-
Kedekatan Listyo Sigit Prabowo dan Jokowi bermula saat di Solo.
-
Listyo Sigit Prabowo melesat jadi Ajudan Presiden hingga menjabat Kapolri.
-
Karier Listyo Sigit Prabowo runtuh usai tersandung kasus penyadapan ilegal.
Suara.com - Nama Jenderal Polisi (Purn) Listyo Sigit Prabowo masih menjadi buah bibir usai tersandung kasus dugaan penyadapan ilegal dan dicopot dari jabatannya sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP) oleh Presiden Prabowo Subianto.
Jatuhnya karier Listyo Sigit sontak membuat publik kembali menoleh pada rekam jejak panjangnya.
Pasalnya, sosok jenderal bintang empat ini dikenal luas memiliki relasi istimewa dan tingkat kepercayaan yang sangat tinggi dengan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi).
Keduanya merajut hubungan kerja sama yang begitu solid selama belasan tahun, bermula dari sudut Kota Surakarta (Solo) hingga menembus lingkar terdekat kekuasaan di Istana Merdeka.
Lantas, seperti apa metamorphosis hubungan keduanya dari masa ke masa?

Bersemi di Solo: Lewati Ujian Teror Bom Kepunton (2011)
Kisah kedekatan profesional Listyo Sigit dan Jokowi bermula pada tahun 2011 silam.
Saat itu, Jokowi tengah memimpin sebagai Wali Kota Solo didampingi F.X. Hadi Rudyatmo, sementara Listyo yang merupakan lulusan Akpol 1991 dipercaya mengisi posisi Kapolresta Surakarta.
Sebelum di Solo, Listyo sebenarnya telah kenyang pengalaman memimpin di wilayah Jawa Tengah, mulai dari Kapolres Pati, Kapolres Sukoharjo, hingga Wakapolrestabes Semarang.
Namun, di Sololah chemistry kepemimpinan keduanya teruji secara nyata.
Salah satu momen paling krusial yang menguji sinergi mereka adalah peristiwa bom bunuh diri di Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS) Kepunton pada September 2011.
Kejadian berdarah tersebut memicu ketegangan publik, tetapi duet Jokowi sebagai kepala daerah dan Listyo sebagai aparat penjaga keamanan berhasil meredam eskalasi konflik di kota bengawan tersebut.
Masuk Ring 1 Istana Jadi Ajudan Setia (2014–2016)
Kiprah Listyo sempat berlanjut ke Jakarta sebagai Kasubdit II Dittipidum Bareskrim Polri (2012) dan Direskrimum Polda Sulawesi Tenggara (2013). Namun, takdir kembali mempertemukan Listyo dengan Jokowi.
Saat Jokowi memenangkan kontestasi Pemilihan Presiden 2014, ia tak melupakan perwira yang pernah mengawal kotanya.
Tepat pada 30 Oktober 2014, Listyo yang kala itu berpangkat Komisaris Besar (Kombes) ditarik masuk ke lingkaran 'Ring 1' sebagai Ajudan Presiden Jokowi.
Selama dua tahun mendampingi setiap langkah sang Kepala Negara, rasa saling percaya antara Jokowi dan Listyo kian mengakar kuat.
Karier Melesat hingga Jadi Kapolri Pilihan Tunggal
Lepas dari tugas ajudan pada 2016, karier Listyo Sigit melesat sangat cepat bak meteor:
- 2016: Menjabat sebagai Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Banten.
- 2018: Promosi ke bintang dua sebagai Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam) Polri.
- 2019: Ditunjuk memimpin Korps Reserse sebagai Kabareskrim Polri.
Puncak kepercayaan Jokowi terhadap Listyo terjadi pada Januari 2021.
Jokowi mantap mengajukan nama Listyo Sigit Prabowo sebagai calon tunggal Kapolri ke DPR RI.
Pada 27 Januari 2021, Listyo resmi dilantik menjadi Kapolri ke-25. Ia memimpin Korps Bhayangkara selama kurang lebih 5 tahun 8 bulan, sebuah masa jabatan yang terbilang sangat panjang untuk posisi Tribrata 1 di era reformasi.
Babak Akhir 2026: Rotasi, Kursi KSP, hingga Tersandung Kasus Hukum
Memasuki akhir tahun 2026, perjalanan karier Listyo Sigit mengalami goncangan hebat.
Pada 1 Oktober 2026, ia digeser dari jabatan Kapolri dan kemudian dipercaya menduduki kursi Kepala Staf Kepresidenan (KSP).
Merespons pergeseran tersebut, Jokowi kala itu sempat angkat bicara santai dan menilai masa pengabdian Listyo sebagai Kapolri yang sudah sangat panjang memang wajar untuk diganti, serta sepenuhnya merupakan hak prerogatif Presiden.
Namun nahas, panggung pengabdian Listyo di KSP berlangsung singkat.
Pada Selasa (3/11/2026), Bareskrim Polri resmi menetapkannya sebagai tersangka atas dugaan penyadapan ilegal (illegal tapping), akses ilegal, serta penghapusan data elektronik bersama dua jenderal lainnya (Irjen Ahrie Sonta dan Irjen Eko Hadi Santoso).
Buntut dari status hukum tersebut, pada Rabu (4/11/2026), Presiden Prabowo Subianto secara resmi mencopot Listyo Sigit dari jabatannya dan menunjuk Letjen TNI Ariyo Windutomo sebagai Plt. KSP.
Runtuhnya karier Listyo Sigit pun menjadi antiklimaks dari sebuah perjalanan panjang seorang perwira yang pernah menjadi orang paling dipercaya oleh Jokowi dari Solo hingga ke tampuk tertinggi kekuasaan.