CREA: Kematian akibat Polusi Udara Melonjak 42 Persen, Asap Karhutla Makin Mematikan

Bimo Aria Fundrika

Rabu, 04 November 2026 | 16:55 WIB
CREA: Kematian akibat Polusi Udara Melonjak 42 Persen, Asap Karhutla Makin Mematikan
Relawan pemadam kebakaran berupaya memadamkan api yang membakar hutan dan lahan di Kecamatan Sebangau, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Rabu (9/9/2026). [ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/nym]
baca 10 detik
  • Pusat Riset CREA melaporkan estimasi kematian akibat polusi udara dan karhutla di Indonesia mencapai 5.310 kasus pada September 2026.
  • Sebanyak 57,8 juta penduduk Indonesia terpapar kualitas udara tidak sehat akibat karhutla dan polusi perkotaan pada bulan September 2026.
  • Kementerian Kesehatan mencatat 333.470 kasus ISPA di tujuh provinsi terdampak karhutla dengan balita menanggung beban mencapai 75.172 kasus.

Ancaman polusi udara juga tercermin dalam data Kementerian Kesehatan. Hingga 21 Oktober 2026, tercatat 333.470 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tujuh provinsi terdampak karhutla.

Kalimantan Selatan dan Sumatra Selatan menjadi wilayah dengan kasus ISPA tertinggi. Masing-masing mencatat hampir 75.000 kasus.

Anak-anak berusia di bawah lima tahun menanggung beban besar dengan jumlah 75.172 kasus atau hampir seperempat dari total kasus ISPA tersebut.

Dokter spesialis paru sekaligus Dewan Penasihat Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Agus Dwi Susanto, menjelaskan bahwa dampak polusi udara tidak hanya terlihat dari memburuknya kualitas udara, tetapi juga ancaman kesehatan akibat paparan berkepanjangan.

Paparan polutan dalam jangka panjang dapat mengganggu fungsi paru dan meningkatkan risiko gangguan pernapasan, seperti ISPA berulang. Kondisi tersebut juga dapat memperburuk penyakit asma dan paru obstruktif kronis (PPOK).

"Dalam kondisi tertentu, paparan polutan udara juga berkaitan dengan risiko terjadinya fibrosis paru hingga kanker paru," kata Agus.

Karena itu, ia menilai polusi udara perlu dipandang sebagai ancaman kesehatan publik yang membutuhkan pencegahan dan pengendalian sumber pencemaran secara serius.

Kesiapan Pemerintah Disorot

Di tengah meningkatnya dampak karhutla, kesiapan pemerintah dalam penanganan bencana turut menjadi sorotan. Anggaran Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) disebut turun menjadi Rp491 miliar, dari Rp2 triliun pada tahun sebelumnya.

baca juga

Pemangkasan tersebut dinilai membatasi ruang gerak BNPB dalam melakukan operasi tanggap darurat untuk menangani api dan asap agar tidak meluas.

Co-Founder sekaligus CEO Landscape Indonesia, Agus Sari, menilai karhutla merupakan bencana yang dapat diprediksi dan dicegah. Menurut dia, ketidaksiapan menghadapi bencana tersebut berkaitan dengan lemahnya kemauan untuk melakukan antisipasi.

"Indonesia seharusnya mampu bersiap menghadapi apa yang akan terjadi. Fakta bahwa kita sama sekali tidak siap hanyalah masalah ketiadaan kemauan," ujarnya.

CREA mendorong pemerintah mengubah pendekatan penanganan karhutla. Upaya tidak cukup hanya mengandalkan pemadaman saat kebakaran terjadi, tetapi juga harus mencakup pemulihan dan perlindungan lahan gambut yang dikeringkan sehingga rentan terbakar.

Penegakan hukum terhadap pembukaan lahan ilegal melalui pembakaran serta penguatan pertanggungjawaban pemegang konsesi juga dinilai penting untuk mencegah kerusakan berulang.

Sementara itu, di wilayah dengan polusi kronis seperti Jawa, pemerintah perlu memperketat pengendalian emisi dari pembangkit listrik, industri, dan transportasi.

