Akses Obat Makin Mudah, Kemenkes Dorong Masyarakat Lebih Cerdas Melakukan Swamedikasi

Vania Rossa

Selasa, 03 November 2026 | 15:01 WIB
Akses Obat Makin Mudah, Kemenkes Dorong Masyarakat Lebih Cerdas Melakukan Swamedikasi
Direktur Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan Kemenkes Rizka Andalusia. (dok. ist)
baca 10 detik
  • Kementerian Kesehatan mendorong masyarakat lebih cerdas melakukan swamedikasi dalam KTT APSMI 2026 di Bali.
  • Pemerintah memperluas akses obat bebas hingga minimarket dan koperasi desa guna mendekatkan produk kesehatan dasar.
  • Kemenkes menjalankan Gema Cermat dan memanfaatkan platform digital SatuSehat untuk mengawasi distribusi serta mengedukasi masyarakat.

Peran apoteker menjadi penting karena masyarakat bisa mendapatkan penjelasan mengenai penggunaan obat yang tepat, termasuk hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum mengonsumsi obat.

Melalui Gema Cermat, pemerintah juga ingin membangun kebiasaan agar masyarakat tidak hanya memperhatikan manfaat obat, tetapi juga memahami cara penyimpanan dan pembuangannya. Obat yang sudah kedaluwarsa atau tidak lagi digunakan perlu dibuang dengan benar, bukan dibiarkan begitu saja atau digunakan kembali.

Teknologi ikut membantu masyarakat mengakses informasi obat

Selain edukasi langsung, Kemenkes mengembangkan pemanfaatan teknologi digital melalui platform SatuSehat.

Salah satu pengembangannya adalah layanan resep elektronik yang menghubungkan fasilitas kesehatan, pasien, dan apoteker. Melalui layanan ini, pasien dapat menerima pemberitahuan resep, membandingkan harga obat, serta mengetahui lokasi toko yang menyediakan obat tersebut.

Kemenkes juga mengembangkan SatuSehat Logistik untuk memantau distribusi obat secara waktu nyata. Sistem ini mencatat perjalanan obat dari produsen dan pedagang besar farmasi hingga fasilitas kesehatan, dinas kesehatan, dan toko ritel.

Pemantauan tersebut diharapkan membantu pengawasan distribusi obat sekaligus mencegah penyalahgunaan.

Meski demikian, Rizka mengingatkan bahwa teknologi tidak bisa menggantikan peran tenaga kesehatan. Informasi digital harus tetap didukung sumber yang tepercaya dan pendampingan profesional ketika dibutuhkan.

Swamedikasi membutuhkan tanggung jawab bersama

baca juga

Pentingnya penggunaan obat secara bijak juga berkaitan dengan besarnya pengeluaran kesehatan masyarakat. Rizka menyebut total belanja kesehatan Indonesia pada 2025 mencapai sekitar Rp664 triliun. Dari jumlah tersebut, sekitar 27 persen masih berasal dari pembayaran langsung masyarakat atau out-of-pocket, termasuk pembelian obat dan produk kesehatan untuk pengobatan mandiri.

Porsinya memang telah turun dari 43 persen dalam beberapa tahun terakhir. Namun, pemerintah menilai masyarakat tetap perlu mendapatkan produk yang aman, berkualitas, terjangkau, serta didukung informasi yang benar.

Karena itu, penguatan swamedikasi tidak bisa hanya dibebankan kepada masyarakat. Pemerintah, industri farmasi, tenaga kesehatan, akademisi, dan komunitas perlu bekerja sama untuk memastikan akses obat berjalan seiring dengan edukasi dan pengawasan.

Hal tersebut turut menjadi pembahasan dalam KTT APSMI 2026 yang mengangkat tema “Self-Care in Healthcare: Scaling Partnership for Better Health Outcomes”. Pertemuan ini membahas berbagai isu, termasuk akses obat bebas, keamanan penggunaan obat, peran apoteker, hingga pemanfaatan teknologi kesehatan.

Pada akhirnya, perawatan mandiri bukan berarti masyarakat harus menangani semua keluhan kesehatan sendiri. Justru, masyarakat perlu tahu kapan keluhan dapat ditangani dengan obat bebas sesuai aturan dan kapan harus berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.

