Eskalasi Konflik Houthi Berisiko Hambat Pasokan Energi Global, Indonesia Bisa Ikut Terancam

Bangun Santoso, Hiskia Andika Weadcaksana

Jum'at, 18 September 2026 | 12:16 WIB
Eskalasi Konflik Houthi Berisiko Hambat Pasokan Energi Global, Indonesia Bisa Ikut Terancam
Ilustrasi Kapal Tempur Amerika Serikat Saat Menyerang Markas Houthi, Yaman (militarytoday.com)
baca 10 detik
  • Kelompok Houthi menguasai Pelabuhan Mokha di Selat Bab el-Mandeb pada Jumat, 18 September 2026, yang mengancam jalur perdagangan energi global.
  • Gangguan distribusi minyak internasional tersebut memicu lonjakan harga yang berdampak langsung pada pembengkakan beban subsidi energi serta inflasi di Indonesia.
  • Pemerintah Indonesia didesak memperkuat ketahanan energi melalui diversifikasi, pencarian jalur alternatif, dan peningkatan diplomasi perdamaian internasional.

Suara.com - Eskalasi konflik antara kelompok Houthi dan pasukan pemerintah Yaman yang disokong Arab Saudi di sekitar Laut Merah mengancam stabilitas pasokan energi global.

Penguasaan Pelabuhan Mokha oleh Houthi meningkatkan risiko gangguan lalu lintas di Selat Bab el-Mandeb, jalur krusial yang dilalui sekitar 12 persen perdagangan dunia termasuk pengangkutan minyak mentah dan gas alam cair.

"Penguasaan Pelabuhan Mokha meningkatkan perhatian dunia karena pelabuhan ini sangat penting dari sisi ekonomi maupun politik" kata Guru Besar Ekonomi Politik Internasional Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Faris Al-Fadhat pada Jumat (18/9/2026).

Meskipun kapal tanker tidak harus merapat di Mokha, kontrol pesisir di area vital tersebut memberi Houthi posisi strategis untuk mengawasi hingga merintangi pelayaran.

"Houthi didukung Iran, sedangkan pemerintah Yaman didukung Arab Saudi. Penguasaan pelabuhan ini memberikan sinyal mengenai semakin besarnya pengaruh Iran di kawasan," ucapnya.

Situasi keamanan yang memburuk berpotensi memaksa perusahaan pelayaran mengalihkan rute logistik. Hal itu bisa berdampak langsung pada lonjakan biaya bahan bakar, asuransi, serta pembengkakan ongkos angkut energi global.

Potensi tersendatnya arus distribusi minyak dari kawasan tersebut diprediksi akan merebet pada kenaikan harga minyak internasional secara signifikan.

"Jika jalur perdagangan minyak terganggu, pasokan dunia ikut terpengaruh. Indonesia membeli minyak dari pasar internasional. Jalur yang tersendat dapat memicu kenaikan harga minyak," ujarnya.

Sebagai negara net-importer minyak yang bergantung pada pasar global, Indonesia berada dalam posisi rentan terhadap gejolak harga dan gangguan pasokan impor energi tersebut.

baca juga

"Misalnya, kita membeli barang dari Jakarta untuk dikirim ke Yogyakarta. Jika ada gangguan di jalan, pasokan barang akan terlambat. Begitu pula dalam perdagangan dunia. Gangguan di wilayah yang dikuasai Houthi dapat menyendat pasokan dan mendorong kenaikan harga," paparnya.

Lonjakan harga minyak mentah internasional memicu tekanan berantai terhadap perekonomian nasional. Mulai dari pembengkakan beban subsidi energi dalam APBN hingga kenaikan biaya logistik.

Dampak dominonya mengintai sektor industri dan barang kebutuhan pokok, di mana masyarakat kelas menengah ke bawah menjadi pihak paling rentan terpukul akibat potensi inflasi.

"Masyarakat kelas menengah ke bawah menjadi kelompok yang paling rentan terdampak. Mereka menggunakan bahan bakar untuk mobilitas sehari-hari. Kenaikan biaya energi pada akhirnya juga dapat memengaruhi pengeluaran rumah tangga," ungkapnya.

"Ketika harga minyak naik, ongkos distribusi meningkat. Akibatnya, harga barang di tingkat konsumen juga berpotensi naik," imbuhnya.

Tingginya ketergantungan pada minyak impor menuntut pemerintah Indonesia mengambil langkah strategis guna memperkuat ketahanan energi nasional.

"Indonesia belum dapat memenuhi kebutuhan minyaknya sendiri. Sebagian kebutuhan minyak nasional masih berasal dari luar negeri sehingga setiap gejolak internasional perlu diantisipasi," tandasnya.

Selain mempercepat diversifikasi energi, pemerintah didesak memaksimalkan jalur dan negara pemasok minyak alternatif serta meningkatkan diplomasi perdamaian di tingkat internasional.

