Studi Ungkap Dampak Krisis Air terhadap Kesehatan dan Masa Depan Anak Perempuan

Bimo Aria Fundrika

Selasa, 27 Oktober 2026 | 16:09 WIB
Studi Ungkap Dampak Krisis Air terhadap Kesehatan dan Masa Depan Anak Perempuan
Ilustrasi anak perempuan. Sumber: akturer/Shutterstock.com

Suara.com - Krisis air bersih tak hanya membuat anak perempuan kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Mereka juga kehilangan waktu belajar, menghadapi risiko kesehatan saat menstruasi, hingga menanggung pekerjaan rumah tangga lebih banyak. Perubahan iklim memperburuk situasi ini, sementara ketimpangan gender membuat beban tersebut terus berulang.

Temuan ini diungkap dalam kajian Jurnal Perempuan yang terbit pada 9 Oktober 2026. Tiga peneliti, Linda Susilowati, Clara Siagian, dan Yesaya Sandang, merangkum sejumlah studi yang menunjukkan bagaimana krisis air menguras waktu dan tenaga anak perempuan, mengganggu pendidikan, serta meningkatkan kerentanan terhadap kekerasan. Kemiskinan dan pembagian peran gender yang timpang menjadi akar persoalan.

Di Sumba Timur, perempuan menghabiskan lebih dari dua jam sehari untuk mengambil air. Rumah tangga dengan akses air yang buruk juga dua kali lebih berisiko mengalami kekerasan berbasis gender. Sementara itu, di Nusa Tenggara Timur, delapan kabupaten mengalami kekeringan pada 2023. Sebagian warga harus menempuh jarak enam hingga 10 kilometer untuk mendapatkan air bersih.

Perubahan iklim berpotensi memperberat beban tersebut. Studi yang dirujuk dalam kajian itu memperkirakan setiap kenaikan suhu 1 derajat Celsius menambah waktu yang dihabiskan perempuan untuk mengambil air sekitar empat menit per hari. Saat banjir, data BNPB yang dikutip juga menunjukkan lebih dari 60 persen korban terdampak merupakan anak-anak.

Masalahnya, beban mengambil air kerap dianggap sebagai rutinitas biasa, bukan persoalan yang menghambat hak anak perempuan untuk belajar dan berkembang.

Dari Rumah hingga Ruang Kelas
Dampak krisis air juga terasa di sekolah. Penelitian Sekar Jatiningrum dari Universitas Gadjah Mada terhadap 12 siswi berusia 13–17 tahun di Sleman, Yogyakarta, menemukan bahwa pasokan air yang mati atau keruh menyulitkan mereka menjaga kebersihan saat menstruasi.

Siswi harus menyiapkan pembalut dan pakaian cadangan, menunda mengganti pembalut, atau mencari air ke tempat lain.

“Sering kali saya sama temen-temen harus mengungsi ke kamar lain,” ujar seorang siswi kelas VIII berusia 14 tahun dalam penelitian tersebut.

Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan sebagian besar responden berasal dari sekolah Islam berasrama di satu kabupaten. Karena itu, temuannya tidak mewakili seluruh siswi di Indonesia.

baca juga

Dampak serupa terlihat setelah banjir Sumatra pada 2025. Studi Retno Indrawati dari Plan Indonesia, yang melibatkan 110 responden survei dan 94 peserta diskusi kelompok, menemukan bahwa remaja perempuan mendapat tambahan pekerjaan, seperti mengambil air dan menjaga adik. Akibatnya, waktu belajar berkurang, sedangkan kesehatan dan rasa aman ikut terganggu.

Kebijakan Air Perlu Mendengar Anak

Mengatasi persoalan ini tidak cukup dengan membangun sumur atau toilet. Pemimpin Redaksi Jurnal Perempuan, Patricia Beata Kurnia, menegaskan bahwa “krisis air tidak pernah hanya mengenai air”. Pembagian kerja, waktu, dan hak mengambil keputusan juga perlu diperhatikan.

Dini Widiastuti dari Plan Indonesia menyoroti perempuan di NTT yang dibebani tanggung jawab mengurus air, tetapi jarang dilibatkan dalam pengambilan keputusan. Kajian di Jakarta, Pekalongan, dan Mataram juga menemukan kebijakan air masih berfokus pada infrastruktur, sementara suara anak jarang didengar.