Dengan akses yang semakin luas dan informasi yang semakin mudah diperoleh, masyarakat diharapkan bisa mengambil keputusan kesehatan dengan lebih bijak. Sebab, menjadi lebih mandiri dalam menjaga kesehatan juga berarti memahami batas kemampuan diri dan tidak sembarangan menggunakan obat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hampir 300 Juta Penduduk, BPOM Hadapi Tantangan Pemerataan Akses Obat di Indonesia

Hampir 300 Juta Penduduk, BPOM Hadapi Tantangan Pemerataan Akses Obat di Indonesia

News | Senin, 02 November 2026 | 16:41 WIB

Imunisasi Anak Menurun Usai Pandemi, Kemenkes Soroti Kekhawatiran Efek Samping dan Hoaks

Imunisasi Anak Menurun Usai Pandemi, Kemenkes Soroti Kekhawatiran Efek Samping dan Hoaks

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:39 WIB

Kemenkes Sebut Hoaks Imunisasi Paling Banyak, Picu Keraguan Orang Tua

Kemenkes Sebut Hoaks Imunisasi Paling Banyak, Picu Keraguan Orang Tua

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:44 WIB

Terkini

Hargai Diri Sendiri dan Berhentilah Tersakiti: Menempatkan Kebahagiaan di Atas Ekspektasi Orang Lain

Hargai Diri Sendiri dan Berhentilah Tersakiti: Menempatkan Kebahagiaan di Atas Ekspektasi Orang Lain

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 15:00 WIB

Bagaimana Cara Membersihkan Buku Tanpa Merusaknya? Simak Langkah Mudahnya

Bagaimana Cara Membersihkan Buku Tanpa Merusaknya? Simak Langkah Mudahnya

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 14:55 WIB

WNI Tentara Bayaran Rusia Dibayar Rp 50 Juta Per Bulan, Ada 58 Orang Terjebak di Perang Ukraina

WNI Tentara Bayaran Rusia Dibayar Rp 50 Juta Per Bulan, Ada 58 Orang Terjebak di Perang Ukraina

News | Selasa, 03 November 2026 | 14:53 WIB

Kelalaian Bakar Sampah Picu Kebakaran Hutan di Klaten, 1,6 Hektare Ludes

Kelalaian Bakar Sampah Picu Kebakaran Hutan di Klaten, 1,6 Hektare Ludes

News | Selasa, 03 November 2026 | 14:53 WIB

Kasus Suap Suhardiman Amby, KPK Ungkap Peluang Periksa Menhut Raja Juli

Kasus Suap Suhardiman Amby, KPK Ungkap Peluang Periksa Menhut Raja Juli

Riau | Selasa, 03 November 2026 | 14:51 WIB

5 Sabun Mandi yang Cocok untuk Kulit Kering dan Bersisik agar Lembap Seharian

5 Sabun Mandi yang Cocok untuk Kulit Kering dan Bersisik agar Lembap Seharian

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 14:51 WIB

Dune 3 hingga Avengers: Doomsday, Ini 5 Tontonan yang Rilis di Akhir Tahun 2026

Dune 3 hingga Avengers: Doomsday, Ini 5 Tontonan yang Rilis di Akhir Tahun 2026

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 14:50 WIB

Tarif Listrik November 2026 Terbaru, Cek Daftar Harga per kWh untuk Semua Golongan Pelanggan

Tarif Listrik November 2026 Terbaru, Cek Daftar Harga per kWh untuk Semua Golongan Pelanggan

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 14:49 WIB

Barang Penumpang Sriwijaya Air Hilang di Bandara Sultan Hasanuddin

Barang Penumpang Sriwijaya Air Hilang di Bandara Sultan Hasanuddin

Sulsel | Selasa, 03 November 2026 | 14:48 WIB

Sempat Diragukan Warga, Usaha BRILink Agen Ini Kini Layani 100 Transaksi Sehari!

Sempat Diragukan Warga, Usaha BRILink Agen Ini Kini Layani 100 Transaksi Sehari!

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 14:47 WIB

×