- Warga Yogyakarta bernama Iskandar menjadi korban salah sasaran penganiayaan massa saat kericuhan Malioboro pada Rabu malam.
- Pemerintah Kota Yogyakarta mencatat total 116 korban luka akibat kericuhan yang dirawat di berbagai rumah sakit.
- Direktur RS Bethesda menyatakan para korban mengalami beragam cedera seperti luka robek, lebam, hingga fraktur tulang.
Pemkot Yogyakarta telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk memilah dan menanggung biaya perawatan, khususnya bagi korban sipil.
Direktur Utama RS Bethesda Yogyakarta, Edy Wibowo, mengatakan kondisi medis para korban yang dilarikan ke rumah sakit cukup bervariasi, mulai dari luka robek dan lebam hingga fraktur tulang akibat benturan keras dan lemparan benda tumpul di lokasi kejadian.
"Kebanyakan sih luka fraktur ya, luka robek, luka itu lebam, seperti itu," kata Edy.
RS Bethesda mencatat telah menangani puluhan pasien akibat kericuhan tersebut. Sebanyak 33 pasien menjalani rawat jalan, sedangkan tujuh pasien harus mendapatkan perawatan di ruang rawat inap.
"Kalau rawat jalan yang 9 aparat, terus sisanya sipil, ya," imbuhnya.