Pengakuan Bayu Setiadi, Dibayar Jadi Mahasiswa Palsu Undira di Acara Sumpah Pemuda Raffi Ahmad

Pebriansyah Ariefana

Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:40 WIB
Pengakuan Bayu Setiadi, Dibayar Jadi Mahasiswa Palsu Undira di Acara Sumpah Pemuda Raffi Ahmad
Bayu Setiadi mengaku dibayar panitia dan menggunakan jas almamater Undira palsu saat aksi. (IG)
baca 10 detik
  • Bayu Setiadi mengaku dibayar untuk menghadiri acara Deklarasi Sumpah Pemuda di Bundaran HI.

  • Pelaku membenarkan bahwa jas almamater Universitas Dian Nusantara diberikan langsung oleh panitia acara.

  • BEM Undira memfasilitasi klarifikasi secara damai dan menegaskan Bayu bukan mahasiswa aktif mereka.

Suara.com - Demi duit tak seberapa, pria ini rela bohong dan berdusta ke publik. Dia adalah Bayu Setiadi. Bayu Setiadi alias Dino secara terbuka membongkar praktik pengerahan massa bayaran yang mencatut identitas kampus swasta demi meramaikan acara Sumpah Pemuda yang dihadiri Raffi Ahmad sebagai utusan presiden di kawasan Bundaran Hotel Indonesia.

Pria yang sempat terekam kamera mengaku sebagai mahasiswa PSI tersebut meluruskan status akademiknya yang sebenarnya. Ia menegaskan tidak pernah tercatat sebagai peserta didik aktif maupun alumni di Universitas Dian Nusantara.

Klarifikasi terbuka ini disampaikan langsung melalui tayangan video di media sosial resmi milik BEM Undira. Bayu membeberkan bahwa kehadirannya di lokasi demonstrasi murni karena urusan komersial, bukan dorongan aspirasi mahasiswa.

"Saya di sini hendak mengklarifikasi bahwa saya bukan mahasiswa Universitas Dian Nusantara," ungkap Bayu, dalam akun BEN Undira.

Kehadiran massa dalam agenda politik lapangan kerap memanfaatkan modus pembagian atribut instansi secara sepihak. Bayu mengungkapkan panitia penyelenggara menyodorkan jas almamater berlogo kampus tersebut sesaat sebelum aksi dimulai tanpa menjelaskan asal-usul fasilatas tersebut.

"Saya mengikuti acara Deklarasi Sumpah Pemuda di Bundaran HI pada 29 Oktober 2026 berdasarkan undangan dari komunitas dan saya dibayar," beber Bayu.

Pengakuan jujur ini sekaligus mematahkan spekulasi publik terkait keterlibatan civitas akademika dalam demonstrasi tersebut. BEM Undira mengambil langkah cepat dengan merangkul pelaku untuk memberikan keterangan transparan guna membersihkan nama baik institusi.

"Mengenai almamater yang saya kenakan itu diberikan kepada saya tanpa saya ketahui asal usulnya," jelasnya.

Proses penyelesaian polemik ini berlangsung tanpa kekerasan maupun tekanan fisik terhadap pihak yang bersangkutan. Pihak organisasi mahasiswa kampus justru memberikan perlindungan keamanan selama proses klarifikasi berlangsung di hadapan publik.

baca juga

"Saya berterima kasih kepada rekan-rekan Ormawa Undira yang memberikan saya wadah klarifikasi tanpa mengintimidasi dan menjamin keamanan saya,"

Bagaimana Asal-usul Kegaduhan Mahasiswa Gadungan Ini Bermula?

Kejadian ini berawal saat potongan video seorang peserta aksi berjas almamater Undira mendadak viral di jaringan media sosial. Pria dalam video tersebut memicu kecurigaan warganet karena gelagapnya yang kebingungan saat ditanya mengenai asal kampusnya sendiri.

Keraguan publik makin memuncak ketika pria tersebut justru menyebutkan nama universitas lain yang tidak sesuai dengan logo di pakaiannya. Ketidaksesuaian jawaban itu mendorong pengurus BEM Undira untuk segera melacak sosok di balik rekaman viral tersebut.

Bayu akhirnya menyadari kekurangtelitiannya dalam menerima penawaran kerja sampingan sebagai pendorong jumlah massa. Ia menyampaikan penyesalan mendalam atas kegaduhan nasional yang menyeret nama baik kampus Dian Nusantara.

