Menuju Indonesia Emas 2045, SDI Soroti Korupsi dan Kesenjangan Kesejahteraan

Galih Prasetyo

Minggu, 01 November 2026 | 15:14 WIB
Menuju Indonesia Emas 2045, SDI Soroti Korupsi dan Kesenjangan Kesejahteraan
Ilustrasi angka kemiskinan ekstrem. [Ist]
baca 10 detik
  • Swarna Dwipa Institute menggelar Dialog Nasional di Jakarta pada 31 Oktober 2026 untuk membahas tantangan menuju Indonesia Emas.
  • Frans Magnis-Suseno menyatakan bahwa pemberantasan korupsi dan keadilan sosial sangat menentukan keberhasilan masa depan pembangunan bangsa Indonesia.
  • Warsito Ellwein dan Febby Lintang menekankan perlunya pemerataan kesejahteraan, pendidikan inklusif, serta perlindungan bagi kelompok masyarakat rentan.

Suara.com - Swarna Dwipa Institute (SDI) menilai pemberantasan korupsi dan pemerataan kesejahteraan menjadi pekerjaan penting Indonesia dalam menyongsong 2045.

Cita-cita Indonesia Emas dinilai akan sulit terwujud jika pembangunan hanya menghasilkan pertumbuhan ekonomi tanpa keadilan sosial.

Pandangan tersebut mengemuka dalam Dialog Nasional bertajuk “Menuju 1 Abad Sumpah Pemuda – Pemikiran, Semangat dan Implementasi Menuju Indonesia Emas” yang digelar di Gedung Museum Sumpah Pemuda, Jakarta, Sabtu (31/10/2026).

Forum yang menghadirkan akademisi, tokoh masyarakat, dan unsur penyelenggara negara itu membahas makna Sumpah Pemuda dalam menghadapi tantangan bangsa.

Salah satu pesan yang mengemuka ialah pembangunan harus dirasakan oleh seluruh rakyat, bukan hanya tercermin dalam angka pertumbuhan ekonomi.

Akademisi Frans Magnis-Suseno menegaskan bahwa persatuan Indonesia perlu diwujudkan melalui keadilan sosial sebagaimana terkandung dalam sila kelima Pancasila.

Menurutnya, pembangunan kehilangan makna apabila kesejahteraan belum dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat.

Swarna Dwipa Institute (SDI) mengingatkan bahwa cita-cita Indonesia Emas 2045 tidak boleh hanya diukur melalui pertumbuhan ekonomi dan kemajuan teknologi. [Istimewa]
Swarna Dwipa Institute (SDI) mengingatkan bahwa cita-cita Indonesia Emas 2045 tidak boleh hanya diukur melalui pertumbuhan ekonomi dan kemajuan teknologi. [Istimewa]

Magnis-Suseno juga mengingatkan bahwa korupsi dapat merusak kepercayaan publik dan menghambat masa depan bangsa.

Ia mendorong lembaga perwakilan rakyat menjalankan fungsi pengawasan serta memperjuangkan kepentingan masyarakat, khususnya petani, nelayan, buruh, dan kelompok kurang mampu.

baca juga

“Tentu kita masih punya harapan. Tetapi itu akan bergantung menurut saya apakah Indonesia berhasil mengatasi situasi korupsi,” ujarnya.

Pembangunan harus dinikmati seluruh rakyat

Warsito Ellwein dari Agenda 45 menilai nasionalisme harus berangkat dari penghargaan dan perlindungan terhadap manusia Indonesia.

Ia menekankan bahwa keberhasilan pembangunan tidak cukup dilihat dari pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari siapa yang menikmati hasilnya.

Warsito menyebut kesejahteraan bersama, keadilan sosial, dan kelestarian lingkungan sebagai tiga fokus penting bagi masa depan Indonesia.

Ia juga mengingatkan bahwa perbedaan latar belakang dan pemikiran masyarakat perlu diarahkan pada tujuan kebangsaan bersama.

“Yang menentukan Indonesia maju itu kita semua, mulai dari sini,” kata Warsito.

