Berapa Uang Pensiun Purbaya usai Setahun Jadi Menkeu? Ini Besarannya

Nur Khotimah

Kamis, 17 September 2026 | 13:36 WIB
Berapa Uang Pensiun Purbaya usai Setahun Jadi Menkeu? Ini Besarannya
Eks Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. [Dok. Kemenkeu]
baca 10 detik
  • Presiden Prabowo Subianto menunjuk Suahasil Nazara untuk menggantikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa pada September 2025.
  • Purbaya Yudhi Sadewa diperkirakan menerima pensiun pokok sekitar Rp604.800 per bulan setelah menjabat menteri selama satu tahun.
  • Estimasi besaran pensiun tersebut dihitung menggunakan formula peraturan pemerintah berdasarkan masa jabatan dan gaji pokok menteri.

Suara.com - Purbaya Yudhi Sadewa tidak lagi menjabat sebagai Menteri Keuangan (Menkeu) setelah Presiden Prabowo Subianto menunjuk Suahasil Nazara sebagai penggantinya.

Purbaya tercatat memimpin Kementerian Keuangan selama sekitar satu tahun sejak dilantik pada September 2025.

Berakhirnya masa jabatan tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai hak keuangan yang akan diterima Purbaya setelah tidak lagi menjadi menteri.

Salah satunya adalah besaran uang pensiun yang diberikan kepada bekas menteri negara. Kira-kira, berapa uang pensiun Purbaya sebagai mantan Menkeu?

Berapa Uang Pensiun Purbaya usai Setahun Jadi Menkeu?

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (Antara)
Eks Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (Antara)

Aturan mengenai pensiun menteri telah diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 1980 dan perubahan melalui PP Nomor 60 Tahun 2000.

Berdasarkan ketentuan tersebut, mantan menteri dapat memperoleh pensiun usai menyelesaikan masa jabatannya sesuai mekanisme yang berlaku.

Berdasarkan perhitungan yang mengacu pada aturan pensiun menteri tersebut, Purbaya diperkirakan menerima pensiun pokok sekitar Rp604.800 per bulan.

Angka tersebut dihitung berdasarkan masa jabatan sekitar 12 bulan dan gaji pokok menteri sebesar Rp5.040.000 per bulan.

Formula yang digunakan adalah 1 persen dari dasar pensiun untuk setiap bulan masa jabatan. Dengan demikian, perhitungannya menjadi 12 persen dikalikan Rp5.040.000, sehingga menghasilkan Rp604.800 per bulan.

baca juga

Namun, nominal tersebut masih berupa estimasi berdasarkan formula peraturan. Besaran pensiun yang benar-benar diterima Purbaya tetap bergantung pada keputusan resmi, termasuk Keputusan Presiden mengenai pemberian pensiun.

Selain pensiun pokok, bekas menteri juga dapat memperoleh Tunjangan Hari Tua (THT) sesuai ketentuan dan riwayat iuran.

Karena itu, angka Rp604.800 tidak dapat disebut sebagai keseluruhan uang yang akan diterima Purbaya setelah berhenti menjabat.

Perjalanan Karier Purbaya sampai Jadi Menkeu

Sertijab Menkeu dari Purbaya Yudhi Sadewa (kanan) ke Suahasil Nazara (kiri) di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Selasa (15/9/2026). [Dok. Kemenkeu]
Sertijab Menkeu dari Purbaya Yudhi Sadewa (kanan) ke Suahasil Nazara (kiri) di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Selasa (15/9/2026). [Dok. Kemenkeu]

Purbaya Yudhi Sadewa lahir di Bogor, Jawa Barat, pada 7 Juli 1964. Ia menempuh pendidikan sarjana Teknik Elektro di Institut Teknologi Bandung (ITB), kemudian melanjutkan studi magister dan doktor ekonomi di Purdue University, Amerika Serikat.

Sebelum masuk ke pemerintahan, Purbaya memulai karier sebagai wireline field engineer di Schlumberger Overseas SA pada 1989-1994.

Setelah itu, ia beralih ke bidang ekonomi dengan menjadi senior economist di Danareksa Research Institute pada 2000-2005.

Kariernya di Danareksa terus berkembang setelah Purbaya dipercaya menjadi Presiden Direktur PT Danareksa Securities pada 2006-2008.

Ia juga menjabat sebagai chief economist di Danareksa Research Institute pada 2005–2013 serta menjadi anggota Dewan Direksi PT Danareksa (Persero) pada 2013–2015.

