- Presiden Prabowo Subianto memastikan pemerintah akan menyelidiki penyebab tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 di Laut Jawa.
- Tim SAR gabungan mengerahkan 1.097 personel untuk mencari 129 penumpang hilang dalam operasi pencarian korban.
- Sebanyak 114 penumpang berhasil dievakuasi, dengan rincian 108 orang selamat dan enam orang meninggal dunia.
Suara.com - Presiden Prabowo Subianto memastikan pemerintah akan menginvestigasi penyebab tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa.
Investigasi dilakukan untuk mengetahui penyebab kecelakaan sekaligus menjadi bahan mitigasi agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
Hal itu disampaikan Prabowo saat memberikan sambutan dalam peresmian LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai di Stasiun Manggarai, Rabu (16/9/2026).
Sebelum berbicara mengenai peresmian LRT, Prabowo terlebih dahulu menyampaikan doa bagi para korban serta keluarga yang ditinggalkan.
“Kita selalu berdoa agar keluarga yang ditinggal diberi ketabahan, keteguhan,” kata Prabowo di Stasiun LRT Manggarai, Rabu (16/9/2026).
Prabowo kemudian memastikan pemerintah tidak hanya melakukan pencarian dan evakuasi korban, tetapi juga akan menelusuri penyebab tenggelamnya kapal.
“Kita terus akan melakukan investigasi, meneliti apa sebab dari kejadian tersebut supaya di masa depan kita lebih bisa mitigasi dan bisa mengambil langkah-langkah yang terbaik,” katanya.
Menurut Prabowo, pemerintah juga terus menangani berbagai bencana yang terjadi di sejumlah daerah. Pemerintah pusat dan daerah disebut bekerja bersama dalam menghadapi kondisi tersebut.
129 Penumpang Masih Hilang
Operasi pencarian korban KMP Virgo Transport 8 hingga kekinian masih berlangsung. Tim SAR gabungan telah mengevakuasi 114 penumpang, dengan rincian 108 orang selamat dan enam orang meninggal dunia.
Namun, masih terdapat 129 penumpang yang dilaporkan hilang. Pencarian dilakukan melalui penyisiran wilayah perairan menggunakan unsur laut dan udara.
Sebanyak 1.097 personel gabungan dikerahkan dalam operasi SAR tersebut. Mereka berasal dari Basarnas, TNI AL, Polda Kalimantan Selatan, serta potensi SAR lainnya.
Operasi pencarian didukung lima unit alutsista udara dan 17 kapal patroli laut. Tim SAR juga menggunakan pesawat Cessna 208 Caravan untuk memperluas pemantauan dari udara.