Media Asing Sorot Penyakit Ini Melonjak karena Kebakaran Hutan Kalimantan

Pebriansyah Ariefana

Jum'at, 11 September 2026 | 10:24 WIB
Media Asing Sorot Penyakit Ini Melonjak karena Kebakaran Hutan Kalimantan
Foto udara api membakar hutan dan lahan di Kecamatan Sebangau, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Rabu (9/9/2026). [ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/nym]
baca 10 detik
  • Penderita ISPA di Indonesia melonjak menjadi 113.336 jiwa akibat kebakaran hutan parah.

  • Paparan kabut asap beracun mengancam kesehatan lebih dari 12,5 juta warga di tujuh provinsi.

  • Jepang dan Malaysia menawarkan bantuan pemadaman udara untuk mengatasi kebakaran hutan Indonesia.

Suara.com - Media asing menyoroti kasus infeksi saluran pernapasan akut akibat pencemaran kebakaran hutan di Indonesia melonjak lebih dari dua kali lipat hanya dalam selang waktu 8 hari. Fenomena iklim ekstrem membuat bencana kabut asap tahun ini menjadi yang terburuk dalam kurun 11 tahun terakhir.

Lonjakan drastis penderita penyakit pernapasan ini didominasi oleh warga yang bermukim di wilayah Sumatra dan Borneo. Wilayah tersebut menjadi titik terparah akibat pembakaran lahan gambut dan kawasan hutan secara masif.

Dikutip dari CNA, cuaca ekstrem super-El Nino memicu kekeringan panjang dan peningkatan suhu udara yang sangat signifikan di berbagai daerah. Kondisi ini membuat emisi karbon dari kebakaran hutan di Indonesia menyumbang sepertiga dari total emisi global.

Warga mengendarai sepeda motor saat melintas di samping api yang membakar hutan dan lahan di Kecamatan Sebangau, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Rabu (9/9/2026). [ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/nym]
Warga mengendarai sepeda motor saat melintas di samping api yang membakar hutan dan lahan di Kecamatan Sebangau, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Rabu (9/9/2026). [ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/nym]

Data Kementerian Kesehatan mencatat jumlah penderita gangguan pernapasan melonjak menjadi 113.336 jiwa per 9 September, dari sebelumnya 50.891 jiwa pada 1 September. Lonjakan kasus ini terjadi seiring kian meluasnya paparan asap pekat di pemukiman warga.

Media itu mengutip pernyataan Juru bicara Kementerian Kesehatan, Widyawati. Paparan kabut asap beracun ini telah mengancam kesehatan lebih dari 12,5 juta penduduk di tujuh provinsi.

Pemerintah pusat telah mendistribusikan hampir satu juta masker serta ratusan unit konstrator oksigen untuk membantu masyarakat terdampak. Ribuan tenaga medis juga sudah disebar ke berbagai titik krisis untuk memberikan bantuan darurat.

"Proses pengerahan tambahan personel medis dan berbagai perlengkapan sedang berlangsung. Kami akan terus memantau wilayah mana yang membutuhkan lebih banyak tenaga kesehatan dan menyiagakan mereka di sana," ujar Widyawati.

Dampak buruk pencemaran udara ini bahkan telah melintasi batas negara hingga memperburuk kualitas udara di Singapura dan Malaysia. Kedua negara tetangga tersebut melaporkan penurunan kualitas udara pada level tidak sehat secara konsisten.

Pemerintah Jepang turut mengulurkan bantuan dengan mengirimkan tiga unit helikopter CH-47 Chinook yang mulai melakukan uji coba penerbangan pada Kamis.

baca juga

Spesifikasi helikopter berat tersebut disiapkan untuk menunjang operasi pemadaman udara atau water bombing bersama jajaran TNI di Kalimantan Barat.

Juru bicara Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Berton Panjaitan, mengonfirmasi bahwa pengeboman air dari udara dijadwalkan beroperasi penuh mulai Jumat atau Sabtu.

Pemerintah Malaysia yang berbatasan langsung di Borneo juga menyampaikan tawaran resmi untuk menerjunkan armada pemadam udara mereka. Tawaran bantuan tersebut disampaikan langsung melalui surat resmi Menteri Lingkungan Hidup Malaysia kepada pemerintah Indonesia.

