- Polda Bengkulu mengirim sampel DNA jenazah tanpa identitas dari Pulau Enggano ke Pusdokkes Mabes Polri.
- Pengiriman sampel DNA pada 15 September 2026 bertujuan memastikan identitas korban terkait hilangnya delapan kru kapal.
- Jenazah yang ditemukan pada 12 September 2026 tersebut telah menjalani autopsi oleh Biddokkes Polda Bengkulu.
Suara.com - Kepolisian Daerah (Polda) Bengkulu mengirim sampel DNA jenazah tanpa identitas yang ditemukan di Pulau Enggano Kabupaten Bengkulu Utara Provinsi Bengkulu ke Pusat Kedokteran dan dan Kesehatan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Pusdokkes Mabes Polri).
"Terkait pencocokan DNA jadi untuk jenazah yang ditemukan di Pulau Enggano Kabupaten Bengkulu Utara saat ini sudah dikirimkan sampel DNA nya ke Pusdokkes Mabes Polri untuk dicocokkan," kata Kabid Humas Polda Bengkulu Kombes Pol Imam Wijayanto di Kota Bengkulu, Selasa (15/9/2026).
Terkait dengan hasil autopsi jenazah tersebut, pihaknya belum dapat memastikan berapa lamanya.
Hal tersebut dilakukan guna memastikan identitas jenazah tersebut apakah ada kaitannya dengan hilangnya lima jurnalis dan tiga awak kapal yang meliput aktivitas Anak Gunung Krakatau.
"Untuk waktunya berapa lamanya kita masih menunggu nanti setelah hasil akan kita sampaikan kembali," ujarnya sebagaimana dilansir Antara.
Sebelumnya, Bidang Kedokteran dan Kesehatan Kepolisian Daerah (Biddokkes Polda) Bengkulu melakukan autopsi pada Senin (14/9) terhadap satu jenazah tanpa identitas yang ditemukan di Pulau Enggano Kabupaten Bengkulu Utara pada Sabtu (12/9).
Ia menyebut berdasarkan hasil pemeriksaan yang telah dilakukan oleh penyidik diketahui bahwa jenazah tersebut bukan masyarakat sekitar atau warga asli Pulau Enggano.
Di sisi lain, Kepala Kantor Badan Badan Nasional Pencarian dan Penyelamatan (Basarnas) Bengkulu Muslikun Sodik mengatakan bahwa jenazah yang ditemukan di Enggano telah di bawa menggunakan pesawat Susi Air take off dari Bandara Enggano menuju Bandara Fatmawati Soekarno pada Senin (14/9) Pukul 07.58 WIB.
Penerbangan jenazah tersebut dampingi oleh dua petugas dari kepolisian untuk dilakukan autopsi guna memastikan identitas dan penyebab kematiannya.
Sebelumnya, pada Sabtu (12/9) Basarnas Bengkulu menerima laporan adanya penemuan mayat tanpa identitas di kawasan Pesisir Sawang Bengkok Desa Khayapu Pulau Enggano Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu.