Menkeu Purbaya Mau Tahu Apa Alasan Otorita IKN Minta Tambah Anggaran Rp15,8 Triliun

Dwi Bowo Raharjo, Novian Ardiansyah

Kamis, 10 September 2026 | 17:58 WIB
Menkeu Purbaya Mau Tahu Apa Alasan Otorita IKN Minta Tambah Anggaran Rp15,8 Triliun
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. [Instagram @menkeuri]
baca 10 detik
  • Otorita IKN mengajukan tambahan anggaran Rp15,8 triliun, tetapi Menkeu Purbaya belum menerima surat resmi terkait pengajuan tersebut.
  • Pengamat menilai usulan penambahan dana IKN tidak sejalan dengan kebijakan efisiensi dan bukan program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo.
  • Otorita IKN menyampaikan bahwa dana tersebut dibutuhkan untuk membiayai pembangunan tahap lanjutan serta operasional agar IKN dapat beroperasi penuh pada 2028.

Suara.com - Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) mengajukan penambahan anggaran sebesar Rp15,8 triliun. Menanggapi ini, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku belum menerima surat pengajuan terkait.

“Saya belum terima suratnya,” kata Purbaya di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (9/9/2026).

Sementara itu, apakah pengajuan penambahan anggaran untuk IKN akan diberi lampu hijau? Bendahara negara belum memastikan.

Purbaya ingin melihat lebih dahulu alasan tambah anggaran oleh Otoritas IKN.

“Saya gak tahu, saya lihat dulu alasannya seperti apa,” kata Purbaya.

Sebelumnya, usulan tambahan anggaran sebesar Rp15,5 triliun yang diajukan Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) untuk Tahun Anggaran 2027 dinilai tidak rasional di tengah kebijakan efisiensi yang sedang dijalankan pemerintah.

Pengamat komunikasi politik Jamiluddin Ritonga menyebut hampir seluruh kementerian dan lembaga saat ini justru diminta melakukan penghematan anggaran. Karena itu, usulan penambahan dana untuk pembangunan IKN dinilai tidak sejalan dengan arah kebijakan fiskal pemerintah.

Menurutnya, Komisi II DPR RI seharusnya tidak menyetujui permintaan tambahan anggaran yang diajukan Kepala OIKN Basuki Hadimuljono.

"Komisi II DPR RI seharusnya menolak usulan penambahan anggaran tersebut. Sebab penyelesaian pembangunan IKN tidak urgent," ujar Jamiluddin, Jumat (12/6/2026).

baca juga

Ia berpendapat pembangunan IKN saat ini bukan program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Karena itu, menurutnya, tidak ada alasan mendesak untuk mempercepat penyelesaiannya melalui tambahan anggaran baru.

"Dikatakan tidak urgent, karena pembangunan IKN bukan program priorotas pemerintahan Prabowo. Tidak ada klausul yang memasukkan pembangunan IKN sebagai program prioritas pemerintah," katanya.

Ia bahkan menyebut pembangunan IKN lebih identik sebagai proyek yang diwariskan Presiden ketujuh RI Joko Widodo. Karena itu, menurutnya, tidak ada target bagi Presiden Prabowo untuk menyelesaikan pembangunan IKN.

Karena itu, Jamiluddin mendorong agar anggaran yang diusulkan untuk IKN dialihkan ke sektor lain yang dinilai lebih berdampak langsung terhadap masyarakat.

Foto udara suasana dari Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) di Ibu Kota Nusantara (IKN), Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Kamis (14/8/2025). [ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/bar]
Foto udara suasana dari Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) di Ibu Kota Nusantara (IKN), Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Kamis (14/8/2025). [ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/bar]

"Jadi, dana sebenar itu lebih baik dialokasikan ke bidang lain, terutama yang dapat menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Setidaknya anggaran sebesar itu dapat dialokasi untuk program yang pro rakyat," ujarnya.

Menurut dia, langkah tersebut justru akan membuat arah kebijakan anggaran pemerintahan Prabowo tetap selaras dengan kebutuhan masyarakat luas di tengah tekanan ekonomi yang masih dirasakan sebagian warga.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dividen BUMN: Bantalan APBN atau 'ATM Fiskal'?

Dividen BUMN: Bantalan APBN atau 'ATM Fiskal'?

Bisnis | Kamis, 10 September 2026 | 16:20 WIB

Purbaya, Menkop, & Danantara Bikin Tim Khusus Kelola Kopdes Merah Putih

Purbaya, Menkop, & Danantara Bikin Tim Khusus Kelola Kopdes Merah Putih

Bisnis | Kamis, 10 September 2026 | 14:07 WIB

Indeks Keyakinan Konsumen Naik, Purbaya Klaim Ekonomi RI Mulai Membaik

Indeks Keyakinan Konsumen Naik, Purbaya Klaim Ekonomi RI Mulai Membaik

Bisnis | Kamis, 10 September 2026 | 13:44 WIB

Purbaya Gunakan AI Buat Cegah Kebocoran Ekspor-Impor hingga Lacak Pajak Perusahaan

Purbaya Gunakan AI Buat Cegah Kebocoran Ekspor-Impor hingga Lacak Pajak Perusahaan

Bisnis | Kamis, 10 September 2026 | 13:33 WIB

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×