- Satgas BBWS Brantas mengidentifikasi kerusakan infrastruktur sumber daya air akibat banjir lahar dingin Gunung Semeru di Lumajang pada Senin (2/11/2026).
- Menteri PU Dody Hanggodo mengerahkan alat berat serta material untuk memprioritaskan keselamatan warga setelah hujan lebat memicu banjir vulkanik.
- PVMBG menetapkan Gunung Semeru pada status Siaga Level III dan melarang warga beraktivitas di sekitar aliran sungai yang berhulu di gunung.
Gunung Semeru Masih Berstatus Siaga
Di sisi lain, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menetapkan aktivitas Gunung Semeru pada Level III atau Siaga. Masyarakat dilarang melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga radius 13 kilometer dari puncak.
Di luar radius tersebut, warga juga diminta tidak beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan. Kawasan tersebut berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar.
PVMBG turut mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai ancaman awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak Semeru. Wilayah yang perlu mendapat perhatian khusus meliputi Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, Besuk Sat, serta anak-anak sungainya.
Kementerian PU mengimbau masyarakat mematuhi rekomendasi PVMBG dan arahan petugas di lapangan. Warga juga diminta tidak mendekati aliran sungai yang berhulu di Gunung Semeru, terutama ketika hujan berintensitas tinggi.