NTB.Suara.com – Menteri Keuangan Sri Mulyani mendapat perlawanan dari anak buahnya sendiri terutama dari pegawai pajak yang merasa dirugikan atas kasus ini.
Sri Mulyani dinilai tidak mampu meredam kasus Dandy Mario Satrio agar tidak dikaitkan dengan institusi Ditjen Pajak, malah Sri Mulyani diduga ikut mengaitkan kasus tersebut dengan institusi pajak.
Instagram Sri Mulyani awalnya dibanjiri oleh kritikan karena dinilai berlebihan dalam mengambil keputusan dan cenderung tidak membela Ditjen Pajak. Bahkan Sri Mulyani dituduh tidak senang dengan dengan Ditjen pajak
Serangan ke Sri Mulyani rupanya tidak berhenti, beredar juga capture WA di twitter yang diduga dari pegawai pajak bernama Bursok Anthony Marlon.
Bursok bahkan terang-terangan meminta Sri Mulyani mundur jika ingin bertanggung secara menyeluruh, karena Sri gagal mengawasi pejabat yang paling dekat dengan dirinya.
Akademisi Rocky Gerung menyebut gaya hidup mewah memuat ucapan yang digaungkan selama ini tentang integritas hancur seketika karena perilaku pejabat yang berada di lingkarannya. “Satu-satunya cara mengundurkan diri, dia dicatat sebagai menteri yang pintar secara intelektual, tapi bodoh secara moral,” kata Rocky dilansir dari youtube Rocky Gerung Official.
Rocky menyebut fenomena pamer kekayaan sudah bertentangan dengan ideologi Sri Mulyani tentang ekonomi. Sri Mulyani juga dinilai terlalu sibuk berbicara ekonomi makro tetapi gagal mengawasi anak buahnya.