- BEM UI dan aliansi mahasiswa menggelar demonstrasi di Bundaran HI, Jakarta Pusat, pada Rabu, 28 Oktober 2026.
- Aksi tersebut diwarnai benturan dan ketegangan ketika aparat kepolisian mendorong barisan mahasiswa yang ingin membentangkan spanduk tuntutan.
- Mahasiswa menyampaikan lima kelompok tuntutan yang mencakup isu lingkungan, ekonomi, pendidikan, reformasi hukum, HAM, serta demokrasi.
Suara.com - Aksi demonstrasi mahasiswa di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Rabu (28/10/2026), diwarnai ketegangan antara massa aksi dan aparat kepolisian. Sekitar pukul 14.44 WIB, benturan terjadi setelah petugas mulai mendorong barisan demonstran yang memadati kawasan tersebut.
Dalam video yang diunggah akun @SumaUI, sejumlah mahasiswa terlihat didorong oleh aparat kepolisian. Mahasiswa berulang kali meminta petugas menghentikan tindakan tersebut dan membiarkan mereka membentangkan spanduk berisi tuntutan.
Salah satu mahasiswa berusaha menyampaikan maksud aksi mereka dengan nada memohon. Ia mempertanyakan alasan aparat mendorong massa yang, menurutnya, hanya ingin menyampaikan aspirasi.
"Bapak kesal sama saya? Kita cuma ingin menyuarakan saja, Pak. Salahnya apa, Pak?" ujar seorang mahasiswa dalam video tersebut.
"Kita baik-baik di sini, kenapa kita diginiin, Pak?" lanjutnya.
Namun, dalam rekaman itu, seorang aparat terlihat menatap mahasiswa tersebut tanpa memberikan jawaban. Petugas itu kemudian terus mendorong barisan mahasiswa.
Mahasiswa kembali meminta agar spanduk yang mereka bawa dibiarkan terbentang dan dibaca oleh aparat. Mereka menegaskan bahwa aksi tersebut tidak dimaksudkan untuk mengganggu arus lalu lintas.
"Minta tolong, Pak, agar ini dibaca aja. Lalu lintas enggak kita ganggu, Pak," ucap mahasiswa tersebut.
Ia juga berusaha menjelaskan bahwa tuntutan yang disampaikan berkaitan dengan kepentingan masyarakat luas, termasuk aparat kepolisian dan keluarganya.
"Ini buat gaji Bapak juga, ini buat keberlangsungan hidup keluarga Bapak juga. Tolong, Pak," katanya.
Meski mahasiswa beberapa kali meminta agar tidak didorong, dalam video tersebut aparat terlihat terus mendesak barisan demonstran.
Mahasiswa kemudian menyuarakan keberatan atas tindakan petugas yang mereka nilai menghalangi penyampaian aspirasi.
Tak lama berselang, terdengar teriakan "pembunuh, pembunuh" dari arah belakang massa. Rekaman tersebut memperlihatkan suasana aksi yang semakin tegang di tengah upaya mahasiswa menyampaikan tuntutan mereka.
BEM UI Bawa Lima Tuntutan dalam Demo 28 Oktober
Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) bersama aliansi mahasiswa yang tergabung dalam Komite Selamatkan Daulat Rakyat (SADAR) dan sejumlah elemen masyarakat sipil menggelar aksi demonstrasi di Bundaran HI pada Rabu (28/10/2026).
Dalam aksi tersebut, mahasiswa membawa lima kelompok tuntutan yang mencakup persoalan lingkungan, ekonomi, pendidikan, reformasi hukum, serta hak asasi manusia (HAM) dan demokrasi.
1. Mendesak status bencana nasional untuk karhutla
Pada sektor lingkungan, mahasiswa mendesak pemerintah menetapkan status bencana nasional untuk kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta berbagai bencana ekologis lainnya di Indonesia.
Mereka meminta pemerintah memberikan penanganan yang sepadan dengan skala dampak bencana, termasuk melalui kebijakan yang berorientasi pada pemulihan lingkungan dan perlindungan masyarakat terdampak.
2. Meminta APBN berorientasi pada kepentingan rakyat
Di sektor ekonomi, BEM UI menuntut agar anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) diprioritaskan untuk kepentingan masyarakat.
Mahasiswa juga mendesak penghentian pemborosan anggaran untuk kepentingan politik melalui program-program populis.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) menjadi dua program yang secara khusus disorot dalam materi tuntutan mereka.
3. Mendesak penurunan biaya pendidikan
Dalam bidang pendidikan dan layanan dasar, mahasiswa meminta pemerintah menurunkan biaya pendidikan serta memperluas pemerataan akses terhadap layanan dasar.
Mereka menilai pendidikan harus dapat dijangkau masyarakat secara lebih luas. Tuntutan ini juga menyoroti perlunya sistem pendidikan yang berpihak pada kepentingan rakyat.
4. Menuntut reformasi hukum dan pemberantasan KKN
Pada sektor hukum dan tata kelola pemerintahan, mahasiswa mendesak penghentian penyalahgunaan hukum untuk kepentingan kekuasaan.
Mereka juga menuntut pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). Penegakan hukum yang adil serta perbaikan tata kelola pemerintahan menjadi bagian dari agenda yang mereka suarakan.
5. Meminta perlindungan kebebasan berpendapat
Tuntutan terakhir berkaitan dengan HAM dan demokrasi. Mahasiswa mendesak perlindungan terhadap kebebasan berpendapat sekaligus menyoroti praktik kriminalisasi terhadap masyarakat yang menyampaikan kritik.
Mereka meminta agar warga dapat menyuarakan pendapat dan mengkritik kebijakan pemerintah tanpa menghadapi kriminalisasi.