MUI: Imam Mahdi Bangkalan Sesat

Pebriansyah Ariefana

Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:35 WIB
MUI: Imam Mahdi Bangkalan Sesat
Ketua MUI Pusat Bidang Dakwah, Cholil Nafis saat ditemui di Yogyakarta, Senin (10/01/2022). - (Kontributor SuaraJogja.id/Putu)
baca 10 detik
  • MUI membongkar tiga kesesatan ajaran FF di Bangkalan yang memeras korban hingga Rp1,3 miliar.

  • Pelaku terbukti mengklaim diri sebagai Imam Mahdi serta mengancam takdir dan umur para jamaah.

  • Masyarakat diimbau meningkatkan literasi agama serta memilih lembaga pendidikan yang memiliki sanad keilmuan jelas.

Suara.com - Majelis Ulama Indonesia atau MUI membongkar tiga bentuk penyimpangan fatal kasus penipuan spiritual yang merugikan warga Bangkalan yang mengaku Imam Mahdi hingga Rp1,3 miliar. Aksi manipulasi ini memanfaatkan kepatuhan kultur masyarakat Madura terhadap figur ulama demi meraup keuntungan pribadi.

Aksi nekad terduga pelaku berinisial FF tersebut resmi bergulir ke jalur hukum usai dilaporkan pengikutnya sendiri. Laporan kepolisian ini mengungkap praktik pemerasan materi berkedok pembimbingan spiritual yang menyimpang jauh dari kaidah Islam.

Pengakuan sepihak sebagai figur suci menjadi modal utama pelaku mengelabuhi jamaah yang lengah. Pembelokan tradisi pengajian keluarga ini murni menjadi ajang indoktrinasi yang merusak akidah masyarakat.

Klaim sepihak pengaku figur penyelamat akhir zaman menjadi titik awal pembongkaran skandal finansial berbasis manipulasi keyakinan ini. Pelaku juga melabeli ayah kandungnya sebagai sosok Ratu Adil tanpa dasar silsilah keagamaan yang sah.

Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH M Cholil Nafis memastikan bahwa seluruh ajaran serta kebiasaan yang disebarkan pelaku adalah bentuk penyimpangan murni. Praktik tersebut sama sekali tidak memiliki pijakan dalam hukum keagamaan.

"Memang Imam Mahdi itu dalam keyakinan Islam akan datang pada akhir zaman. Tapi ketika dia ngaku sebagai Imam Mahdi, itu sudah jelas merupakan kesalahan dan kesesatan," tegas ulama kelahiran Madura pada 1 Juni 1975 ini, dikutip dari laman resmi MUI.

Silsilah keturunan figur suci akhir zaman sebenarnya sudah terpatri jelas dalam literatur hadis sahih melalui garis keturunan Siti Fatimah. Pengakuan sepihak tanpa kompetensi keilmuan valid murni merupakan bentuk pembodohan publik.

Kesesatan fatal berikutnya terlihat dari keberanian pelaku mengklaim kendali atas rahasia umur, takdir, dan keimanan para pengikutnya. Pelaku melancarkan teror mental dengan mengancam bahwa pengikut yang membangkang akan tewas atau dicabut keimanannya.

Pengasuh Pondok Pesantren Cendekia Amanah Depok ini menilai klaim mengetahui nasib orang lain sangat tidak masuk akal. Pelaku bahkan tidak sanggup memprediksi takdir kelamnya sendiri yang akhirnya terbongkar dan dipolisikan.

baca juga

"Wong dirinya sendiri tidak tahu pada takdirnya sendiri, bagaimana bisa tahu pada takdir orang lain? Kalau tahu, saya pikir enggak bakalan dia nipu dan akhirnya dilaporkan ke polisi," ujar Kiai Cholil Nafis.

Doktrin penebusan dosa dan jaminan keselamatan keluarga menjadi alat pemerasan uang jamaah secara bertahap. Akumulasi kerugian finansial para korban dalam pusaran kultus individu ini menembus angka Rp1,3 miliar.

