- Tim SAR gabungan mencari lima jurnalis hilang saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau pada Kamis (10/9/2026).
- Basarnas mengerahkan 300 personel dan belasan kapal untuk menyisir perairan Selat Sunda dan pulau-pulau kecil sekitarnya.
- Operasi pencarian membuahkan hasil berupa penemuan dua jaket pelampung oranye di sekitar perairan Selat Sunda.
Suara.com - Tim SAR gabungan mendapati titik terang berupa penemuan dua jaket pelampung di sekitar perairan Selat Sunda dalam operasi pencarian lima jurnalis yang hilang kontak saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau pada Kamis (10/9/2026).
".... Pelampung warna oranye ditemukan Tim SAR di sekitar perairan Selat Sunda," ujar Komandan KAL Anyer, Kapten Laut (P) Edi Widada, dikutip Kamis (10/9/2026).
Pencarian hari ketiga ini memfokuskan penyisiran di area pesisir pulau-pulau kecil sekitar kawasan Gunung Anak Krakatau dengan mengerahkan armada KAL Anyer 1-3-64 yang telah lepas jangkar sejak pukul 07.00 WIB di bawah komando Kapten Laut (P) Edi Widada.
Guna memperbesar peluang penemuan korban di tengah kondisi cuaca ekstrem, sedikitnya 17 kapal berteknologi canggih dari berbagai instansi dikerahkan, termasuk lebih dari 300 personel gabungan dari Badan SAR Nasional (Basarnas) yang dipimpin langsung oleh Kepala Basarnas Mohammad Syafii di Pos SAR Pantai Marina Carita, Pandeglang.
Operasi skala besar ini mendapatkan dukungan penuh dari berbagai elemen pemerintahan tingkat daerah hingga aparat keamanan untuk memastikan proses pencarian dan evakuasi berjalan maksimal.
Pengendalian operasi pencarian saat ini dikoordinasikan langsung oleh kepala kantor SAR Banten yang bertindak sebagai SAR Mission Coordinator untuk mengelola sebaran kekuatan armada dan personel di perairan.
Untuk menghindari kesimpangsiuran kabar terkait penemuan barang bukti maupun perkembangan nasib para korban di lapangan, masyarakat diminta hanya mengakses pembaruan data dari posko SAR terpadu yang melakukan evaluasi rutin.
Badan SAR Nasional (Basarnas) mengerahkan 11 kapal dengan lebih dari 300 personel untuk mencari lima jurnalis serta tiga orang lainnya yang hilang saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau.
"Hari pertama kita melaksanakan di tiga sektor (instansi pemerintah) dengan kekuatan yang ada; hari kedua, kita melaksanakan di lima sektor, dan hari ini kita kembangkan sampai di enam sektor dengan 11 kekuatan kapal, mulai dari KRI, TNI Angkatan Laut, juga kapal dari kepolisian yang cukup besar, dan kapal-kapal yang dimiliki Basarnas maupun teman-teman potensi di wilayah," kata Kepala Basarnas Mohammad Syafii di Pos SAR Pantai Marina Carita, Pandeglang, Banten, sebagaimana dilansir Antara, Kamis (10/9/2026).
Syafii menambahkan, 11 kapal tersebut beroperasi dengan jumlah personel sekitar lebih dari 300 orang yang terlibat.
"Dalam operasi yang ada di posko ini, tentunya seluruh potensi, baik itu teman-teman dari kepolisian, teman-teman dari angkatan darat, khususnya pemerintah daerah yang dipimpin oleh Bapak Gubernur, memberikan dukungan penuh melalui BPBD yang ada," paparnya.
Oleh karena itu, ia meyakinkan bahwa pemerintah memberikan perhatian khusus untuk berupaya segera menemukan korban dan bisa dievakuasi dalam kondisi selamat.
"Sekarang kekuatan masih tersebar, dan kekuatan ini telah bersinergi di bawah koordinator SAR Mission Coordinator yang dijabat oleh kepala kantor SAR Banten. Operasi ini melibatkan dua kantor SAR yang ada di Banten dan yang ada di Lampung, dengan kekuatan seperti yang tadi saya sampaikan," ucap Syafii.
Ia juga mengimbau kepada masyarakat untuk mengakses informasi resmi dari posko SAR yang akan melaksanakan rapat koordinasi pada pagi hari evaluasi pada sore hari.
"Karena itu, kita mengharapkan informasi-informasi nanti yang akan disampaikan, itu menjadi informasi yang resmi disampaikan oleh pemerintah," tuturnya.