Purbaya kemudian mulai menduduki sejumlah jabatan di pemerintahan. Pada 2015, ia dipercaya menjadi Deputi III Bidang Pengelolaan Isu Strategis di Kantor Staf Presiden, lalu menjalankan sejumlah tugas di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman.

Pada September 2020, Purbaya dilantik sebagai Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) untuk masa jabatan 2020-2025.

Setelah menyelesaikan masa tugas tersebut, ia ditunjuk Presiden Prabowo Subianto sebagai Menteri Keuangan pada 8 September 2025 untuk menggantikan Sri Mulyani Indrawati.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Purbaya Abaikan Saran Suahasil Sebelum Dicopot dari Jabatan Menteri Keuangan

Purbaya Abaikan Saran Suahasil Sebelum Dicopot dari Jabatan Menteri Keuangan

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 12:17 WIB

Pengamat Sebut KPK Perlu Panggil Purbaya Terkait Saweran TikTok, Ada Apa?

Pengamat Sebut KPK Perlu Panggil Purbaya Terkait Saweran TikTok, Ada Apa?

News | Kamis, 17 September 2026 | 11:50 WIB

Anak Purbaya Sebut Ada 'Mafia Ancam Presiden' Di Balik Pemecatan Menkeu

Anak Purbaya Sebut Ada 'Mafia Ancam Presiden' Di Balik Pemecatan Menkeu

Video | Kamis, 17 September 2026 | 12:00 WIB

Terkini

Polemik Penggeledahan Rumah Tahfiz di Sukoharjo Kian Memanas, DPR Desak Pembentukan TGPF Independen

Polemik Penggeledahan Rumah Tahfiz di Sukoharjo Kian Memanas, DPR Desak Pembentukan TGPF Independen

News | Senin, 02 November 2026 | 01:02 WIB

KAI Mulai Buka Tiket Kereta untuk Perjalanan Desember 2026

KAI Mulai Buka Tiket Kereta untuk Perjalanan Desember 2026

Foto | Senin, 02 November 2026 | 00:11 WIB

SMK Nusantara Kembali Juara AXIS Nation Cup 2026

SMK Nusantara Kembali Juara AXIS Nation Cup 2026

Foto | Senin, 02 November 2026 | 00:09 WIB

Perang Dunia III di Depan Mata? Vladimir Putin: Rusia Siap Perang dengan Eropa

Perang Dunia III di Depan Mata? Vladimir Putin: Rusia Siap Perang dengan Eropa

News | Minggu, 01 November 2026 | 23:45 WIB

2 Juta Hektare Gambut Sumsel Punya Potensi Ekonomi, Bambu Betung dan Jelutung Diuji

2 Juta Hektare Gambut Sumsel Punya Potensi Ekonomi, Bambu Betung dan Jelutung Diuji

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 23:42 WIB

Alex Marquez Persembahkan Podium untuk BK8 Gresini Racing di MotoGP Malaysia 2026

Alex Marquez Persembahkan Podium untuk BK8 Gresini Racing di MotoGP Malaysia 2026

Sport | Minggu, 01 November 2026 | 23:37 WIB

Nelayan Air Nyatoh Kehilangan Penghasilan, Tangkapan Ikan Teri Turun akibat Laut Keruh

Nelayan Air Nyatoh Kehilangan Penghasilan, Tangkapan Ikan Teri Turun akibat Laut Keruh

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 23:29 WIB

Kecelakaan Maut Bus Penumpang Tabrak Truk Berat: 10 Orang Tewas dan 24 Luka

Kecelakaan Maut Bus Penumpang Tabrak Truk Berat: 10 Orang Tewas dan 24 Luka

News | Minggu, 01 November 2026 | 23:00 WIB

Pura-pura Ban Motor Bocor, Pria di Bandar Lampung Diduga Bunuh Sepupunya

Pura-pura Ban Motor Bocor, Pria di Bandar Lampung Diduga Bunuh Sepupunya

Lampung | Minggu, 01 November 2026 | 22:48 WIB

Viral Pasien Lansia Terlantar di Teras Puskesmas Bantarujeg, Ini Kronologinya

Viral Pasien Lansia Terlantar di Teras Puskesmas Bantarujeg, Ini Kronologinya

Jabar | Minggu, 01 November 2026 | 22:44 WIB

×