalam speedboat nahas tersebut ketika berangkat pada pukul 14.00 WIB.

Kelima jurnalis yang dilaporkan hilang adalah M. Bagus Khoirunnas, pewarta foto Kantor Berita ANTARA Biro Banten; Arie Basuki, jurnalis Merdeka.com; Yudistiro Pranoto, jurnalis iNews; Firdaus Wajidi atau akrab disapa Daus, jurnalis kantor berita Anadolu; dan Donal Husni, jurnalis lepas.

baca juga

Selain kelima jurnalis, tiga orang lain yang turut berada dalam kapal adalah Warta selaku kapten kapal, Surakman sebagai anak buah kapal, dan Heriyanto yang bertindak sebagai pemandu perjalanan.

Pemilik kapal, Sandi Wiyasa, menegaskan bahwa speedboat yang digunakan dalam kondisi layak berlayar, lengkap dengan dokumen perizinan dan jaket pelampung sesuai kapasitas penumpang.

Kondisi perairan saat kapal bertolak dari Dermaga Pagedongan juga disebut tergolong normal sebelum akhirnya rombongan hilang kontak.

Infografis lima jurnalis hilang kontak saat liput Anak Krakatau. (Suara.com/Syahda)
Infografis lima jurnalis hilang kontak saat liput Anak Krakatau. (Suara.com/Syahda)

Kronologi Kejadian: Menit demi Menit

Rentetan peristiwa hilangnya delapan orang ini berlangsung cepat dalam hitungan jam.

  • Pukul 14.00 WIB, rombongan bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, Pandeglang, menuju kawasan Gunung Anak Krakatau.
  • Pukul 14.42 WIB, salah satu jurnalis sempat mengirimkan titik lokasi atau share location kepada rekan media di Lampung, dengan posisi berada di antara Carita dan Gunung Anak Krakatau.
  • Pukul 18.13 WIB, pemandu kapal, Heriyanto, dikabarkan sempat mengirim foto ke grup percakapan yang menunjukkan posisi rombongan berada di sekitar Gunung Anak Krakatau.

Setelah momen tersebut, komunikasi dengan seluruh rombongan terputus total dan mereka dinyatakan hilang kontak.

Kepala Kantor SAR Banten, Al Amrad, mengutip informasi dari istri pemandu kapal yang menyebutkan "mereka sudah di posisi sekitar Gunung Anak Krakatau" pada pukul 18.13 WIB.

Rabu (9/9/2026), operasi SAR resmi memasuki hari kedua setelah sempat terhambat cuaca buruk pada malam sebelumnya.

Kamis (10/9/2026), pencarian memasuki hari ketiga dengan area penyisiran yang diperluas ke sisi utara Gunung Anak Krakatau.

Peta dan Fokus Area Pencarian Tim SAR

Operasi pencarian dijalankan secara bertahap dengan mempertimbangkan arus laut, pergeseran gelombang, dan arah angin di Selat Sunda.

Pada dua hari pertama, tim SAR memusatkan penyisiran di sisi selatan Gunung Anak Krakatau hingga radius sekitar 20 mil laut dari titik tengah gunung.

Memasuki hari ketiga, fokus pencarian bergeser ke sisi utara Gunung Anak Krakatau, termasuk kawasan Pulau Sertung dan Pulau Panjang yang berada tidak jauh dari lokasi erupsi.

Sejumlah armada laut dikerahkan dalam operasi ini, di antaranya KN SAR Tetuka, KRI Leuser-924, KRI Kerambit-627, KRI Lepu-861, RIB Banten, RIB Lampung, KAL Anyer, serta KP Sanjaya 7016 milik Polairud Mabes Polri.

Al Amrad menyebutkan pihaknya juga mengerahkan drone thermal setelah tim sempat menemukan dua objek mencurigakan yang belakangan dipastikan bukan bagian dari speedboat maupun barang milik rombongan.

Sebanyak 367 personel gabungan dilibatkan dalam operasi pencarian pada hari ketiga, didukung oleh nelayan setempat yang membantu menyisir tepian Pulau Sertung.

