- Associated Press menemukan klaim persediaan senjata, cadangan minyak, dan narkoba Presiden Trump di PBB tidak akurat.
- Pemeriksaan fakta menunjukkan klaim penciptaan lapangan kerja dan penghentian delapan perang oleh Trump memerlukan konteks tambahan.
- Data komitmen investasi sebesar US$21 triliun yang disampaikan Trump dinilai sangat berlebihan dan spekulatif oleh AP.
Suara.com - Pidato Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Sidang Umum PBB ke-81 kembali menjadi sorotan setelah sejumlah pernyataannya mengenai persenjataan, minyak, narkoba, lapangan kerja hingga investasi dinilai tidak sesuai dengan data.
Cek fakta yang dilakukan Associated Press (AP) menemukan sejumlah klaim Trump sebagai tidak akurat atau menyesatkan.
Banyak di antaranya juga merupakan pernyataan yang sebelumnya telah disampaikan Trump selama masa jabatan keduanya.
Klaim Senjata AS Melimpah
Dalam pidatonya, Trump mengatakan Amerika Serikat memiliki persediaan senjata dalam jumlah yang jauh lebih besar dari kebutuhan.
Trump juga mengklaim produksi persenjataan AS saat ini berada pada tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Namun, temuan AP menunjukkan kondisi persediaan senjata AS justru menghadapi tekanan.
Pejabat militer AS, NATO dan sejumlah pejabat Timur Tengah disebut melaporkan penurunan stok, sementara industri pertahanan membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk mengisi kembali rudal Tomahawk serta pencegat Patriot dan THAAD.
![Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali membuka kemungkinan untuk mencalonkan diri dalam Pilpres AS 2028. [Istimewa]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/08/12/99651-donald-trump.jpg)
AP juga melaporkan bahwa pada Agustus 2026, pejabat AS memperingatkan adanya kekurangan yang sangat serius terhadap pencegat rudal canggih di Eropa.
Kondisi tersebut antara lain dikaitkan dengan perang AS-Iran yang sedang berlangsung.
Klaim Minyak AS dan Venezuela
Trump juga mengatakan jika minyak Amerika Serikat dan Venezuela digabungkan, keduanya menguasai lebih dari 60 persen minyak dunia.
Angka tersebut tidak sesuai dengan data yang diperiksa AP.
Kesepakatan yang diumumkan pada akhir Agustus memberikan hak selama 100 tahun kepada perusahaan patungan AS atas 17 ladang minyak Venezuela dengan cadangan terbukti sekitar 65 miliar barel.
Venezuela sendiri diperkirakan memiliki lebih dari 303 miliar barel cadangan minyak mentah.