- Arab Saudi berhasil mencegat rudal balistik Houthi yang menyerang Riyadh pada 19 September 2026.
- Sistem pertahanan udara Saudi juga menggagalkan upaya serangan kelompok Houthi di empat kota lainnya.
- Kelompok Houthi mengklaim telah melancarkan serangan menggunakan rudal balistik, rudal jelajah, dan drone ke Saudi.
Suara.com - Arab Saudi menyatakan telah mencegat dan menghancurkan sebuah rudal balistik yang ditembakkan ke arah Riyadh pada Sabtu, 19 September 2026.
Juru bicara pasukan koalisi Arab Saudi-Yaman, Mayor Jenderal Turki al-Maliki, menyebut rudal tersebut diluncurkan oleh kelompok Houthi.
Pernyataan Al-Maliki disampaikan melalui akun X dan dikutip Al Arabiya.
Ia juga mengatakan sistem pertahanan udara Saudi menggagalkan upaya serangan terhadap sejumlah kota lain.
Menurut Al-Maliki, Houthi berupaya menargetkan warga sipil dan fasilitas sipil di Riyadh.
Ia menyebut tindakan tersebut sebagai bagian dari peningkatan aktivitas kelompok tersebut terhadap wilayah Saudi.
“Peningkatan tindakan milisi Houthi dan upaya berkelanjutan mereka untuk menargetkan warga sipil serta fasilitas sipil di Riyadh menunjukkan kegigihan kelompok tersebut,” kata Al-Maliki dalam pernyataannya.
![Laporan gambar dan rekaman asap yang membumbung dari fasilitas-fasilitas di Bandara Internasional King Khalid di Riyadh setelah serangan rudal balistik [Ist]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/09/20/71973-serangan-houthi-di-arab-saudi.jpg)
Empat Kota Lain Disebut Jadi Sasaran
Al-Maliki juga menyatakan bahwa Houthi berupaya menyerang Bisha, Taif, Farasan, dan Yanbu.
Menurut juru bicara koalisi tersebut, seluruh upaya serangan itu berhasil digagalkan oleh sistem pertahanan udara Saudi.
Pernyataan tersebut tidak secara rinci menjelaskan jenis senjata yang digunakan dalam setiap upaya serangan.
Sejauh laporan yang dikutip dalam narasi tersebut, tidak disebutkan adanya korban jiwa akibat rudal yang diarahkan ke Riyadh.
Houthi Klaim Lancarkan Serangan
Kelompok Houthi, di sisi lain, dilaporkan mengklaim telah melancarkan serangkaian serangan ke wilayah Saudi.
Houthi menyebut serangan tersebut menggunakan rudal balistik, rudal jelajah, dan drone.
Kelompok itu juga mengklaim menargetkan sejumlah lokasi di Riyadh serta fasilitas Aramco di Yanbu.
Klaim Houthi mengenai sasaran serangan tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.
Perbedaan antara klaim Houthi dan pernyataan otoritas Saudi membuat informasi mengenai dampak serangan masih bergantung pada keterangan masing-masing pihak.
Saudi Tegaskan Hak untuk Merespons
Al-Maliki menegaskan bahwa kepemimpinan koalisi memiliki hak untuk mengambil tindakan yang dianggap diperlukan guna menghadapi serangan Houthi.
Menurutnya, setiap langkah yang diambil akan mengacu pada hukum humaniter internasional dan aturan hukum kebiasaan internasional.
Pernyataan tersebut muncul ketika ketegangan antara Houthi dan Saudi kembali meningkat, bersamaan dengan meningkatnya aktivitas militer di sekitar Laut Merah dan Selat Bab el-Mandeb.