Potret Prabowo Subianto (Instagram/Prabowo)
Presiden Prabowo Subianto. (Instagram/Prabowo)

Perintah Pencarian dari Presiden

Presiden Prabowo Subianto turut menginstruksikan Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali untuk segera mengerahkan pencarian terhadap lima jurnalis dan tiga kru kapal yang hilang kontak tersebut.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa instruksi tersebut sudah diberikan Presiden sejak malam pertama rombongan dilaporkan hilang kontak, sebagaimana diunggah melalui akun Instagram Sekretariat Kabinet pada Kamis (10/9/2026).

"Sejak rombongan 5 jurnalis bersama 3 kru kapal dilaporkan hilang kontak, sejak Senin malam Presiden Prabowo memang sudah langsung menginstruksikan KSAL untuk segera melakukan pencarian, di hari itu juga TNI-AL langsung mengirim kapal-kapalnya," tulis Teddy.

Berdasarkan laporan KSAL yang dikutip Teddy, total terdapat 11 kapal gabungan yang dikerahkan dalam pencarian, yaitu KRI Leuser-924, KRI Kerambit-627, KRI Lepu-861, KAL Anyer 1-3-64, KAL Pohawang I-3-30, RBB Peucang Lanal Banten, RHIB SAR 02 Banten, RHIB SAR 02 Lampung, KN SAR Tetuka-247, KN SAR Basudewa-224, dan KP Sanjaya-7017.

Teddy menutup unggahannya dengan doa agar seluruh rombongan segera ditemukan dalam keadaan selamat.

Tantangan Utama Operasi Pencarian

Tim SAR gabungan menghadapi sejumlah kendala berat selama tiga hari operasi berlangsung di perairan Selat Sunda.

Arus laut yang dinamis serta tinggi gelombang yang bervariasi antara satu hingga dua meter membuat proses penyisiran tidak dapat dilakukan secara sembarangan.

Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau yang masih berstatus Siaga atau Level III turut membatasi jarak aman bagi tim yang beroperasi di lapangan, mengingat Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) merekomendasikan radius bahaya sejauh tiga kilometer dari kawah.

Pada hari ketiga pencarian, tim SAR berupaya memasuki area radius tiga kilometer tersebut meski risikonya cukup tinggi.

Al Amrad memastikan strategi pencarian tetap mengutamakan keselamatan personel di tengah kawasan yang rawan erupsi susulan.

"Operasi yang tengah berjalan difokuskan pada pencarian, mengingat kondisi medan yang tidak memungkinkan untuk melakukan evakuasi penyelamatan secara langsung," ujarnya.

Status Gunung Anak Krakatau menjadi waspada. [ANTARA]
Status Gunung Anak Krakatau menjadi waspada. [ANTARA]

Konteks Bahaya: Aktivitas Gunung Anak Krakatau

Gunung Anak Krakatau merupakan gunung berapi aktif yang terus dipantau ketat oleh PVMBG akibat rangkaian erupsi yang terjadi belakangan ini.

Erupsi yang berlangsung memuntahkan material pijar, lava, dan abu vulkanik ke sejumlah kawasan di sekitar Selat Sunda.

Paparan abu vulkanik dari aktivitas gunung ini bahkan dilaporkan mulai terasa hingga wilayah Tangerang, sehingga otoritas setempat mengimbau warga untuk tetap waspada.

Kondisi tersebut memaksa tim SAR gabungan untuk terus mengevaluasi jarak aman operasi demi menghindari risiko tambahan bagi personel di lapangan.

Situasi vulkanik yang dinamis ini pula yang menjadi salah satu alasan utama mengapa proses pencarian delapan orang berjalan lebih lambat dan penuh kehati-hatian dibandingkan operasi SAR pada umumnya.

Respons Dewan Pers, PFI, dan AJI

Kabar hilangnya lima jurnalis ini turut memantik keprihatinan dari berbagai organisasi pers dan lembaga negara.

Ketua Dewan Pers, Komaruddin Hidayat, mendesak pemerintah dan pihak terkait memberikan atensi khusus terhadap proses pencarian sekaligus meminta agar perusahaan media dan organisasi profesi memberikan atensi ke keluarga yang ditinggalkan selama proses pencarian berlangsung.

