Menteri Mukhtarudin Dorong Penempatan Pekerja Migran Terampil Manfaatkan Bonus Demografi

Fabiola Febrinastri, Tantri Amela Iskandar

Selasa, 27 Oktober 2026 | 15:36 WIB
Menteri Mukhtarudin Dorong Penempatan Pekerja Migran Terampil Manfaatkan Bonus Demografi
Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, menerima audiensi di Kantor KP2MI, Jakarta, pada Selasa, 27 Oktober 2026. (Dok: KP2MI)

Suara.com - Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, menerima audiensi dari gabungan instansi pemerintah daerah dan perguruan tinggi di Kantor KP2MI, Jakarta, pada Selasa, 27 Oktober 2026.

Hadir dalam pertemuan tersebut, Anggota DPR RI Dapil Jawa Barat XI, H. Ade Ginanjar, Bupati Garut, Dr. Ir. H. Abdusy Syakur Amin, jajaran Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) dari Kabupaten Garut, Kabupaten Tasikmalaya, dan Kota Tasikmalaya.

Selain unsur pemerintah daerah, audiensi ini juga dihadiri oleh perwakilan sejumlah perguruan tinggi terkemuka, di antaranya Universitas Garut, Poltekkes Kemenkes, Universitas Mayasari Bakti, STT Cipasung Tasikmalaya, Universitas Bakti Tunas Husada Tasikmalaya, STIKES Respati Tasikmalaya, Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya, STIEBS Al Amin Tasikmalaya, Politeknik LP3I Tasikmalaya, serta Institut Pendidikan Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Garut Abdusy Syakur Amin menyampaikan pentingnya verifikasi serta perlunya merapatkan barisan dalam penempatan kerja luar negeri. Ia menyoroti tantangan regulasi di negara penempatan seperti Republik Korea yang masih memerlukan penguatan perlindungan bagi pekerja migran.

"Walaupun pemerintah di sana sudah memiliki regulasi, namun masih kurang terproteksi dalam penempatan kerja di luar negeri, sehingga ke depannya mereka tetap perlu arahan kerja," ujar Abdusy Syakur Amin.

Bupati Garut juga menceritakan pengalamannya saat melakukan kunjungan ke Jepang pekan lalu, di mana pihaknya sempat menemui perwakilan Kementerian Republik Korea yang menawarkan peluang kerja bagi tenaga kerja daerah.

Namun, Abdusy menggarisbawahi perlunya jalur resmi (Government to Government atau G2G) yang lebih cepat, tertib hukum, dan terhindar dari birokrasi yang rumit agar peluang kerja tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal.

Sebagai solusi, pihaknya mendorong adanya kolaborasi pemanfaatan fasilitas dan lembaga ketiga yang sudah ada, khususnya dalam hal penyediaan pelatihan kerja yang singkat, padat, dan sesuai kebutuhan pasar internasional.

Peluang Kerja Global Belum Terserap

baca juga

Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Mukhtarudin mengungkapkan sebanyak 205.924 peluang kerja di luar negeri belum terserap tenaga kerja Indonesia, sehingga membutuhkan sinergi pemerintah daerah dan perguruan tinggi untuk menyiapkan calon pekerja migran yang kompeten dan terlindungi.

“Berdasarkan data Sistem Informasi Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (SIP2MI) per 25 Oktober 2026, terdapat 278.848 posisi peluang kerja di luar negeri. Sebanyak 72.924 posisi telah terserap, sementara 205.924 posisi masih tersedia,” tutur Menteri Mukhtarudin.

Mukhtarudin mengatakan, besarnya peluang kerja internasional perlu diimbangi dengan peningkatan kompetensi sumber daya manusia Indonesia. Fenomena penuaan penduduk (aging population) di sejumlah negara maju, seperti Jepang, Korea Selatan, dan negara-negara Eropa, menjadi peluang strategis bagi tenaga kerja Indonesia untuk memasuki pasar kerja global.

Di sisi lain, Menteri Mukhtarudin bilang Indonesia memiliki potensi sumber daya manusia yang besar dengan proyeksi penduduk usia produktif yang mendukung pemanfaatan bonus demografi menuju 2045.

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Kementerian P2MI mendorong Program SMK Go Global sebagai salah satu langkah strategis menyiapkan tenaga kerja yang terampil dan sesuai kebutuhan pasar internasional.

