- Presiden Prabowo mencopot Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan menggantinya dengan Suahasil Nazara pada pekan ini.
- Pencopotan terjadi karena Purbaya tetap melantik ratusan pejabat pajak dan bea cukai secara sepihak pada 10 September 2026.
- Menkeu baru Suahasil Nazara menyatakan akan mengevaluasi kebijakan perombakan pejabat yang sebelumnya dilakukan oleh Purbaya.
Suara.com - Presiden Prabowo Subianto mencopot Purbaya Yudhi Sadewa dari jabatan menteri keuangan pada pekan ini dan menggantikannya dengan Suahasil Nazara.
Berdasarkan penelusuran Reuters, sebelum dicopot Purbaya mengabaikan saran Suahasil terkait pencopotan dan pelantikan ratusan pejabat di Direktorat Jenderal Pajak dan Bea Cukai.
Reuters memperoleh akses ke pesan WhatsApp Suahasil kepada seorang pejabat senior di Kementerian Keuangan, yang isinya mengatakan ia telah menyarankan Purbaya agar menunda pelantikan ratusan pejabat Eselon II dan III sebelum berbicara dengan Dirjen Pajak dan Bea Cukai.
Purbaya mengabaikan saran Suahasil itu dan tetap melakukan pelantikan terhadap ratusan pejabat Kemenkeu pada Kamis (10/9/2026).
Perombakan ratusan pejabat tersebut mendapat penentangan dari Direktur Jenderal Bea Cukai Djaka Budhi Utama. Penting diingat Djaka adalah pensiunan jenderal TNI dan eks Tim Mawar, anak buah Prabowo dalam kasus penculikan aktivis prodemokrasi pada 1997-1998.
Djaka kabarnya langsung mengadu ke Prabowo terkait perombakan yang dilakukan oleh Purbaya.
Tak hanya Djaka. Dirjen Pajak Bimo Wijayanto juga memprotes keputusan sepihak Purbaya tersebut.
Kepada Reuters Djaka membantah adanya konflik antara dirinya dengan Purbaya. Sementara Bimo enggan memberikan keterangan kepada pers.
Tetapi setelah Suahasil dilantik, Bimo pun buka suara. Ia mengatakan ia bersama Djaka telah meminta Menkeu baru untuk membatalkan membatalkan pelantikan pejabat-pejabat baru yang dilakukan Purbaya pekan lalu.
Meski demikian Bimo juga mengakui bahwa perombakan di Kemenkeu memang berdasarkan usulan dirinya, tetapi ada beberapa "nama ajaib" yang turut dilantik.
"Itu kan usulan kita, rotasi. Cuman memang ada beberapa yang nama-nama ajaib yang tidak ikut proses assessment, talent management," katanya di Kantor Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Rabu (16/9/2026).
Suahasil sendiri, setelah dilantik sebagai Menkeu, mengatakan akan mengevaluasi kembali kebijakan Purbaya terkait perombakan SMD di kementerian.
"Kita mendiskusikan ya, melihat proses maupun yang sedang terjadi, yang sudah terjadi, proses maupun aktivitas dari yang sudah terjadi," kata Menkeu Suahasil di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (16/9/2026).
Suahasil bahkan mengatakan pihaknya saat ini masih menunggu usulan dari para dirjen Kemenkeu. Menurutnya, penunjukkan pejabat Kemenkeu seharusnya ada prosedur yang mesti dilakukan oleh seluruh unit.
"Karena kan yang namanya penunjukan pejabat itu ada jenjang-jenjangnya dan kemudian juga dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh unit karena kadang-kadang kita memerlukan struktur pejabat yang sifatnya itu lintas unit eselon satu, karena itu memperkuat sinergi, memperkuat koordinasi," tutup Suahasil.