- Kapal Virgo Transport 8 yang membawa 243 orang hilang kontak di perairan Laut Jawa pada Minggu, 13 September 2026.
- Tim SAR gabungan telah berhasil mengevakuasi 103 orang korban selamat dan meninggal dunia akibat insiden tersebut.
- Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati meminta investigasi menyeluruh serta penindakan tegas terhadap pihak yang bertanggung jawab.
“Kemudian untuk penumpang-penumpang yang dievakuasi oleh TB TCP 38 orang dan MP Haida, itu rencana kami akan evakuasi menuju ke Trisakti, Banjarmasin,” jelasnya.
Saat ini, tim SAR masih melakukan evakuasi dengan mengerahkan sejumlah kapal lain, yakni KN SAR Laksmana, KRI Nala, KN Kunyit, serta satu helikopter Basarnas yang membantu proses pencarian melalui udara setelah diterbangkan dari Surabaya.
Putu mengatakan kondisi di lokasi kejadian cukup berisiko karena tinggi gelombang mencapai 2 hingga 2,5 meter.
“Terkait dengan kondisi di lapangan. Kami langsung mendapatkan laporan dari Nakhoda KN SAR Laksmana bahwa tinggi gelombang di lokasi kejadian antara 2 sampai 2,5 meter,” jelasnya.
“Jadi sangat berisiko untuk kapal-kapal seperti kapal kami yang dimiliki Basarnas yang ukurannya 40 meter itu sudah sangat berisiko,” imbuh Putu.
Meski demikian, Putu menegaskan tim SAR akan melakukan evakuasi semaksimal mungkin. Kapal-kapal berukuran lebih besar juga akan diprioritaskan untuk membantu pencarian di lapangan.
“Kemudian kapal-kapal lain yang ukurannya lebih besar akan lebih kami prioritaskan untuk upaya pencarian di lapangan. Ya, jadi kami upayakan semaksimal mungkin, apa pun akan kami laksanakan untuk melaksanakan operasi SAR ini,” tandasnya.
Diketahui, Kapal Virgo Transport 8 berangkat dari Surabaya sekitar pukul 10.13 WIB pada Sabtu (12/9/2026). Kapal tersebut kemudian melaporkan menghadapi kondisi cuaca buruk saat dalam perjalanan menuju Banjarmasin sekitar pukul 02.00 WITA pada Minggu (13/9/2026).
Setelah laporan tersebut, kapal yang mengangkut 243 orang itu hilang kontak dan belum diketahui keberadaannya. Posisi terakhir kapal tercatat berada di perairan Laut Jawa, sekitar 80 mil laut dari Dermaga SAR Basirih, Banjarmasin.