Para peneliti mendorong pelibatan anak dalam penyusunan kebijakan serta pembagian tanggung jawab yang lebih adil antara pemerintah, perusahaan, masyarakat, dan keluarga. Sebab, akses air bersih bukan hanya soal tersedianya air, tetapi juga memastikan anak perempuan tidak terus kehilangan waktu belajar dan kesempatan untuk menentukan masa depannya.

Penulis: Chairunisa

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dari Ruang Belajar Hingga Potensi Lokal, PNM Dukung Perempuan Pontianak Kembangkan Usaha

Dari Ruang Belajar Hingga Potensi Lokal, PNM Dukung Perempuan Pontianak Kembangkan Usaha

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 13:03 WIB

Trauma Nyata Perempuan Korban Perang Dunia I dalam Buku Testament of Youth

Trauma Nyata Perempuan Korban Perang Dunia I dalam Buku Testament of Youth

Your Say | Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:30 WIB

Krisis Iklim vs Warisan Harta: Nikmat di Generasi Lalu, Sengsara di Kita

Krisis Iklim vs Warisan Harta: Nikmat di Generasi Lalu, Sengsara di Kita

Your Say | Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:15 WIB

Terkini

Kejar Setoran hingga Ketiduran, Sopir BYD Atto 1 Tabrak 4 Mobil dan Lindas Ojol

Kejar Setoran hingga Ketiduran, Sopir BYD Atto 1 Tabrak 4 Mobil dan Lindas Ojol

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 16:07 WIB

Pramono Anung Respons Kritik Rumput JIS, Minta Jakpro Benahi Perawatan

Pramono Anung Respons Kritik Rumput JIS, Minta Jakpro Benahi Perawatan

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 16:07 WIB

iQOO Neo 12 Siap Mengguncang Pasar, Layar 185 Hz dan Baterai 9.000 mAh Jadi Senjata Utama

iQOO Neo 12 Siap Mengguncang Pasar, Layar 185 Hz dan Baterai 9.000 mAh Jadi Senjata Utama

Your Say | Selasa, 27 Oktober 2026 | 16:00 WIB

Rekomendasi Motor Listrik Murah Jarak Tempuh Jauh untuk Harian: Cek Harga dan Kemampuannya

Rekomendasi Motor Listrik Murah Jarak Tempuh Jauh untuk Harian: Cek Harga dan Kemampuannya

Otomotif | Selasa, 27 Oktober 2026 | 16:00 WIB

Rizky Ridho Keluhkan Rumput JIS, Jakpro Akui Kerataan Lapangan Masih Jadi PR

Rizky Ridho Keluhkan Rumput JIS, Jakpro Akui Kerataan Lapangan Masih Jadi PR

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 15:59 WIB

Kenapa Jerawat Punggung Bisa Muncul? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

Kenapa Jerawat Punggung Bisa Muncul? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

Lifestyle | Selasa, 27 Oktober 2026 | 15:59 WIB

Aroma Salju dan Udara Pegunungan, Jadi Inspirasi Baru dalam Dunia Parfum

Aroma Salju dan Udara Pegunungan, Jadi Inspirasi Baru dalam Dunia Parfum

Lifestyle | Selasa, 27 Oktober 2026 | 15:57 WIB

Jelang Demo 28 Oktober, Komnas HAM Ingatkan Aparat Bertindak Humanis

Jelang Demo 28 Oktober, Komnas HAM Ingatkan Aparat Bertindak Humanis

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 15:56 WIB

OJK Akui Belum Belum Penuhi Permintaan MSCI soal Penegakkan Hukum di Pasar Modal

OJK Akui Belum Belum Penuhi Permintaan MSCI soal Penegakkan Hukum di Pasar Modal

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 15:55 WIB

Motor Raib Saat Makan di Warteg, Teriakan Korban Bikin Terduga Pelaku Tertangkap

Motor Raib Saat Makan di Warteg, Teriakan Korban Bikin Terduga Pelaku Tertangkap

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 15:53 WIB

×