Kasus Dugaan Korupsi Dokter Jantung Belanda Tembus Indonesia, Ada Aliran Dana Jutaan Euro ke Jakarta

Galih Prasetyo

Kamis, 17 September 2026 | 13:34 WIB
Kasus Dugaan Korupsi Dokter Jantung Belanda Tembus Indonesia, Ada Aliran Dana Jutaan Euro ke Jakarta
Ilustrasi dokter sedang melakukan operasi (pixabay.com/sasint)
baca 10 detik
  • Kepolisian Indonesia menyelidiki rumah sakit di Jakarta pada November lalu atas permintaan penegak hukum Belanda terkait kasus korupsi.
  • Penyelidikan tersebut berfokus mencari empat saksi kunci untuk menelusuri dugaan suap alat medis dari produsen kepada dokter spesialis jantung.
  • Kasus ini melibatkan penyelidikan lebih luas oleh otoritas Belanda terhadap dugaan aliran dana tersembunyi kepada sejumlah dokter spesialis jantung.

Suara.com - Penyelidikan dugaan korupsi yang melibatkan sejumlah dokter spesialis jantung di Rumah Sakit Isala, Zwolle, Belanda, kini merambah Indonesia.

Menurut laporan media Belanda, Kepolisian Indonesia diketahui melakukan penyelidikan di sebuah rumah sakit jantung di Jakarta atas permintaan penegak hukum Belanda.

Informasi tersebut dikonfirmasi oleh Kejaksaan Belanda (OM), FIOD atau otoritas penyidik kejahatan keuangan Belanda, serta Rumah Sakit Isala kepada Nieuwsuur dan Investico.

Penyelidikan di Indonesia dilakukan pada November tahun lalu di Rumah Sakit Jakarta, beserta perusahaan yang terhubung dengan fasilitas kesehatan tersebut.

Polisi Cari Empat Saksi

Dalam penyelidikan tersebut, polisi Indonesia disebut mencari empat orang yang pernah bekerja di salah satu rumah sakit Jakarta.

Mereka terdiri atas mantan kepala bagian akuntansi, seorang pegawai yang diberhentikan karena dugaan penipuan atau penggelapan dokumen, serta dua orang lain yang dinilai mungkin memiliki informasi relevan.

Belum diketahui apakah keempat orang tersebut telah ditemukan dan diperiksa.

Kepolisian Indonesia belum memberikan tanggapan meski telah berulang kali dimintai keterangan terkait penyelidikan tersebut.

baca juga
Ilustrasi Rumah Sakit (Unsplash/Piron Guillaume)
Ilustrasi Rumah Sakit (Unsplash/Piron Guillaume)

Penegak hukum Belanda juga menolak memberikan informasi lebih lanjut karena kasus tersebut masih dalam proses penyidikan.

Berawal dari Dugaan Suap Alat Medis

Kasus ini berkaitan dengan dugaan pembayaran kepada seorang ahli jantung keturunan Belanda-Indonesia dan empat dokter lainnya di Zwolle.

Sejak 2022, mereka dicurigai menerima pembayaran dari produsen alat kesehatan.

Pembayaran tersebut diduga mengalir melalui perusahaan mereka di Belanda yang juga menggunakan nama rumah sakit tersebut.

Sebagai imbalannya, para dokter diduga memberikan perlakuan khusus terhadap produk yang dipasarkan perusahaan alat kesehatan tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Berita Hoaks, Nama Menkeu Suahasil Nazara Disebut dalam Isu Korupsi Rp500 Triliun

Berita Hoaks, Nama Menkeu Suahasil Nazara Disebut dalam Isu Korupsi Rp500 Triliun

News | Kamis, 17 September 2026 | 10:35 WIB

Tak Kapok Jadi Tersangka Korupsi Tiga Kali, Anggota DPR Minta Fahd A Rafiq Dihukum Berat

Tak Kapok Jadi Tersangka Korupsi Tiga Kali, Anggota DPR Minta Fahd A Rafiq Dihukum Berat

