- Psikologi modern memandang mimpi ular sebagai refleksi emosi, kecemasan, atau pengalaman nyata saat seseorang terjaga.
- Primbon Jawa menafsirkan mimpi ular sebagai simbol atau pertanda berdasarkan situasi, jenis, dan jumlah ular.
- Agama Islam membagi mimpi menjadi tiga jenis, di mana mimpi buruk dianjurkan untuk disikapi dengan berlindung kepada Allah.
Salah satu sumber yang dikaitkan dengan tradisi primbon adalah Primbon Betaljemur Adammakna. Kajian akademik mengenai kitab tersebut menjelaskan bahwa primbon merupakan bagian dari pengetahuan kejawaan yang antara lain memuat perhitungan, tafsir mimpi, doa, dan berbagai pengetahuan tradisional.
Dalam salinan digital yang mengatasnamakan Primbon Betaljemur Adammakna, tafsir mimpi tentang ular dibedakan berdasarkan situasinya.
Misalnya, mimpi disembur ular ditafsirkan sebagai akan mendapatkan jodoh, sedangkan mimpi digigit ular dikaitkan dengan kemungkinan dijelek-jelekkan orang lain. Sementara melihat lubang yang berisi ular mati atau melihat kulit ular yang mengelupas dikaitkan dengan umur panjang.
Ada pula tafsir bahwa melihat ular besar sekali merupakan pertanda tercapainya kehendak, sedangkan melihat banyak ular dikaitkan dengan umur panjang. Sebaliknya, melihat ular berbisa dalam sumber primbon tersebut ditafsirkan sebagai tanda bahwa musuh atau saingan akan menang.
Tafsir tersebut merupakan bagian dari kepercayaan dan warisan budaya Jawa, sehingga tidak dapat diperlakukan sebagai prediksi ilmiah mengenai masa depan.
Dengan demikian, jika seseorang bermimpi melihat ular, maknanya dalam tradisi Primbon Jawa dapat berbeda-beda tergantung jenis ular, jumlah ular, tindakan ular, dan situasi dalam mimpi.
Arti Mimpi Melihat Ular Menurut Islam
Dalam Islam, pembahasan mengenai mimpi memiliki dasar yang berbeda dari Primbon Jawa.
Dalam hadis riwayat Sahih Muslim 2263a, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa mimpi dapat terbagi menjadi tiga jenis: mimpi baik yang merupakan kabar gembira dari Allah, mimpi yang menyedihkan atau menakutkan dari setan, dan mimpi yang berasal dari pikiran seseorang sendiri.
Karena itu, Islam tidak mengajarkan bahwa setiap mimpi otomatis merupakan pesan atau ramalan tentang masa depan.
Jika seseorang bermimpi melihat ular dan mimpi tersebut membuat takut atau tidak nyaman, terdapat tuntunan untuk memohon perlindungan kepada Allah. Dalam hadis Sahih Muslim, orang yang mengalami mimpi yang tidak disukai dianjurkan untuk meludah ringan ke sebelah kiri tiga kali dan berlindung kepada Allah dari keburukan mimpi tersebut.
Adapun dalam literatur tafsir mimpi Islam klasik yang dinisbatkan kepada Ibnu Sirin, ular sering digunakan sebagai simbol musuh atau pihak yang berlawanan. Namun, penafsiran semacam ini tetap bergantung pada konteks mimpi dan tidak dapat dijadikan kepastian bahwa seseorang benar-benar mempunyai musuh dalam kehidupan nyata.
Karena itu, jika seseorang bermimpi melihat ular, pendekatan yang lebih aman dalam Islam adalah tidak langsung menganggapnya sebagai pertanda buruk, apalagi mengambil keputusan besar hanya berdasarkan mimpi.