Mantan Menteri Malaysia Didakwa Gelapkan Dana Haji Rp 3,7 Miliar

Pebriansyah Ariefana

Senin, 14 September 2026 | 17:35 WIB
Mantan Menteri Malaysia Didakwa Gelapkan Dana Haji Rp 3,7 Miliar
Mantan Menteri Agama Malaysia Jamil Khir Baharom didakwa menyelewengkan dana Tabung Haji senilai lebih dari RM860,3 juta. (CNA)
baca 10 detik
  • Mantan Menteri Agama Malaysia Jamil Khir Baharom didakwa menyelewengkan dana Tabung Haji RM860,3 juta.

  • Tiga transaksi ilegal ke perusahaan Arab Saudi tersebut dilakukan semasa pemerintahan PM Najib Razak.

  • Jamil Khir mengaku tidak bersalah dan kini dibebaskan dengan jaminan serta penyerahan paspor.

Suara.com - Mantan Menteri Agama Malaysia Jamil Khir Baharom resmi didakwa atas dugaan penyelewengan dana haji nasabah senilai lebih dari RM 860,3 juta (setara Rp 3,7 miliar). Kasus ini menjadi pukulan telak baru bagi reputasi pengolahan dana keagamaan di negeri jiran tersebut.

Pengadilan Sesi Kuala Lumpur memproses perkara hukum ini setelah Komisi Anti-Korupsi Malaysia (MACC) mengajukan tiga dakwaan berat terhadap tokoh berusia 65 tahun itu. Langkah hukum ini mempertegas komitmen pembongkaran skandal finansial sistematis yang selama ini mengendap di lembaga pengelola tabungan jutaan umat Muslim.

Penetapan status terdakwa pada Jamil Khir menjadikannya pejabat tertinggi UMNO kedua yang terseret ke meja hijau dalam kurun waktu dua pekan berturut-turut. Fenomena ini menguji stabilitas peta politik nasional mengingat UMNO saat ini merupakan bagian dari koalisi pemerintahan pimpinan PM Anwar Ibrahim.

Seluruh transaksi mencurigakan tersebut dialirkan secara tidak sah ke perusahaan real estat Arab Saudi bernama Al Rawda Real Estate Development and Projects Management Co. Ltd. Penyimpangan dana publik ini diduga kuat terjadi langsung dari ruang kerja sang menteri di Putrajaya sepanjang rentang waktu 2015 hingga 2017.

Rincian aliran dana diawali pengalihan sebesar RM42,9 juta pada 3 April 2015. Selanjutnya, alokasi dana kembali keluar sebesar RM288,1 juta pada 14 Desember 2016 serta transaksi terbesar mencapai RM529,1 juta pada 17 Agustus 2017.

Jamil Khir menyatakan tidak bersalah atas seluruh dakwaan berdasarkan Pasal 403 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Malaysia.

Ancaman hukuman untuk pelanggaran ini mencakup penjara hingga lima tahun, hukuman cambuk, serta sanksi denda.

Hakim Rosli Ahmad menetapkan jaminan sebesar RM300.000 setelah tim kuasa hukum terdakwa keberatan atas permintaan awal jaksa penuntut umum sebesar RM1 juta.

Terdakwa juga diwajibkan menyerahkan paspornya kepada pengadilan selama proses persidangan berlangsung.

baca juga

Pengusutan perkara ini bermula dari penangkapan Jamil Khir oleh MACC pada 1 September lalu.

Penahanan tersebut merupakan tindak lanjut langsung atas temuan Komisi Penyidikan Kerajaan (RCI) yang menelusuri penyimpangan tata kelola Tabung Haji.

Laporan RCI setebal 252 halaman mengindikasikan adanya campur tangan politik serta kerugian investasi yang menembus angka RM1 miliar selama periode 2014 hingga 2020.

Fokus penyelidikan melingkupi kebijakan penyewaan hotel yang terhubung dengan Tabung Haji di Arab Saudi semasa Jamil Khir menjabat.

Sebelum didakwa, Jamil Khir sempat memberikan pembelaan terkait seluruh keputusan operasional lembaga tersebut saat ia memimpin.

"Keputusan yang dibuat selama masa jabatan saya sebagai menteri didasarkan pada rekomendasi dewan Tabung Haji dan mengikuti prosedur resmi lembaga tersebut," ujar Jamil Khir, dikutip dari CNA.

Tabung Haji merupakan lembaga krusial yang saat ini mengelola dana tabungan lebih dari 9,8 juta nasabah di seluruh Malaysia.

