- Ketua Umum GRIB Jaya Hercules mengaku khawatir saat mendengar penunjukan mantan Kapolri Listyo Sigit Prabowo sebagai KSP.
- Hercules menyatakan ketakutannya di Polda Metro Jaya pada Kamis, 5 November 2026, mengenai kemungkinan masalah dengan Presiden.
- Ia juga mendukung Presiden Prabowo serta mendukung Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto dalam menangani dugaan penyadapan pejabat.
Suara.com - Ketua Umum GRIB Jaya Hercules Rosario de Marshall mengaku sempat khawatir ketika mendengar mantan Kapolri Jenderal (Purn) Listyo Sigit Prabowo ditunjuk menjadi Kepala Kantor Staf Presiden (KSP).
Bahkan, Hercules mengaku sempat menghubungi sejumlah orang untuk mempertanyakan keputusan Presiden Prabowo Subianto menempatkan Listyo Sigit di lingkungan Istana.
Hal itu disampaikan Hercules saat ditemui di Polda Metro Jaya, Kamis (5/11/2026).
"Teman-teman media, kemarin begitu aku dengar Pak Sigit jadi KSP, jantung saya itu dok-dok lho, waduh. Oh, oh, Pak Presiden, harus Pak Sigit jadi KSP?" kata Hercules.
Ia mengaku sempat mempertanyakan alasan Prabowo memberikan jabatan tersebut kepada mantan Kapolri yang telah memimpin Korps Bhayangkara selama enam tahun itu.
Hercules bahkan mengaku memiliki kekhawatiran tersendiri terkait kedekatan Listyo Sigit dengan Presiden setelah ditunjuk menjadi Kepala KSP.
"Ini, ini coba di diliput. Aku telepon beberapa orang lho. Ini, ini coba di diliput. Aku telepon beberapa orang, kenapa Pak Sigit ditaruh di KSP? Kenapa enggak ditaruh di jabatan yang lain aja?" ujarnya.
Ia kemudian mengungkapkan kekhawatirannya mengenai kemungkinan adanya persoalan antara Listyo Sigit dan Prabowo.
"Wah, itu, gua takutnya, tidak merah putih sama Pak Presiden lho. Demi Allah, demi Tuhan, kalau itu aku mengada-ada, umur saya enggak panjang," ucapnya.
Hercules mengakui tidak mengetahui secara pasti apakah kekhawatiran tersebut memiliki dasar. Namun, ia menyebut memiliki firasat terkait penempatan Listyo Sigit di lingkungan Istana.
"Dan apa yang saya punya feeling? Nggak tahu. Takutnya ada masalah dengan Pak Presiden itu," katanya.
Meski sempat mengungkapkan kekhawatiran tersebut, Hercules juga menyatakan dukungannya terhadap Presiden Prabowo. Ia meminta semua pihak memberikan kesempatan kepada kepala negara untuk menjalankan tugasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Hercules turut menanggapi dugaan penyadapan terhadap Prabowo dan sejumlah pejabat negara. Ia menyebut tindakan tersebut tidak boleh dibiarkan apabila terbukti melanggar hukum.
Hercules juga menyatakan dukungan terhadap Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto dalam penanganan perkara tersebut.