"Terutama mengawal bagaimana dan proses pencariannya. Yang bisa kita lakukan, kita memberikan atensi dan mencoba mengikuti, memantau, mendesak pihak-pihak yang berkaitan," ujarnya, Kamis (10/9/2026).

Terkait keselamatan jurnalis di lapangan, Dewan Pers sejatinya telah memiliki Peraturan Dewan Pers Nomor 03/Peraturan-DP/IV/2024 tentang keselamatan wartawan di medan berbahaya.

Pedoman tersebut mencakup aspek keselamatan sebelum keberangkatan, saat berada di lokasi krisis, hingga etika dalam peliputan bencana, dengan prinsip utama bahwa keselamatan jurnalis harus ditempatkan di atas nilai berita.

Peraturan itu juga mengatur agar jurnalis mempertimbangkan risiko, kesiapan perlengkapan, kondisi lokasi, serta jalur komunikasi sebelum melakukan peliputan di wilayah rawan bencana seperti kawasan erupsi Gunung Anak Krakatau.

Pewarta Foto Indonesia (PFI) Pusat bersama PFI Jakarta dan PFI Tangerang menyatakan siaga penuh dan memperkuat koordinasi dengan tim SAR gabungan sejak awal kejadian.

Personel Basarnas Banten bersama personel Ditpolairud bersiap untuk operasi SAR hari kedua kapal penumpang hilang kontak di Dermaga Marina Lippo Carita, Pandeglang, Banten, Rabu (9/9/2026). [ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/wsj]
Personel Basarnas Banten bersama personel Ditpolairud bersiap untuk operasi SAR hari kedua kapal penumpang hilang kontak di Dermaga Marina Lippo Carita, Pandeglang, Banten, Rabu (9/9/2026). [ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/wsj]

Ketua Umum PFI Pusat, Dwi Pambudo, menegaskan bahwa keselamatan rekan-rekan jurnalis adalah prioritas tertinggi bagi organisasinya.

Kami berharap seluruh jurnalis dapat segera ditemukan dalam kondisi sehat dan selamat tanpa kurang satu apa pun.

PFI turut mengimbau seluruh pewarta foto dan kru media yang masih bertugas di kawasan terdampak erupsi agar mematuhi batas radius aman yang ditetapkan PVMBG, serta meminta publik tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi terkait nasib kelima jurnalis.

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia turut mengeluarkan pernyataan sikap resmi terkait hilangnya lima jurnalis tersebut.

Ketua Umum AJI Indonesia Nany Afrida menekankan bahwa keselamatan jurnalis harus menjadi perhatian utama mengingat risiko pekerjaan yang mereka hadapi di lapangan.

"Jurnalis kerap bekerja di tengah situasi yang penuh risiko untuk memastikan masyarakat mendapatkan informasi yang akurat dan tepat waktu, termasuk dalam situasi bencana dan keadaan darurat. Karena itu, keselamatan mereka harus menjadi perhatian dan prioritas utama," tulis Nany dalam pernyataan resminya.

AJI juga mendesak seluruh pihak dan otoritas terkait untuk mengerahkan segala sumber daya yang diperlukan demi mempercepat proses pencarian.

Nany menegaskan, organisasinya berdiri bersama kelima jurnalis yang hilang beserta keluarga dan rekan-rekan terdekat mereka.

Di tengah situasi yang penuh kecemasan ini, harapan kami mereka segera ditemukan dan pulang dengan selamat.

Di parlemen, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menyatakan prihatin terhadap kelima jurnalis yang pada saat ini belum diketahui keberadaannya, sembari mendorong instansi terkait memaksimalkan pencarian.

Sementara itu, Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa mengingatkan bahwa dalam meliput wilayah bencana, penting untuk memperhatikan faktor-faktor keselamatan bagi para jurnalis yang bertugas di lapangan.