Kasus penyelewengan skala masif ini memicu kemarahan publik yang mengamanahkan dana ibadah mereka kepada negara.

Sebelumnya, mantan Ketua Tabung Haji Abdul Azeez Abdul Rahim juga telah didakwa atas tuduhan penyalahgunaan wewenang investasi senilai RM190 juta.

Rentetan kasus ini makin menyudutkan pimpinan UMNO di tengah dinamika persaingan politik domestik.

Jamil Khir Baharom sendiri menjabat sebagai Menteri di Departemen Perdana Menteri Bidang Agama dari tahun 2009 hingga 2018.

Ia menduduki posisi strategis tersebut di bawah masa pemerintahan Perdana Menteri Najib Razak ketika UMNO memegang kendali penuh kekuasaan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bagaimana Malaysia Bisa Tambah Kuota BBM Subsidi Demi Ringankan Beban Hidup Rakyat?

Bagaimana Malaysia Bisa Tambah Kuota BBM Subsidi Demi Ringankan Beban Hidup Rakyat?

News | Senin, 14 September 2026 | 15:00 WIB

Kabut Asap Karhutla Lintas Negara, Seberapa Siap ASEAN Mengatasinya?

Kabut Asap Karhutla Lintas Negara, Seberapa Siap ASEAN Mengatasinya?

News | Senin, 14 September 2026 | 13:30 WIB

Anwar Ibrahim Blak-blakan soal Kebakaran Hutan Indonesia, Minta Prabowo Datang ke Malaysia

Anwar Ibrahim Blak-blakan soal Kebakaran Hutan Indonesia, Minta Prabowo Datang ke Malaysia

News | Senin, 14 September 2026 | 10:00 WIB

Terkini

Pertamax Berpotensi Tembus Rp20 Ribu! Pemerintah Harus Siapkan Mitigasi  Sebelum Terlambat

Pertamax Berpotensi Tembus Rp20 Ribu! Pemerintah Harus Siapkan Mitigasi Sebelum Terlambat

News | Selasa, 15 September 2026 | 23:46 WIB

1765 Pelari dari 15 Negara Ramaikan Tangkuban Perahu

1765 Pelari dari 15 Negara Ramaikan Tangkuban Perahu

Sport | Selasa, 15 September 2026 | 23:05 WIB

Peringatan Bahaya di Makkah dan Jeddah Usai Rentetan Serangan Rudal

Peringatan Bahaya di Makkah dan Jeddah Usai Rentetan Serangan Rudal

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:59 WIB

YLBHI Kecam Pengiriman Anak Demonstran ke Barak Militer: Ini Preseden Berbahaya!

YLBHI Kecam Pengiriman Anak Demonstran ke Barak Militer: Ini Preseden Berbahaya!

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:55 WIB

Mau Liburan ke Luar Negeri? BRI dan Golden Rama Kasih Diskon hingga Rp1 Juta!

Mau Liburan ke Luar Negeri? BRI dan Golden Rama Kasih Diskon hingga Rp1 Juta!

Bri | Selasa, 15 September 2026 | 22:45 WIB

Awas! Lima Titik Karhutla di Cianjur Terjadi Hampir Bersamaan

Awas! Lima Titik Karhutla di Cianjur Terjadi Hampir Bersamaan

Jabar | Selasa, 15 September 2026 | 22:35 WIB

Kronologi Lengkap Kasus ATR/BPN, Peran Fahd A Rafiq Diduga Jadi Pengepul Terakhir Uang Haram

Kronologi Lengkap Kasus ATR/BPN, Peran Fahd A Rafiq Diduga Jadi Pengepul Terakhir Uang Haram

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:35 WIB

Gibran 'Blusukan' di Tengah Krisis: Ubah Citra Politik, Ambil Celah yang Luput dari Prabowo?

Gibran 'Blusukan' di Tengah Krisis: Ubah Citra Politik, Ambil Celah yang Luput dari Prabowo?

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:31 WIB

Gibran Temui Korban Keracunan MBG di Karo, Akademisi Dorong Evaluasi Menyeluruh

Gibran Temui Korban Keracunan MBG di Karo, Akademisi Dorong Evaluasi Menyeluruh

Sumut | Selasa, 15 September 2026 | 22:29 WIB

Sopir Truk KM Virgo Transport 8 Belum Ditemukan, Istri di Tulungagung Setia Menunggu Kabar

Sopir Truk KM Virgo Transport 8 Belum Ditemukan, Istri di Tulungagung Setia Menunggu Kabar

Jatim | Selasa, 15 September 2026 | 22:21 WIB

×