Pengamat Swarna Dwipa Institute, Febby Lintang, turut mengingatkan bahwa indikator makro seperti pertumbuhan ekonomi dan pendapatan per kapita harus disertai ukuran yang mencerminkan perubahan nyata dalam kehidupan masyarakat.

“Indonesia Emas itu jangan hanya didefinisikan melalui indikator makro, tapi harus indikatornya mikro juga,” ujarnya.

Febby menyoroti pentingnya pendidikan inklusif, pemerataan kesempatan ekonomi, akses terhadap fasilitas publik, serta penciptaan lapangan kerja yang terbuka bagi seluruh warga negara.

Ia juga menekankan bahwa perempuan, anak-anak, dan penyandang disabilitas harus memperoleh kesempatan yang setara.

“Tolok ukur martabat suatu bangsa yang maju justru terlihat dari bagaimana bangsa tersebut memperlakukan kelompoknya yang paling rentan,” katanya.

Generasi muda didorong menjadi pelaku perubahan

Wakil Menteri Hak Asasi Manusia, Mugiyanto Sipin, menegaskan bahwa HAM harus menjadi etika yang hidup dalam masyarakat.

Penghormatan terhadap hak warga negara, menurutnya, perlu tercermin dalam perilaku, kebijakan, dan praktik penyelenggaraan negara.

“HAM perlu menjadi etika yang hidup di segala lingkungan,” kata Mugiyanto.

Ia juga menekankan peran masyarakat dalam menolak diskriminasi, mengawasi kekuasaan, dan mendorong pertanggungjawaban negara.

Kemajuan bangsa, menurutnya, tidak semata-mata ditentukan oleh pembangunan fisik, tetapi juga oleh kemampuan menghormati hak dan menjaga martabat manusia.

Ulung Rusman dari Perhimpunan INTI mengajak generasi muda meneladani keberanian pemuda 1928 yang membangun cita-cita tentang Indonesia sebelum negara itu terbentuk.

“Mereka hanya dipersatukan satu mimpi, satu mimpi yang bahkan barang itu belum ada. Barang itu namanya Indonesia,” ujarnya.

Ulung mengingatkan agar kekecewaan terhadap persoalan bangsa tidak berhenti sebagai kemarahan. “Boleh marah, tetapi kita tidak boleh berhenti pada persoalan marah tersebut,” katanya.

Sementara itu, anggota Komisi III DPR RI, Slamet Ariyadi, menekankan pentingnya kolaborasi dan kesediaan pemangku kepentingan mendengar persoalan nyata masyarakat.

Ia menyebut kebutuhan lapangan pekerjaan, kebutuhan pokok, pendidikan, dan kesejahteraan sebagai sejumlah isu yang perlu mendapat perhatian.

“Saya sebenarnya bukan ingin berdebat, saya ingin mendengar apa yang menjadi keluh kesah,” kata Slamet.

Dalam diskusi, peserta juga mengangkat persoalan biaya hidup, akses layanan kesehatan, kualitas demokrasi, korupsi, dan penyalahgunaan narkoba di kalangan generasi muda.

Swarna Dwipa Institute merangkum enam pokok pemikiran dari dialog tersebut, yakni persatuan yang diwujudkan dalam tindakan, penghormatan terhadap HAM, keadilan sosial, pemberantasan korupsi, pembangunan inklusif dan berkelanjutan, serta peran generasi muda sebagai pelaku perubahan.

Dialog Nasional itu ditutup dengan pembacaan ikrar Sumpah Pemuda bersama.

SDI menegaskan bahwa menuju satu abad Sumpah Pemuda, persatuan perlu bergerak dari ikrar menjadi tindakan nyata demi Indonesia yang berkeadilan dan menyejahterakan seluruh rakyat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Geledah dan Segel Kantor PT IPPS Jakarta, Kejagung Sita HP Berisi Chat Korupsi Rp2 Triliun!

Geledah dan Segel Kantor PT IPPS Jakarta, Kejagung Sita HP Berisi Chat Korupsi Rp2 Triliun!

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:21 WIB

Diduga Terjerat Kasus Korupsi, AKBP Edy Songkel Dicopot dan Diperiksa Propam Mabes!