Berton Panjaitan menegaskan bahwa pihak Jakarta saat ini sedang melakukan koordinasi antarlembaga untuk merespons tawaran bantuan dari Kuala Lumpur tersebut.

Sepanjang Januari hingga Juli tahun ini, data resmi pemerintah menunjukkan luasan lahan yang terbakar telah mencapai sekitar 202.000 hektar. Lembaga lingkungan YKAN mengestimasi kerusakan lahan bertambah drastis hingga 600.000 hektar hanya sepanjang bulan Agustus saja.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BNPB: Water Bombing Tak Berguna Jika Api Karhutla Sudah Membesar

BNPB: Water Bombing Tak Berguna Jika Api Karhutla Sudah Membesar

News | Kamis, 10 September 2026 | 21:08 WIB

Eks Kepala BMKG Soroti Salah Kaprah Penanganan Karhutla, Singgung soal Birokrasi Berbelit

Eks Kepala BMKG Soroti Salah Kaprah Penanganan Karhutla, Singgung soal Birokrasi Berbelit

News | Kamis, 10 September 2026 | 12:20 WIB

Media Asing Sorot Kebakaran Hutan Indonesia Sumbang Emisi Tertinggi Dunia

Media Asing Sorot Kebakaran Hutan Indonesia Sumbang Emisi Tertinggi Dunia

News | Kamis, 10 September 2026 | 11:26 WIB

Terkini

Romantis! Alpha Drive One Bahas Koneksi Emosional di Lagu Baru, Talk To Me

Romantis! Alpha Drive One Bahas Koneksi Emosional di Lagu Baru, Talk To Me

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 19:50 WIB

Dea OnlyFans Ikut Demo Indonesia Sadar 28 Oktober: Selfie dengan Simbol Tiga Jari

Dea OnlyFans Ikut Demo Indonesia Sadar 28 Oktober: Selfie dengan Simbol Tiga Jari

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 19:46 WIB

Tutup Jalan Slamet Riyadi, Aliansi Mahasiswa Soloraya Teriakkan 'Prabowo-Gibran Penuh Kegagalan!'

Tutup Jalan Slamet Riyadi, Aliansi Mahasiswa Soloraya Teriakkan 'Prabowo-Gibran Penuh Kegagalan!'

Surakarta | Rabu, 28 Oktober 2026 | 19:43 WIB

Diguyur Hujan Deras, Situasi Terkini Bundaran HI: Massa Bertahan, Jalur Ditutup

Diguyur Hujan Deras, Situasi Terkini Bundaran HI: Massa Bertahan, Jalur Ditutup

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 19:43 WIB

Terus Kembangkan Inovasi Transformasi Digital, Pegadaian Raih The Finance Special Award 2026

Terus Kembangkan Inovasi Transformasi Digital, Pegadaian Raih The Finance Special Award 2026

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 19:39 WIB

AI Mulai Masuk Ruang Kelas, Guru Harus Ajarkan Siswa Cara Cek Fakta

AI Mulai Masuk Ruang Kelas, Guru Harus Ajarkan Siswa Cara Cek Fakta

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 19:36 WIB

Cair! Pemprov Riau Dapat Rp30 Miliar untuk Penanganan Karhutla

Cair! Pemprov Riau Dapat Rp30 Miliar untuk Penanganan Karhutla

Riau | Rabu, 28 Oktober 2026 | 19:33 WIB

Muka Tegang Polisi Hadapi Pendemo 28 Oktober, Diuji Nahan Ketawa dengan Atraksi Sepeda Muter

Muka Tegang Polisi Hadapi Pendemo 28 Oktober, Diuji Nahan Ketawa dengan Atraksi Sepeda Muter

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 19:30 WIB

Masih Proses Transisi, Impor Migas Lewat Lemigas Belum Berjalan

Masih Proses Transisi, Impor Migas Lewat Lemigas Belum Berjalan

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 19:28 WIB

UNDIP dan Bhimasena Power Luncurkan Produk Hilirisasi Riset AFA dan APR

UNDIP dan Bhimasena Power Luncurkan Produk Hilirisasi Riset AFA dan APR

Jawa Tengah | Rabu, 28 Oktober 2026 | 19:26 WIB

×