News | Rabu, 16 September 2026 | 20:23 WIB

Fahd A Rafiq Hattrick Tersangka Korupsi, Golkar Kecewa dan Marah

Fahd A Rafiq Hattrick Tersangka Korupsi, Golkar Kecewa dan Marah

News | Rabu, 16 September 2026 | 19:48 WIB

Wamen ATR/BPN Ungkap Arahan Nusron Wahid Usai Kasus Dugaan Korupsi HGB

Wamen ATR/BPN Ungkap Arahan Nusron Wahid Usai Kasus Dugaan Korupsi HGB

News | Rabu, 16 September 2026 | 17:17 WIB

Seret Korporasi Besar di kasus ATR/BPN, Independensi KPK Kini Diuji

Seret Korporasi Besar di kasus ATR/BPN, Independensi KPK Kini Diuji

News | Rabu, 16 September 2026 | 14:54 WIB

Budi Karya Absen Sidang Banding DJKA karena Sakit, Sidang Tetap Jalan

Budi Karya Absen Sidang Banding DJKA karena Sakit, Sidang Tetap Jalan

News | Rabu, 16 September 2026 | 09:33 WIB

Terkini

Kamera LUMIX: Ketika Smartphone Tidak Lagi Cukup untuk Mengabadikan Momen

Kamera LUMIX: Ketika Smartphone Tidak Lagi Cukup untuk Mengabadikan Momen

Tekno | Kamis, 17 September 2026 | 13:29 WIB

Andovi da Lopez Tegaskan Perannya di Film Bapak Paling Jujur Bukan Sindir Siapa Pun

Andovi da Lopez Tegaskan Perannya di Film Bapak Paling Jujur Bukan Sindir Siapa Pun

Entertainment | Kamis, 17 September 2026 | 13:26 WIB

Kenapa Harga iPhone Tiba-Tiba Naik? Cek Harga Terbaru September 2026

Kenapa Harga iPhone Tiba-Tiba Naik? Cek Harga Terbaru September 2026

Tekno | Kamis, 17 September 2026 | 13:24 WIB

Harga Bensin Tembus Rp 42 Ribu Per Liter, Krisis BBM di Depan Mata di Prancis

Harga Bensin Tembus Rp 42 Ribu Per Liter, Krisis BBM di Depan Mata di Prancis

News | Kamis, 17 September 2026 | 13:23 WIB

Bunyi Hukum Pascal dan Contoh Penerapannya dalam Kehidupan Sehari-hari

Bunyi Hukum Pascal dan Contoh Penerapannya dalam Kehidupan Sehari-hari

Tekno | Kamis, 17 September 2026 | 13:22 WIB

Bapak Paling Jujur, Film Satir Politik yang Menyentil Budaya Suka Bohong

Bapak Paling Jujur, Film Satir Politik yang Menyentil Budaya Suka Bohong

Entertainment | Kamis, 17 September 2026 | 13:16 WIB

Cara Ganti Background Zoom dan Efek Blur dengan Mudah

Cara Ganti Background Zoom dan Efek Blur dengan Mudah

Tekno | Kamis, 17 September 2026 | 13:15 WIB

Analis Asing: Karhutla Indonesia 34 Persen Lebih Parah dari 2019, 12 Juta Orang Terdampak

Analis Asing: Karhutla Indonesia 34 Persen Lebih Parah dari 2019, 12 Juta Orang Terdampak

News | Kamis, 17 September 2026 | 13:13 WIB

5.167 Keluarga Penerima Bansos di Palu Terindikasi Judi Online

5.167 Keluarga Penerima Bansos di Palu Terindikasi Judi Online

Sulsel | Kamis, 17 September 2026 | 13:12 WIB

Tall Poppy Syndrome: Ketika Orang Berhasil Justru Dicari Kekurangannya

Tall Poppy Syndrome: Ketika Orang Berhasil Justru Dicari Kekurangannya

Your Say | Kamis, 17 September 2026 | 13:10 WIB

×