- Sebanyak 413 warga SMKN 2 Yogyakarta mengalami gangguan kesehatan setelah menyantap menu Program MBG pada Rabu.
- Sekolah menghentikan sementara penerimaan makanan sejak Jumat sambil menunggu hasil investigasi laboratorium terhadap sampel makanan.
- Dugaan sementara mengarah pada olahan ayam gongso yang tidak matang sempurna, tetapi belum ada pasien yang dirawat inap.
Di sisi lain, Kepala KPPG Sleman, Harsono Budi Waluyo dalam keterangan tertulisnya menyebut dugaan gangguan pencernaan tersebut dilaporkan pada Rabu sekitar pukul 18.00 WIB dan sejauh ini berasal dari satu sekolah.
Adapun SPPG Sleman Depok Caturtunggal 3 disebut melayani sebanyak 2.010 penerima manfaat.
KPPG Sleman menyatakan sejauh ini terdapat satu siswa yang melakukan pemeriksaan di fasilitas kesehatan dengan gejala. KPPG menegaskan angka 413 orang merupakan hasil pendataan mandiri sekolah dan belum menjadi data yang terkonfirmasi dari fasilitas pelayanan kesehatan.
"Berdasarkan laporan sejauh ini di lapangan terdapat 1 orang siswa yang melakukan pemeriksaan di fasilitas kesehatan dengan bergejala," ujar Harsono.
Adapun menu yang dibagikan pada Rabu tersebut terdiri atas nasi putih, ayam gongso, tempe crispy, tumis labu siam dan wortel, serta pisang. Dinas Kesehatan kemudian melakukan pengambilan sampel makanan untuk pemeriksaan laboratorium pada Jumat (18/9/2026).
"KPPG Sleman menyampaikan bahwa penyebab dugaan kejadian belum dapat dipastikan dan masih menunggu hasil pemeriksaan serta pengujian sampel oleh pihak yang berwenang," tandasnya.
Ditegaskan Harsono, hingga saat ini tidak ada laporan pasien yang menjalani rawat inap maupun observasi medis lanjutan.
"Sampai dengan laporan ini disampaikan, tidak terdapat penerima manfaat yang menjalani rawat inap, rawat jalan yang dilaporkan melalui fasilitas kesehatan, maupun observasi. Untuk selanjutnya masih menunggu proses pendalaman oleh otoritas yang berwenang di bidang kesehatan," pungkasnya.