NTB.Suara.com - Istri Bung Karno, Fatmawati yang tidak lain adalah ibu kandung dari Megawati Soekarno Putri ternyata memiliki silsilah Muhammadiyah yang kuat.
Hal itu terungkap diungkap Ketua Umum Muhammadiyah Haedar Nashir pada sambutannya di acara pembukaan Muktamar Pemuda Muhammadiyah di Balikpapan. Haedar mengungkap Bapak Fatmawati yang bernama Hasan Din, merupakan konsul Muhammadiyah Bengkulu.
Fatmawati sendiri merupakan anggota Aisyiyah yang aktif. “Ibu Fatmawati tentu sangat kita tahu puteri dari Hasan Din, tokoh dan konsul Muhammadiyah,” kata Haedar.
Bahkan ketika Ibukota harus dipindahkan sementara ke Yogyakarta, Bung Karno meminta pengurus Aisyiyah untuk kembali mengajak Fatmawati aktif di Aisyiyah.
“Ketika Ibu Kota pindah ke yogyakarta tepatnya 4 Januari tahun 1946, di Istana Agung Yogyakarta, Bung Karno mengundang tokoh-tokoh Aisyiyah termasuk seperti Bu Badilah Zuber, Bu Hayinah dll, lalu beliau menyampaikan bawalah dan ajaklah bu Fatmawati untuk aktif kembali di Aisyiah,” cerita Haedar.
Fatmawati juga memiliki kenangan yang mengharukan ketika menjahit bendera merah putih, dia sambil menyenandungkan lagu Nasyiahku. “Lalu disana bu Fatmawati menyampaikan, ketika saya menjahit bendera merah putih, untuk proklamasi kemerdekaan, saya menyenandungkan lagu Nasyiahku,” ujar Haedar.