Hegemoni kepemimpinan spiritual dalam sosiologi masyarakat pedesaan kerap dimanfaatkan oknum tak bertanggung jawab. Kepatuhan mutlak masyarakat agraris terhadap figur pengajar ngaji dijadikan celah untuk memuluskan aksi pemerasan.

"Dulu para kiai adalah orang alim yang memberi ajaran-ajaran yang baik. Tapi itu dimanfaatkan oleh orang yang tidak alim dengan cara menghegemoni masyarakat seakan-akan dia kiai," ungkap Kiai Cholil Nafis.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Viral Imam Mahdi di Bangkalan, Tawarkan Tiket Surga Hingga Top Up Nyawa Agar Panjang Umur

Viral Imam Mahdi di Bangkalan, Tawarkan Tiket Surga Hingga Top Up Nyawa Agar Panjang Umur

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:10 WIB

Menilik Bukit Jaddih, Pesona Tebing Kapur dan Kolam Bekas Galian di Bangkalan

Menilik Bukit Jaddih, Pesona Tebing Kapur dan Kolam Bekas Galian di Bangkalan

Foto | Senin, 26 Oktober 2026 | 08:00 WIB

Menag soal Fatwa Kripto: Hari Ini Mungkin Haram, Tapi Besok Bisa Jadi Halal

Menag soal Fatwa Kripto: Hari Ini Mungkin Haram, Tapi Besok Bisa Jadi Halal

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 10:59 WIB

Terkini

MUI: Imam Mahdi Bangkalan Sesat

MUI: Imam Mahdi Bangkalan Sesat

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:35 WIB

Usung Pelestarian Budaya Berkelanjutan, Ini Rangkaian Acara Tentrem Cultural Week 2026

Usung Pelestarian Budaya Berkelanjutan, Ini Rangkaian Acara Tentrem Cultural Week 2026

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:33 WIB

Harga Samsung Galaxy S26 Ultra Bisa Rp489 Ribuan per Bulan, Ini Syaratnya

Harga Samsung Galaxy S26 Ultra Bisa Rp489 Ribuan per Bulan, Ini Syaratnya

Tekno | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:32 WIB

Pembunuhan Perempuan di Madiun Termasuk Femisida, IFW Desak Pelaku Dijerat Pasal 459 KUHP

Pembunuhan Perempuan di Madiun Termasuk Femisida, IFW Desak Pelaku Dijerat Pasal 459 KUHP

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:31 WIB

BSU 2026 Cair Berapa Kali? Ini Ketentuan Penyalurannya Menurut Permenaker Terbaru

BSU 2026 Cair Berapa Kali? Ini Ketentuan Penyalurannya Menurut Permenaker Terbaru

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:31 WIB

I Built a Rocket Ship: Merangkai Kenangan untuk Seseorang yang Telah Pergi

I Built a Rocket Ship: Merangkai Kenangan untuk Seseorang yang Telah Pergi

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:30 WIB

Bukan Cuma Minuman Hits, 5 Toner Matcha Korea Ini Bisa Atasi Pori-pori dan Jerawat

Bukan Cuma Minuman Hits, 5 Toner Matcha Korea Ini Bisa Atasi Pori-pori dan Jerawat

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:30 WIB

Jelang Sidang Perdana Kasus Pemerasan Izin Tinggal WNA, Silmy Karim: Alhamdulillah

Jelang Sidang Perdana Kasus Pemerasan Izin Tinggal WNA, Silmy Karim: Alhamdulillah

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:27 WIB

Ancam Hukuman 15 Tahun Penjara, Polisi Bekuk Pelaku Pembacokan Acak Suporter Persib di Bogor

Ancam Hukuman 15 Tahun Penjara, Polisi Bekuk Pelaku Pembacokan Acak Suporter Persib di Bogor

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:26 WIB

Kompolnas Minta Polda Riau Perketat Pengawasan Psikologis Polisi usai Kasus Brigadir WP

Kompolnas Minta Polda Riau Perketat Pengawasan Psikologis Polisi usai Kasus Brigadir WP

Riau | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:25 WIB

×