- Banjir merusak rumah warga dan infrastruktur di Kabupaten Aceh Barat pada hari Minggu sore tanpa adanya korban jiwa.
- Badan Penanggulangan Bencana Daerah mencatat bencana tersebut meluas dan berdampak pada sejumlah desa di tiga kecamatan berbeda.
- Pihak berwenang bersama tim gabungan menyiagakan personel serta mengimbau warga sekitar bantaran sungai agar tetap meningkatkan kewaspadaan.
Suara.com - Banjir yang melanda Kabupaten Aceh Barat mulai merusak rumah dan infrastruktur milik warga. Satu unit rumah di Desa Geudong, Kecamatan Sungai Mas, dilaporkan rusak setelah pondasinya tergerus derasnya arus banjir.
Rumah tersebut milik Muhammad Safril. Meski kerusakan telah terjadi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat memastikan belum ada laporan korban jiwa hingga Minggu sore.
“Rumah warga yang rusak ini milik Muhammad Safril, warga Desa Geudong, Kecamatan Sungai Mas,” kata Plt Kepala BPBD Kabupaten Aceh Barat Dharmawan kepada wartawan, Minggu.
Selain rumah warga, banjir juga menggerus badan jalan dan pagar sekolah di Gampong Sikundo, Kecamatan Pante Ceureumen. Kondisi arus sungai di kawasan tersebut masih terpantau tinggi hingga Minggu siang.
BPBD mencatat banjir telah berdampak pada sejumlah desa di tiga kecamatan. Di Kecamatan Pante Ceureumen, wilayah terdampak meliputi Gampong Keutambang, Lawet, Jambak, Puloe Teungoh, Lango, Canggai, dan Sikundo.
Sementara di Kecamatan Sungai Mas, banjir melanda Gampong Tungkop, Kajeung, Lancong, dan Geudong.
Adapun di Kecamatan Woyla Barat, luapan air mulai menggenangi rumah warga di Gampong Napai. Debit air di wilayah tersebut dan sekitarnya juga terus mengalami peningkatan.
Dharmawan menjelaskan hujan dengan intensitas cukup tinggi masih terjadi di kawasan Pante Ceureumen. Kondisi tersebut berpotensi memperburuk situasi, terutama bagi masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai dan wilayah hilir.
Untuk mengantisipasi dampak lanjutan, BPBD Aceh Barat menyiagakan personel dan Tim Rescue di Posko Mako BPBD. Penanganan bencana juga melibatkan TNI, Polri, RAPI Aceh Barat, UKM PK UTU, serta masyarakat setempat.
- Banjir Rendam 15 Desa di Nagan Raya Aceh
Baca Juga
"Kami mengimbau kepada masyarakat, khususnya yang tinggal di bantaran sungai dan wilayah hilir seperti di Kecamatan Woyla Barat dan Pante Ceureumen, untuk terus meningkatkan kewaspadaan mengingat cuaca dan intensitas hujan yang masih tinggi," ujar Dharmawan.