Catatan: Naskah ini menggunakan angka dan klaim berdasarkan bahan yang diberikan. Sebelum tayang, sebaiknya pastikan kembali periode pembanding kenaikan 42 persen, dasar estimasi kematian CREA, serta angka anggaran BNPB melalui dokumen sumber masing-masing. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Helikopter Penerbad Mi-17 Jatuh Saat Padamkan Karhutla di Pematang Limau, Dua Personel Hilang

Helikopter Penerbad Mi-17 Jatuh Saat Padamkan Karhutla di Pematang Limau, Dua Personel Hilang

News | Rabu, 04 November 2026 | 14:57 WIB

Sindir Raksasa Sawit, Koalisi Sipil Siap Gelar Aksi di Dekat Pertemuan RSPO Terkait Bencana Karhutla

Sindir Raksasa Sawit, Koalisi Sipil Siap Gelar Aksi di Dekat Pertemuan RSPO Terkait Bencana Karhutla

News | Rabu, 04 November 2026 | 07:45 WIB

Dari Cabut Izin hingga Kompensasi Korban, Ini 5 Tuntutan Koalisi soal Karhutla

Dari Cabut Izin hingga Kompensasi Korban, Ini 5 Tuntutan Koalisi soal Karhutla

News | Selasa, 03 November 2026 | 18:34 WIB

Terkini

Asian Games 2026 Ungkap Potensi Atlet Indonesia, Sistem Pembinaan Jadi Pekerjaan Rumah

Asian Games 2026 Ungkap Potensi Atlet Indonesia, Sistem Pembinaan Jadi Pekerjaan Rumah

Jawa Tengah | Rabu, 04 November 2026 | 16:55 WIB

Gerindra Mulai Konsolidasi, Gelar Pertemuan Elite Parpol Sikapi Penyadapan Prabowo

Gerindra Mulai Konsolidasi, Gelar Pertemuan Elite Parpol Sikapi Penyadapan Prabowo

News | Rabu, 04 November 2026 | 16:55 WIB

Media Arab Sorot MA Batalkan Suket Ijazah SMA Gibran: Kelayakan Wapres Dipertanyakan

Media Arab Sorot MA Batalkan Suket Ijazah SMA Gibran: Kelayakan Wapres Dipertanyakan

News | Rabu, 04 November 2026 | 16:54 WIB

Percepat Pemerataan di Papua, PLN Listriki 128 Desa pada 2026 & Targetkan 199 Desa pada 2027

Percepat Pemerataan di Papua, PLN Listriki 128 Desa pada 2026 & Targetkan 199 Desa pada 2027

News | Rabu, 04 November 2026 | 16:53 WIB

Jarang Komentari Politik, SBY Sindir Pedas: Kok Begini Liar Politik Kita?

Jarang Komentari Politik, SBY Sindir Pedas: Kok Begini Liar Politik Kita?

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 16:50 WIB

45 Telur King Kobra Ditemukan Dekat Rumah Warga Tabanan

45 Telur King Kobra Ditemukan Dekat Rumah Warga Tabanan

Bali | Rabu, 04 November 2026 | 16:49 WIB

Ketika Djarum Tak Membayar Cukai Sesuai Semestinya

Ketika Djarum Tak Membayar Cukai Sesuai Semestinya

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 16:48 WIB

Penampilan Baru Istri Gubernur Kalteng Bikin Heboh Publik: Udah Lepas Hijab ya?

Penampilan Baru Istri Gubernur Kalteng Bikin Heboh Publik: Udah Lepas Hijab ya?

News | Rabu, 04 November 2026 | 16:47 WIB

Realistis atau Pesimis? Mengulik Tren Stop the Wedding dari Sisi Finansial

Realistis atau Pesimis? Mengulik Tren Stop the Wedding dari Sisi Finansial

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 16:45 WIB

Pertumbuhan Ekonomi RI Diproyeksi 5,2-5,4% Q3 2026, Namun Tekanan Baru Terasa di Akhir Tahun

Pertumbuhan Ekonomi RI Diproyeksi 5,2-5,4% Q3 2026, Namun Tekanan Baru Terasa di Akhir Tahun

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 16:44 WIB

×