"Saya mohon maaf sebesar-besarnya kepada pihak yang dirugikan, terutama kepada pihak Universitas Dian Nusantara. Di sini saya memohon maaf tanpa ada paksaan dan ini murni kesalahan saya yang tidak teliti menindak suatu pekerjaan. Terima kasih," pangkasnya.

Insiden pencatutan identitas institusi pendidikan untuk kepentingan aksi massa sering kali merugikan nama baik kampus. Penggunaan joki atau massa bayaran berkedok mahasiswa menjadi isu sensitif yang merusak kredibilitas gerakan pemuda di ruang publik.

Peristiwa di Bundaran HI pada Kamis, 29 Oktober 2026, menjadi pelajaran penting terkait pentingnya verifikasi atribut dalam kegiatan ruang publik. Langkah cepat organisasi mahasiswa Undira meluruskan fakta berhasil meminimalkan dampak prasangka buruk terhadap almamater mereka.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Shame on You Raffi Ahmad! Dosen UBSI Protes Keras Acara Deklarasi Sumpah Pemuda Bundaran HI

Shame on You Raffi Ahmad! Dosen UBSI Protes Keras Acara Deklarasi Sumpah Pemuda Bundaran HI

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:24 WIB

Raffi Ahmad Pesan Lawan Hoaks, Tapi Ada Mahasiswa Palsu di Acara Deklarasi Sumpah Pemuda

Raffi Ahmad Pesan Lawan Hoaks, Tapi Ada Mahasiswa Palsu di Acara Deklarasi Sumpah Pemuda

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:20 WIB

Plot Twist! Identitas Gerombolan Beralmamater Bersama Raffi Ahmad Cs di Bundaran HI Terbongkar

Plot Twist! Identitas Gerombolan Beralmamater Bersama Raffi Ahmad Cs di Bundaran HI Terbongkar

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Terkini

Bahlil Minta KKKS Lambat Kembalikan Konsesi Migas ke Negara

Bahlil Minta KKKS Lambat Kembalikan Konsesi Migas ke Negara

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:37 WIB

Dari Toko Sembako Jadi Agen BRILink, Kisah Sri Asih Bantu Permudah Transaksi Warga Kutoarjo

Dari Toko Sembako Jadi Agen BRILink, Kisah Sri Asih Bantu Permudah Transaksi Warga Kutoarjo

Bri | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:37 WIB

Perluas Cerita, The Remarried Empress Rilis Side Story dan Kisah Alternatif

Perluas Cerita, The Remarried Empress Rilis Side Story dan Kisah Alternatif

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:30 WIB

Rosan Tampik Danantara Hadir untuk Ambil Proyek Swasta

Rosan Tampik Danantara Hadir untuk Ambil Proyek Swasta

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:29 WIB

Daya Tarik Keuangan Syariah Jadi Pendorong Transformasi Ekonomi Nasional

Daya Tarik Keuangan Syariah Jadi Pendorong Transformasi Ekonomi Nasional

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:29 WIB

Shame on You Raffi Ahmad! Dosen UBSI Protes Keras Acara Deklarasi Sumpah Pemuda Bundaran HI

Shame on You Raffi Ahmad! Dosen UBSI Protes Keras Acara Deklarasi Sumpah Pemuda Bundaran HI

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:24 WIB

Strategi Emiten Sawit Hadapi Masalah Sosial Imbas Karhutla

Strategi Emiten Sawit Hadapi Masalah Sosial Imbas Karhutla

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:22 WIB

Raffi Ahmad Pesan Lawan Hoaks, Tapi Ada Mahasiswa Palsu di Acara Deklarasi Sumpah Pemuda

Raffi Ahmad Pesan Lawan Hoaks, Tapi Ada Mahasiswa Palsu di Acara Deklarasi Sumpah Pemuda

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:20 WIB

IHSG Masih Betah di Zona Merah Jumat Pagi ke Level 5.090

IHSG Masih Betah di Zona Merah Jumat Pagi ke Level 5.090

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:15 WIB

Telan Kekalahan Ketiga di Piala Dunia U-15 2026, Timnas Indonesia U-15 Dibantai Prancis

Telan Kekalahan Ketiga di Piala Dunia U-15 2026, Timnas Indonesia U-15 Dibantai Prancis

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:04 WIB

×