Purbaya Diganti Suahasil, Ekonom UGM Soroti 3 Hal yang Bisa Menentukan Arah Fiskal

Vania Rossa, Hiskia Andika Weadcaksana

Selasa, 15 September 2026 | 16:11 WIB
Purbaya Diganti Suahasil, Ekonom UGM Soroti 3 Hal yang Bisa Menentukan Arah Fiskal
Sertijab Menkeu dari Purbaya Yudhi Sadewa (kanan) ke Suahasil Nazara (kiri) di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Selasa (15/9/2026). [Dok. Kemenkeu]
baca 10 detik
  • Ekonom UGM Yudistira menyoroti pergantian Menteri Keuangan dari Purbaya ke Suahasil pada Selasa, 15 September 2026.
  • Pergantian tersebut menimbulkan kekhawatiran terkait kesinambungan program fiskal serta respons pasar keuangan terhadap kredibilitas pengelolaan anggaran.
  • Pemerintah harus mengevaluasi penempatan dana di perbankan serta mengantisipasi lonjakan defisit APBN dan gejolak harga energi.

Suara.com - Pergantian Menteri Keuangan dari Purbaya Yudhi Sadewa kepada Suahasil Nazara memunculkan pertanyaan tentang arah kebijakan fiskal pemerintah. 

Ekonom Universitas Gadjah Mada (UGM), Yudistira Hendra Permana, menyoroti kontinuitas kebijakan, respons pasar keuangan, serta nasib program-program yang diwariskan dari era Purbaya.

Menurut Yudistira pergantian menteri dalam waktu sekitar setahun perlu dicermati. Meskipun memang kapabilitas Suahasil diakui tidak perlu diragukan, tetapi perubahan kepemimpinan yang cepat berpotensi memunculkan pertanyaan tentang kesinambungan program pemerintah.

"Nah, kontinuitasnya gimana? Kontinuitas maksudnya kontinuitas soal fiskal ya, urusan-urusan fiskal," kata Yudistira kepada Suara.com, Selasa (15/9/2026).

Ia membandingkan karakter kebijakan fiskal Sri Mulyani Indrawati (SMI) dan Purbaya. Sri Mulyani dikenal dengan disiplin fiskal, sedangkan Purbaya dinilai lebih fleksibel dalam membuka ruang penggunaan anggaran untuk berbagai kebutuhan ekonomi.

Pergantian Purbaya dengan Suahasil, kata Yudistira, dinilai cukup menarik karena reputasi Suahasil cenderung lebih disiplin secara fiskal. Kondisi itu memunculkan pertanyaan apakah pemerintah akan mengubah pendekatan terhadap defisit, pembiayaan, dan program prioritas.

"Kalau saya ini melihat Pak Sua agak ini ya, tentunya cenderungnya kepada lebih disiplin ya fiskalnya daripada Pak Purbaya relatif seperti itu," tuturnya.

Yudistira bilang kondisi defisit APBN perlu menjadi perhatian pemerintah. Berdasarkan data sejauh ini, defisit pada semester I berada di angka 0,76 persen terhadap produk domestik bruto (PDB), sementara proyeksi hingga akhir tahun dapat mencapai 2,8 persen PDB.

Menurut Yudistira, pelebaran defisit pada semester II perlu dijelaskan melihat jaraknya cukup besar dibandingkan posisi semester I. Ia mengakui pola belanja pemerintah yang lebih besar pada paruh kedua tahun dapat menjadi salah satu penjelasan, tetapi risiko penerimaan negara tetap perlu diperhatikan.

baca juga

"Nah, ini kan ada risiko nih. Semester I aja di bawah 1 persen Kok semester dua bisa melebar sampai 2,8 persen?" ujarnya.

Selain kesinambungan fiskal, Yudistira menilai respons pasar keuangan akan menjadi indikator penting setelah pergantian menteri. Volatilitas Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan dinamika pasar keuangan selama setahun terakhir perlu dicermati untuk melihat kepercayaan investor terhadap arah kebijakan baru.

Ia memperkirakan pasar dapat merespons pergantian tersebut secara positif, meskipun tetap ada potensi gejolak. Respons itu akan bergantung pada seberapa jelas pemerintah menunjukkan arah kebijakan fiskal dan kemampuan menjaga kredibilitas pengelolaan anggaran.

Persoalan lain yang dinilai mendesak adalah nasib kebijakan penempatan dana pemerintah di perbankan. Kebijakan yang diwariskan Purbaya tersebut perlu dievaluasi mengingat penyaluran dana besar ke sektor perbankan tidak otomatis menjamin peningkatan kredit produktif.

"Dengan boleh dibilang hal-hal yang patut dicermati adalah penyuntikan dana pemerintah yang tersimpan di BI ke perbankan," tegasnya.

Yudistira menjelaskan, perbankan tidak hanya mempertimbangkan ketersediaan dana untuk disalurkan kepada masyarakat. 

