- Tim SAR memperluas area pencarian kapal cepat Arupadhatu 1 yang hilang di Selat Sunda pada Minggu (13/9/2026).
- Operasi pencarian delapan korban melibatkan 551 personel, 15 kapal, serta satu helikopter siaga di Pandeglang.
- Korban hilang terdiri dari lima jurnalis dan tiga kru kapal yang berangkat menuju Gunung Anak Krakatau.
"Untuk sektor udara stand by memonitor perkembangan situasi di perairan Selat Sunda. Jika nanti memungkinkan dan layak terbang, maka sektor udara akan kita laksanakan," ujarnya.
Dengan pembagian sektor tersebut, total kekuatan utama yang dikerahkan dalam operasi pencarian mencapai 15 kapal dan satu helikopter.
Jumlah personel SAR juga terus diperkuat. Hingga pembaruan terakhir, sebanyak 551 personel terlibat dalam pencarian Arupadhatu 1.
Delapan Orang Masih Dicari
Kapal cepat Arupadhatu 1 membawa delapan orang ketika berangkat dari Dermaga Pegedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, pada Senin (7/9) sekitar pukul 14.00 WIB.
Kapal tersebut bergerak menuju kawasan Gunung Anak Krakatau sebelum kemudian dilaporkan hilang kontak.
Dari delapan orang yang masih dalam pencarian, lima di antaranya merupakan jurnalis.
Mereka adalah M. Bagus Khoirunnas dari ANTARA, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhistiro Pranoto dari iNews, Firman Daus dari Anadolu, dan Donal Husni, jurnalis lepas.
Tiga orang lainnya merupakan kru dan pendamping kapal, yakni Warta sebagai nakhoda, Surakman sebagai anak buah kapal (ABK), serta Heriyanto sebagai pemandu.
Tim SAR Gabungan masih melakukan penyisiran di sejumlah wilayah yang telah ditentukan sembari mengevaluasi berbagai temuan di lapangan yang dinilai dapat memberikan petunjuk mengenai keberadaan delapan orang tersebut.
Operasi pencarian akan terus dilakukan dengan menyesuaikan kondisi cuaca, jarak pandang, serta perkembangan informasi dari setiap sektor pencarian.