Diduga Terjerat Kasus Korupsi, AKBP Edy Songkel Dicopot dan Diperiksa Propam Mabes!

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:29 WIB

Nera Susanto Adik Eks Kepala BNPB Dicecar KPK Soal Proyek Dana Siap Pakai

Nera Susanto Adik Eks Kepala BNPB Dicecar KPK Soal Proyek Dana Siap Pakai

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:44 WIB

Setelah Kantor PT Djarum, KPK Geledah 6 Perusahaan Afiliasi

Setelah Kantor PT Djarum, KPK Geledah 6 Perusahaan Afiliasi

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:39 WIB

Nera Susanto Adik Eks Kepala BNPB Suharyanto Diperiksa KPK Terkait Kasus Korupsi Dana Bencana

Nera Susanto Adik Eks Kepala BNPB Suharyanto Diperiksa KPK Terkait Kasus Korupsi Dana Bencana

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:27 WIB

Dijejali Jargon NKRI tapi Warga Perbatasan Melarat: Di Mana Keadilan Itu?

Dijejali Jargon NKRI tapi Warga Perbatasan Melarat: Di Mana Keadilan Itu?

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 15:15 WIB

Terkini

Viral Kapolres Kapuas Hulu Pukul Warga, Tetap Diperiksa Propam Meski Damai Secara Adat

Viral Kapolres Kapuas Hulu Pukul Warga, Tetap Diperiksa Propam Meski Damai Secara Adat

News | Minggu, 01 November 2026 | 15:13 WIB

NGORBIT: Wavi Zihan & Ihsan Tarore Ungkap Kisah Mistis di Balik Layar Film Rambut Sewu

NGORBIT: Wavi Zihan & Ihsan Tarore Ungkap Kisah Mistis di Balik Layar Film Rambut Sewu

Video | Minggu, 01 November 2026 | 15:08 WIB

Tragedi Berdarah di Pringsewu: Anak Tebas Ayah Kandung Pakai Golok, Pelaku Dievakuasi ke RSJ

Tragedi Berdarah di Pringsewu: Anak Tebas Ayah Kandung Pakai Golok, Pelaku Dievakuasi ke RSJ

Lampung | Minggu, 01 November 2026 | 15:04 WIB

Soroti Rekam Jejak Terkait Israel, PKS Desak Pramono Tinjau Ulang Konser Andrea Bocelli di Jakarta

Soroti Rekam Jejak Terkait Israel, PKS Desak Pramono Tinjau Ulang Konser Andrea Bocelli di Jakarta

News | Minggu, 01 November 2026 | 15:03 WIB

Perjalanan Raffi Ahmad: Dari Figuran, Digerebek Pesta Narkoba, hingga Masuk Istana

Perjalanan Raffi Ahmad: Dari Figuran, Digerebek Pesta Narkoba, hingga Masuk Istana

Entertainment | Minggu, 01 November 2026 | 15:00 WIB

Negara Minta Inovasi, tetapi Pelaku Agribisnis Justru Dipersulit

Negara Minta Inovasi, tetapi Pelaku Agribisnis Justru Dipersulit

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 15:00 WIB

AKBP Netty Siagian Mundur dari Polri: Menyakitkan Bertahan dalam Tatanan Tak Lagi Sejalan

AKBP Netty Siagian Mundur dari Polri: Menyakitkan Bertahan dalam Tatanan Tak Lagi Sejalan

Batam | Minggu, 01 November 2026 | 14:50 WIB

3 Sunscreen Moisturizer untuk Usia 50-an, Lindungi Kulit Sekaligus Bantu Melembapkan

3 Sunscreen Moisturizer untuk Usia 50-an, Lindungi Kulit Sekaligus Bantu Melembapkan

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 14:50 WIB

Simulasi IHSG Tanpa Saham HSC, Apakah Bursa Bakal Menguat?

Simulasi IHSG Tanpa Saham HSC, Apakah Bursa Bakal Menguat?

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 14:49 WIB

Cara Mengusir Laron Tanpa Mematikan Lampu, Dijamin Ampuh

Cara Mengusir Laron Tanpa Mematikan Lampu, Dijamin Ampuh

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 14:36 WIB

×