Bank juga harus memperhitungkan risiko kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL), terutama ketika kondisi sektor riil belum sepenuhnya siap menyerap pendanaan dalam jumlah besar.

"Nah, pertanyaannya ya untuk itu adalah apakah terus kemudian likuiditas itu ditarik kembali? Disimpan lagi di BI, enggak jadi gitu loh ya. Atau kemudian diteruskan dengan penanganan risiko atau manajemen risiko yang berbeda dari daripada sebelumnya," tuturnya.

Ditambahkan Yudistira, tantangan Suahasil tidak hanya berasal dari pengelolaan fiskal dan perbankan. Gejolak harga minyak serta situasi geopolitik yang meningkat juga dapat menekan kebutuhan anggaran pemerintah, khususnya dalam menjaga harga energi.

"Tiga hal itu, soal kontinuitas, serta kredibilitas ya tentunya, kontinuitas kebijakan, terus kemudian respon pasar terutamanya di pasar keuangan, serta bagaimana ini yang juga menarik kan melihat ketika gejolak harga minyak dan geopolitik lagi naik nih. Ya, bagaimana bisa memenuhi harga energi sebagai contoh," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dicopot dari Menkeu, Dirjen Bea Cukai Bantah Ada Konflik Internal dengan Purbaya

Dicopot dari Menkeu, Dirjen Bea Cukai Bantah Ada Konflik Internal dengan Purbaya

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 15:20 WIB

Kebijakan Rombak Pejabat Kemenkeu Berpotensi Dianulir, Purbaya: Suka-Suka Menteri (Baru) Lah!

Kebijakan Rombak Pejabat Kemenkeu Berpotensi Dianulir, Purbaya: Suka-Suka Menteri (Baru) Lah!

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 14:56 WIB

Dulu Menteri Koboi, Kini Purbaya Cuma Ucapkan 51 Kata Saat Tinggalkan Kursi Menkeu

Dulu Menteri Koboi, Kini Purbaya Cuma Ucapkan 51 Kata Saat Tinggalkan Kursi Menkeu

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 14:36 WIB

Terkini

Kedubes AS di Arab Saudi: Warga Amerika Jangan ke Perbatasan Yaman, Risiko Terorisme

Kedubes AS di Arab Saudi: Warga Amerika Jangan ke Perbatasan Yaman, Risiko Terorisme

News | Rabu, 16 September 2026 | 16:10 WIB

Kepergok Curi Sawit-Bacok Warga, Pria Ini Ditangkap saat Sembunyi Bersama Istri Siri

Kepergok Curi Sawit-Bacok Warga, Pria Ini Ditangkap saat Sembunyi Bersama Istri Siri

Sumut | Rabu, 16 September 2026 | 16:10 WIB

Peneliti Ubah Kotoran Sapi Menjadi Bahan Baku Lilin: Bagaimana Caranya?

Peneliti Ubah Kotoran Sapi Menjadi Bahan Baku Lilin: Bagaimana Caranya?

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 16:10 WIB

Prabowo: Kalau Tak Kuat Jadi Petugas Rakyat, Harus Minggir

Prabowo: Kalau Tak Kuat Jadi Petugas Rakyat, Harus Minggir

News | Rabu, 16 September 2026 | 16:09 WIB

Bisnis Waralaba RI Tembus Rp143 Triliun, Tumbuh 10-15% per Tahun

Bisnis Waralaba RI Tembus Rp143 Triliun, Tumbuh 10-15% per Tahun

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 16:06 WIB

Tas Multifungsi Jadi Andalan, Siluet Clean dengan Material Leather Kian Diminati

Tas Multifungsi Jadi Andalan, Siluet Clean dengan Material Leather Kian Diminati

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 16:05 WIB

Menjemput Rezeki dari Balik Layar Gadget hingga Ujung Canting, Kisah Difabel Bertahan Hidup di Jogja

Menjemput Rezeki dari Balik Layar Gadget hingga Ujung Canting, Kisah Difabel Bertahan Hidup di Jogja

Jogja | Rabu, 16 September 2026 | 16:04 WIB

Tidak Semua Harus Dibagikan, Ini Alasan Pentingnya Membangun Batas Privasi di Dunia Maya

Tidak Semua Harus Dibagikan, Ini Alasan Pentingnya Membangun Batas Privasi di Dunia Maya

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 16:04 WIB

5 Bedak Padat yang Tahan Lama dan Glowing Sesuai Klaim dan Review Pengguna

5 Bedak Padat yang Tahan Lama dan Glowing Sesuai Klaim dan Review Pengguna

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 16:03 WIB

Perusahaan Diminta Tak Cuma Andalkan Awareness untuk Hadapi Serangan Siber

Perusahaan Diminta Tak Cuma Andalkan Awareness untuk Hadapi Serangan Siber

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 16:02 WIB

×