Detik-detik Ledakan Pakuwon City Surabaya, 5 Orang Jadi Korban, ada yang Luka Bakar

Pebriansyah Ariefana

Selasa, 06 Oktober 2026 | 11:01 WIB
Detik-detik Ledakan Pakuwon City Surabaya, 5 Orang Jadi Korban, ada yang Luka Bakar
Ledakan tabung gas elpiji di Pakuwon City Surabaya merusak puluhan ruko dan melukai lima pegawai. (RRI)
baca 10 detik
  • Ledakan tabung gas elpiji menghancurkan Rumah Makan Nasi Tempong di Pakuwon City Surabaya.

  • Sebanyak lima pegawai mengalami luka bakar dan puluhan ruko sekitar mengalami kerusakan parah.

  • Tim kepolisian dan BPBD masih menginvestigasi penyebab pasti kebocoran instalasi gas tersebut.

Suara.com - Guncangan dahsyat ledakan akibat kebocoran tabung gas elpiji meremukkan puluhan rumah toko di kawasan bisnis Pakuwon City San Antonio, Surabaya, Selasa pagi.

Insiden berdarah yang terjadi sekitar pukul 07.00 WIB ini melukai lima pekerja rumah makan serta dua pengunjung di sekitar lokasi.

Dapur Nasi Tempong Sri Dewi disinyalir menjadi titik pusat ledakan yang meruntuhkan tembok, plafon, hingga memecahkan material kaca di sekitarnya.

ILUSTRASI ledakan nuklir (wikipedia)
ILUSTRASI ledakan nuklir (wikipedia)

Dua korban yang mengalami luka bakar parah bahkan sempat berlari menyelamatkan diri ke ruko terdekat di tengah kepulan asap.

Petugas gabungan dari kepolisian, BPBD, dan tim medis langsung menerjunkan armada darurat guna mengamankan area serta mengevakuasi seluruh korban luka.

Gemuruh keras di area dapur rumah makan mendahului dentuman besar yang menghancurkan struktur bangunan dalam hitungan detik.

Loncatan lidah api sempat menyembur keluar ruangan, meski material bangunan tidak sampai terbakar habis.

Saksi mata di lokasi kejadian menceritakan detik-detik mencekam saat material kaca beterbangan menembus ruang kerja mereka.

Rangga, seorang pekerja kedai bakmi di area tersebut, mengaku sedang menyiapkan pesanan konsumen saat ledakan menghantam.

baca juga

Seluruh korban luka bakar dari tempat usaha kuliner tersebut kini mendapatkan perawatan medis intensif di RSUD Haji Surabaya.

Aparat kepolisian langsung membentangkan garis pembatas di sekitar area San Antonio Jalan Kalisari Utara untuk mempermudah investigasi.

Dua unit armada pemadam kebakaran beserta tim Inafis disiagakan guna memastikan tidak ada risiko ledakan susulan di lokasi.

Area komersial tersebut kini lumpuh sementara karena puing-puing bangunan dan pecahan kaca masih berserakan memblokir jalan.

Petugas BPBD Surabaya juga terus memantau kelayakan struktur bangunan ruko lain yang ikut terdampak getaran.

Dugaan awal mengarah kuat pada kebocoran jaringan pipa gas elpiji yang mengendap di dalam ruangan tertutup.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

3 Kali Gagal Pasang Regulator, Gas LPG di Cilincing Meledak: Penghuni Kontrakan Terluka Parah!

3 Kali Gagal Pasang Regulator, Gas LPG di Cilincing Meledak: Penghuni Kontrakan Terluka Parah!

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 09:19 WIB

3 Wakil Rakyat Pesta Sabu di Kamar Hotel Surabaya Bikin Nama Indonesia Tercoreng

3 Wakil Rakyat Pesta Sabu di Kamar Hotel Surabaya Bikin Nama Indonesia Tercoreng

News | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 15:30 WIB

Studi: Air Hujan Surabaya Terkontaminasi Mikroplastik, Pakis Gelora Tertinggi

Studi: Air Hujan Surabaya Terkontaminasi Mikroplastik, Pakis Gelora Tertinggi

News | Jum'at, 25 September 2026 | 17:15 WIB

Terkini

The Final Problem: Penghormatan Indah untuk Detektif Klasik di Tahun 50-an

The Final Problem: Penghormatan Indah untuk Detektif Klasik di Tahun 50-an

Your Say | Selasa, 06 Oktober 2026 | 12:00 WIB

Juara 4 Kali Liga Champions Kirim Ucapan Selamat buat Timnas Indonesia

Juara 4 Kali Liga Champions Kirim Ucapan Selamat buat Timnas Indonesia

Bola | Selasa, 06 Oktober 2026 | 11:56 WIB

Urutan Zodiak yang Paling Pintar Cari Uang, dari Paling Boros hingga Jago Mengatur Keuangan

Urutan Zodiak yang Paling Pintar Cari Uang, dari Paling Boros hingga Jago Mengatur Keuangan

Lifestyle | Selasa, 06 Oktober 2026 | 11:55 WIB

Update Viral Petasan Maulid Nabi Pondok Pinang, Polisi Bergerak

Update Viral Petasan Maulid Nabi Pondok Pinang, Polisi Bergerak

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 11:54 WIB

Visa Musisi Israel Houghton Ditolak, DPR Dukung Sikap Tegas Imigrasi

Visa Musisi Israel Houghton Ditolak, DPR Dukung Sikap Tegas Imigrasi

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 11:52 WIB

Sidang Daycare Little Aresha: Ketua Yayasan Akui Pernah Dibui Kasus Korupsi Rp1,1 Miliar

Sidang Daycare Little Aresha: Ketua Yayasan Akui Pernah Dibui Kasus Korupsi Rp1,1 Miliar

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 11:51 WIB

8 Sneakers Lokal Paling Nyaman dan Modis untuk Gaya Harian, Mulai Rp200 Ribuan

8 Sneakers Lokal Paling Nyaman dan Modis untuk Gaya Harian, Mulai Rp200 Ribuan

Lifestyle | Selasa, 06 Oktober 2026 | 11:49 WIB

Bukan Sekadar Thrifting, Ini Alasan Berburu Barang Vintage Lebih Digemari Gen Z

Bukan Sekadar Thrifting, Ini Alasan Berburu Barang Vintage Lebih Digemari Gen Z

Lifestyle | Selasa, 06 Oktober 2026 | 11:47 WIB

Cara Membersihkan Rice Cooker, Bolehkah Dicuci Pakai Air? Ini Langkah yang Benar

Cara Membersihkan Rice Cooker, Bolehkah Dicuci Pakai Air? Ini Langkah yang Benar

Lifestyle | Selasa, 06 Oktober 2026 | 11:47 WIB

Penganiayaan Koordinator BEM UI Jadi Alarm Bahaya Penormalan Kekerasan Terhadap Sipil

Penganiayaan Koordinator BEM UI Jadi Alarm Bahaya Penormalan Kekerasan Terhadap Sipil

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 11:46 WIB

×