"Indonesia harus aktif di tingkat internasional melalui diplomasi perdamaian. Pemerintah juga perlu memaksimalkan sumber minyak dari negara dan jalur yang relatif aman agar langkah cepat dapat diambil ketika terjadi guncangan pasokan," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Arab Saudi Beli Jet Tempur F-35 dari AS Rp 431,2 Trilun saat Lagi Perang dengan Houthi

Arab Saudi Beli Jet Tempur F-35 dari AS Rp 431,2 Trilun saat Lagi Perang dengan Houthi

News | Jum'at, 18 September 2026 | 10:39 WIB

74 WNI Terjebak di Tengah Perang Yaman saat Pertempuran Houthi Memanas

74 WNI Terjebak di Tengah Perang Yaman saat Pertempuran Houthi Memanas

News | Kamis, 17 September 2026 | 16:12 WIB

Mekkah Diserang Houthi, Kemlu Minta WNI Hati-hati di Arab Saudi

Mekkah Diserang Houthi, Kemlu Minta WNI Hati-hati di Arab Saudi

News | Kamis, 17 September 2026 | 15:57 WIB

Update Kondisi TKI Pasca Serangan Houthi ke Makkah Arab Saudi, Apakah Ada Evakuasi?

Update Kondisi TKI Pasca Serangan Houthi ke Makkah Arab Saudi, Apakah Ada Evakuasi?

News | Kamis, 17 September 2026 | 15:48 WIB

Houthi Kasih Bukti Tembak Jatuh Jet F-15 Arab Saudi, Kondisinya Mengerikan

Houthi Kasih Bukti Tembak Jatuh Jet F-15 Arab Saudi, Kondisinya Mengerikan

News | Kamis, 17 September 2026 | 15:39 WIB

Rudal Pencegat Arab Saudi Tipis, Kerajaan Minta Bantuan ke Prancis dan Inggris Bertahan dari Houthi

Rudal Pencegat Arab Saudi Tipis, Kerajaan Minta Bantuan ke Prancis dan Inggris Bertahan dari Houthi

News | Kamis, 17 September 2026 | 14:41 WIB

Houthi Klaim Arab Saudi Gempur Yaman 40 Kali Usai Dituduh Targetkan Makkah

Houthi Klaim Arab Saudi Gempur Yaman 40 Kali Usai Dituduh Targetkan Makkah

News | Kamis, 17 September 2026 | 09:23 WIB

Terkini

Penjualan Mobil Daihatsu Tembus 97 Ribu Unit Periode Januari - Agustus

Penjualan Mobil Daihatsu Tembus 97 Ribu Unit Periode Januari - Agustus

Otomotif | Jum'at, 18 September 2026 | 12:14 WIB

6 Shio Paling Kreatif yang Cocok Kerja di Industri Media dan Konten

6 Shio Paling Kreatif yang Cocok Kerja di Industri Media dan Konten

Lifestyle | Jum'at, 18 September 2026 | 12:12 WIB

7 HP Murah Layar Curved, Mulai Rp2 Jutaan di September 2026

7 HP Murah Layar Curved, Mulai Rp2 Jutaan di September 2026

Tekno | Jum'at, 18 September 2026 | 12:08 WIB

Terseret Kasus Rita Widyasari, Bebizie Kembalikan Duit Nyaris Rp1 Miliar ke KPK

Terseret Kasus Rita Widyasari, Bebizie Kembalikan Duit Nyaris Rp1 Miliar ke KPK

News | Jum'at, 18 September 2026 | 12:05 WIB

Apa Bedanya Vasektomi dan Tubektomi? Ini Perbedaan yang Perlu Diketahui

Apa Bedanya Vasektomi dan Tubektomi? Ini Perbedaan yang Perlu Diketahui

Lifestyle | Jum'at, 18 September 2026 | 12:02 WIB

Punya Hutan Jutaan Hektare, Perhutani Mulai Hitung Potensi Cuan dari Karbon

Punya Hutan Jutaan Hektare, Perhutani Mulai Hitung Potensi Cuan dari Karbon

Bisnis | Jum'at, 18 September 2026 | 12:02 WIB

Review Arab Maklum 3: Drama Keluarga yang Mengocok Perut

Review Arab Maklum 3: Drama Keluarga yang Mengocok Perut

Your Say | Jum'at, 18 September 2026 | 12:00 WIB

KPK Geledah Kantor Kantor Summarecon, Cari Bukti Kasus ATR/BPN

KPK Geledah Kantor Kantor Summarecon, Cari Bukti Kasus ATR/BPN

News | Jum'at, 18 September 2026 | 11:59 WIB

Unhas Kenalkan Pengering Pala Bertenaga Surya di Fakfak

Unhas Kenalkan Pengering Pala Bertenaga Surya di Fakfak

Sulsel | Jum'at, 18 September 2026 | 11:56 WIB

Petinggi Iran Diizinkan Injak Kaki di Amerika, Siap ke Sidang Umum PBB

Petinggi Iran Diizinkan Injak Kaki di Amerika, Siap ke Sidang Umum PBB

News | Jum'at, 18 September 2026 | 11:50 WIB

×