"Program itu merupakan tindak lanjut arahan Bapak Presiden Prabowo Subianto untuk menyiapkan 500.000 tenaga kerja, dengan target penempatan bertahap sebanyak 40.000 orang pada 2026, 140.000 orang pada 2027, 180.000 orang pada 2028, dan 140.000 orang pada 2029," imbuh Menteri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Indonesia Bidik Perluasan Peluang Kerja Pekerja Migran Indonesia di Portugal

Indonesia Bidik Perluasan Peluang Kerja Pekerja Migran Indonesia di Portugal

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 17:44 WIB

Tak Sekadar Syarat Keberangkatan, Mengapa Pemeriksaan Kesehatan Calon Pekerja Migran Penting?

Tak Sekadar Syarat Keberangkatan, Mengapa Pemeriksaan Kesehatan Calon Pekerja Migran Penting?

Health | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 07:57 WIB

Perkuat Vokasi Global, KP2MI dan Kemenperin Perluas Kerja Sama Lewat SMK Go Global

Perkuat Vokasi Global, KP2MI dan Kemenperin Perluas Kerja Sama Lewat SMK Go Global

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 15:15 WIB

Menyelamatkan Nyawa di Ujung Perbatasan: Akhir Tragis Pelarian Kapal Penyelundup di Bintan

Menyelamatkan Nyawa di Ujung Perbatasan: Akhir Tragis Pelarian Kapal Penyelundup di Bintan

Your Say | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 11:08 WIB

Ngeri! Puncak Bonus Demografi 2030 Bisa Jadi Bencana Lingkungan Kalau Kita Terus Abai

Ngeri! Puncak Bonus Demografi 2030 Bisa Jadi Bencana Lingkungan Kalau Kita Terus Abai

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 19:05 WIB

Modal Tekun dan Kehati-hatian, Wanita Asal Blitar Ini Tak Menyerah Merintis Usaha Dua Kali

Modal Tekun dan Kehati-hatian, Wanita Asal Blitar Ini Tak Menyerah Merintis Usaha Dua Kali

Lifestyle | Sabtu, 26 September 2026 | 14:42 WIB

Terkini

Menteri Mukhtarudin Dorong Penempatan Pekerja Migran Terampil Manfaatkan Bonus Demografi

Menteri Mukhtarudin Dorong Penempatan Pekerja Migran Terampil Manfaatkan Bonus Demografi

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 15:36 WIB

Medco Rajin Ekspor Gas ke Singapura, Kontrak Jumbo Berakhir 2028

Medco Rajin Ekspor Gas ke Singapura, Kontrak Jumbo Berakhir 2028

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 15:33 WIB

Detective Conan: 30-go Satsujin Jiken Siap Tayang di Indonesia 11 November

Detective Conan: 30-go Satsujin Jiken Siap Tayang di Indonesia 11 November

Your Say | Selasa, 27 Oktober 2026 | 15:30 WIB

Rahasia Mobil Listrik China Jauh Lebih Murah Dibanding Buatan Eropa

Rahasia Mobil Listrik China Jauh Lebih Murah Dibanding Buatan Eropa

Otomotif | Selasa, 27 Oktober 2026 | 15:30 WIB

Pembunuhan Ibu-Anak di Madiun, DPR Singgung Pelaku 'Manusia Berjubah Iblis'

Pembunuhan Ibu-Anak di Madiun, DPR Singgung Pelaku 'Manusia Berjubah Iblis'

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 15:29 WIB

Restorasi Bukan Penghapus Dosa Karhutla, Tata Kelola Lahan Perlu Dievaluasi Total

Restorasi Bukan Penghapus Dosa Karhutla, Tata Kelola Lahan Perlu Dievaluasi Total

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 15:26 WIB

Teks Keputusan Kongres Pemuda 1928 untuk Dibaca saat Upacara Sumpah Pemuda

Teks Keputusan Kongres Pemuda 1928 untuk Dibaca saat Upacara Sumpah Pemuda

Lifestyle | Selasa, 27 Oktober 2026 | 15:25 WIB

Urutan Skincare Pagi Hanasui untuk Atasi Flek Hitam, Wajah Jadi Lebih Cerah

Urutan Skincare Pagi Hanasui untuk Atasi Flek Hitam, Wajah Jadi Lebih Cerah

Lifestyle | Selasa, 27 Oktober 2026 | 15:25 WIB

BPPD DIY Dorong Yogyakarta Jadi Destinasi Cultural Wellness Berkelanjutan Lewat Festival 2026

BPPD DIY Dorong Yogyakarta Jadi Destinasi Cultural Wellness Berkelanjutan Lewat Festival 2026

Jogja | Selasa, 27 Oktober 2026 | 15:24 WIB

Dua Tahun MBG: Bangun Ekosistem Pangan, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Lokal

Dua Tahun MBG: Bangun Ekosistem Pangan, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Lokal

Sumut | Selasa, 27 Oktober 2026 | 15:23 WIB

×