Sejumlah perusahaan media tempat para jurnalis bernaung, termasuk ANTARA, Merdeka.com, dan iNews, juga membentuk posko siaga serta menerjunkan tim khusus untuk mengawal proses pencarian di lokasi kejadian.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Doa Bersama Mengiringi Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Doa Bersama Mengiringi Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Foto | Kamis, 10 September 2026 | 15:50 WIB

Prabowo Perintahkan KSAL Cari 5 Jurnalis dan 3 Kru Kapal yang Hilang Kontak di Anak Krakatau

Prabowo Perintahkan KSAL Cari 5 Jurnalis dan 3 Kru Kapal yang Hilang Kontak di Anak Krakatau

News | Kamis, 10 September 2026 | 14:54 WIB

Helikopter, Kapal, dan Drone Diterjunkan Cari 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau

Helikopter, Kapal, dan Drone Diterjunkan Cari 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau

News | Kamis, 10 September 2026 | 14:03 WIB

Helikopter Dikerahkan Cari 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau

Helikopter Dikerahkan Cari 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau

News | Kamis, 10 September 2026 | 13:57 WIB

Area Pencarian 5 Jurnalis Hilang Menuju Anak Krakatau Diperluas hingga Perairan Lampung

Area Pencarian 5 Jurnalis Hilang Menuju Anak Krakatau Diperluas hingga Perairan Lampung

News | Kamis, 10 September 2026 | 13:25 WIB

Terkini

Berapa Gaji Purbaya Selama Jadi Menkeu? Anak Sebut Jadi Menteri Duitnya Kecil

Berapa Gaji Purbaya Selama Jadi Menkeu? Anak Sebut Jadi Menteri Duitnya Kecil

News | Selasa, 15 September 2026 | 10:39 WIB

Temuan Jenazah di Pulau Enggano, Polisi Masih Cocokkan DNA dengan Penumpang Kapal Arupadhatu

Temuan Jenazah di Pulau Enggano, Polisi Masih Cocokkan DNA dengan Penumpang Kapal Arupadhatu

News | Selasa, 15 September 2026 | 10:38 WIB

5 Cuitan Anak Purbaya usai Ayahnya Dicopot Sebagai Menkeu: Sindir Gaji Kecil hingga Mafia

5 Cuitan Anak Purbaya usai Ayahnya Dicopot Sebagai Menkeu: Sindir Gaji Kecil hingga Mafia

Tekno | Selasa, 15 September 2026 | 10:38 WIB

Donald Trump Menuntut Ganti Rugi Perang Rebutan Selat Hormuz, Sama Siapa?

Donald Trump Menuntut Ganti Rugi Perang Rebutan Selat Hormuz, Sama Siapa?

News | Selasa, 15 September 2026 | 10:34 WIB

Saat Kabel Mulai Ditinggalkan, Teknologi Wireless Hubungkan Laptop, AR hingga Drone

Saat Kabel Mulai Ditinggalkan, Teknologi Wireless Hubungkan Laptop, AR hingga Drone

Tekno | Selasa, 15 September 2026 | 10:32 WIB

Ulasan Novel Mirai Karya Mamoru Hosoda: Belajar Memahami Arti Keluarga

Ulasan Novel Mirai Karya Mamoru Hosoda: Belajar Memahami Arti Keluarga

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 10:30 WIB

Indeks CFX10 Melonjak 23,95%, Bursa Kripto CFX Tunjukkan Tren Positif

Indeks CFX10 Melonjak 23,95%, Bursa Kripto CFX Tunjukkan Tren Positif

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 10:21 WIB

8 Perbedaan Energi Potensial Gravitasi dan Energi Potensial Pegas

8 Perbedaan Energi Potensial Gravitasi dan Energi Potensial Pegas

Tekno | Selasa, 15 September 2026 | 10:21 WIB

Anak Jakarta Bisa Kuliah S2-S3 di Kampus Dunia, Pemprov Siapkan Rp 100 Miliar

Anak Jakarta Bisa Kuliah S2-S3 di Kampus Dunia, Pemprov Siapkan Rp 100 Miliar

News | Selasa, 15 September 2026 | 10:17 WIB

OJK Siapkan Aplikasi Anti-Scam, Rekening dan Nomor Bisa Dicek Sebelum Transfer

OJK Siapkan Aplikasi Anti-Scam, Rekening dan Nomor Bisa Dicek Sebelum Transfer

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 10:16 WIB

×