- Kapal Virgo Transport 8 terbalik di perairan Masalembu pada Minggu, 13 September 2026, akibat cuaca buruk.
- Hingga Selasa, 15 September 2026, tim SAR gabungan mengevakuasi 108 korban selamat dan menemukan enam korban meninggal dunia.
- Basarnas mencatat sebanyak 129 orang masih hilang dalam insiden kecelakaan kapal yang berlayar dari Surabaya tersebut.
Salah satu kecelakaan paling terkenal di sekitar Masalembu adalah tenggelamnya kapal penumpang Tampomas II pada 27 Januari 1981.
Kapal yang berlayar dari Jakarta menuju Makassar itu terbakar di sekitar Masalembu sebelum akhirnya tenggelam dalam kondisi cuaca buruk. Ratusan orang tewas dan sejumlah lainnya dilaporkan hilang dalam tragedi tersebut.
Proses penyelamatan berlangsung dalam kondisi ekstrem. Gelombang dilaporkan mencapai sekitar 10 meter, disertai angin kencang dan hujan deras.
Sejarawan maritim dan arsiparis Fanada Sholihah mengatakan tragedi Tampomas II turut membentuk ingatan kolektif masyarakat mengenai perairan Masalembu.
"Semua aspek dalam cerita ini menjadi bahan yang sangat kuat bagi ingatan kolektif masyarakat mengenai kawasan tersebut sebagai wilayah berbahaya," kata Fanada, direktur platform arsip sejarah Tarugiri.
Adam Air 574 Juga Kerap Dikaitkan
Nama Masalembu juga kerap muncul dalam berbagai laporan mengenai kecelakaan Adam Air 574 pada Januari 2007.
Pesawat tersebut hilang kontak saat terbang dari Surabaya menuju Manado, Sulawesi Utara. Seluruh 102 orang yang berada di dalam pesawat meninggal dunia.
Namun, hasil investigasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menyimpulkan pesawat jatuh ke laut di sekitar Kabupaten Majene, Sulawesi Barat.
Lokasi tersebut berjarak sekitar 500 kilometer dari Masalembu. Dengan demikian, kecelakaan Adam Air 574 tidak terjadi di perairan Masalembu seperti yang kerap muncul dalam sejumlah cerita dan laporan.
Meski begitu, reputasi Masalembu sebagai kawasan berbahaya tetap bertahan hingga masuk ke budaya populer Indonesia.
"Sebuah serial televisi lokal bahkan menggunakan kisah penyintas kecelakaan pesawat di kawasan tersebut sebagai bagian dari ceritanya," tulis media Malaysia.
Faktor Alam Lebih Nyata daripada Mitos
Perairan bagian timur Laut Jawa, termasuk kawasan sekitar Masalembu, memang memiliki karakteristik arus laut yang kuat.
Kondisi tersebut dapat diperburuk angin musiman dan gelombang tinggi yang dipengaruhi angin muson timur.
Periode muson timur umumnya berlangsung antara April hingga Oktober.
Karena itu, risiko pelayaran di kawasan tersebut tidak harus dijelaskan melalui mitos.
Kondisi laut, cuaca, arus, dan gelombang merupakan faktor nyata yang dapat memengaruhi keselamatan kapal.